Harga Emas Mencatatkan Rekor Tertinggi, Antam Perkuat Rantai Pasok Emas Domestik

Antam mencatat tonggak penting dengan menerima pengiriman perdana emas dari PTFI untuk memperkuat rantai pasok domestik.

14 Feb 2025 20:37 WIB · Ekonomi

Oleh Mawar Kusuma Wulan


Sepanjang tahun 2024, PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mencatatkan penjualan emas tertinggi dalam sejarah perusahaan dengan volume mencapai 43.776 kg atau 1.407.431 troy oz. Angka ini mengalami kenaikan 68 persen dibandingkan penjualan sepanjang tahun 2023. Memasuki Februari 2025, harga emas pun terus terdongkrak naik dan mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah.

Peningkatan volume penjualan emas pada 2024 didorong oleh peningkatan minat masyarakat untuk investasi logam mulia di tengah tingginya harga emas. ”Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi bisnis yang terdiversifikasi dan solid, serta meningkatkan permintaan di pasar domestik dan global,” demikian pesan Corporate Secretary Division Head Antam Syarif Faisal Alkadrie secara tertulis kepada Kompas, Jumat (14/2/2025).

Selama lima tahun terakhir, harga emas Antam tercatat terus meningkat. Pada Jumat, harga emas Antam 24 karat di laman resmi Antam, logammulia.com telah menyentuh Rp 1.701.000 per gram atau naik dari sebelumnya Rp 1.692.000 per gram. Sementara itu, harga emas buyback naik dari Rp 1.543.000 per gram menjadi Rp 1.552.000 per gram. ”Kami optimistis bahwa tren permintaan komoditas emas yang terus meningkat akan berlanjut ke tahun 2025,” tambah Syarif.

Kenaikan harga emas Antam ini tak lepas dari harga emas dunia yang juga menunjukan tren terus naik dan tercatat tertinggi sepanjang masa. Pada perdagangan Jumat (14/2/2025) petang, harga emas dunia di pasar spot mencetak rekor tertinggi dan mencapai 2.938 dollar AS per troy ons. Sebelumnya, pada Kamis (13/2/2025), harga emas dunia di pasar spot menguat menjadi 2.929 dollar AS per troy ons.

Pegawai Toko Emas Bintang Timur di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, menunjukkan logam mulia Antam koleksi toko tersebut, Rabu (18/9/2024). Berdasarkan data di laman Logammulia.com yang dikelola PT Antam Tbk, harga emas per Rabu Rp 1.440.000 per gram atau turun Rp 4.000 per gram dibanding hari sebelumnya yang merupakan rekor harga tertingginya. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO (TOK) 18-09-2024

Dengan melihat tren penjualan emas saat ini, Antam optimistis bahwa tren kebutuhan emas di tahun 2025 akan tetap positif. Mengingat emas memiliki sifat lindung nilai (safe haven), semakin banyak masyarakat yang melakukan investasi emas. Faktor lainnya adalah permintaan global terhadap emas sebagai aset safe haven yang tetap kuat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang juga menjadi faktor pendorong peningkatan investasi emas Antam.

”Dengan strategi untuk meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi operasional, kami percaya bahwa kontribusi emas akan semakin signifikan terhadap kinerja keuangan kami,” ucapnya.

Agar bisa memenuhi kebutuhan pelanggan, Antam akan terus mengoptimalkan produksi emas batangan yang salah satunya dilakukan melalui penguatan sumber bahan baku emas domestik melalui kerja sama jual beli emas sebanyak 30 ton emas per tahun dengan kemurnian 99.99 persen. Saat ini, produk emas Antam seluruhnya diserap pasar domestik, dengan serapan 100 persen penjualan emas di dalam negeri.

”Kami mengoptimalkan seluruh saluran penjualan, di antaranya program wholesale, Butik Emas Logam Mulia, e-commerce, serta marketplace yang menyediakan produk emas berkualitas tinggi bagi seluruh pelanggan di Indonesia,” tambah Syarif.

Rute di terowongan tambang emas PT Antam di Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/4).

Rantai pasok

Saat ini, Antam terus mengoptimalkan tambang emas yang dikelola UBP Emas di Bogor, Jawa Barat. Pada 2024, Antam mencatatkan volume produksi emas unaudited sebesar 1.019 kg. Untuk memperkuat cadangan dan sumber daya emas perusahaan, Antam juga secara berkelanjutan melakukan eksplorasi emas. Sampai dengan 31 Desember 2024, kegiatan eksplorasi emas Antam dilaksanakan di Pongkor, Jawa Barat, dengan kegiatan yang berfokus pada pengeboran baik di underground (in mine drilling) dan surface (deep drilling).

Antam juga telah berkolaborasi dan secara perdana membeli emas dari PT Freeport Indonesia (PTFI) pada awal Februari 2025. Melalui kerja sama ini, Antam berupaya memperkuat rantai pasok emas dalam negeri. ”Di mana dengan pasokan emas dari PTFI yang nantinya akan diolah menjadi produk logam mulia, Antam akan mengurangi ketergantungan Antam terhadap sumber emas impor,” tambahnya.

Selain emas, Antam juga terus memproduksi bijih nikel dan feronikel, serta bauksit. Meskipun menghadapi tantangan di komoditas nikel, sektor ini dipastikan tetap menunjukkan kinerja yang kuat. Antam berhasil mencatatkan produksi bijih nikel unaudited sebesar 9,94 juta wet metric ton (wmt) dan penjualan bijih nikel unaudited sebesar 8,35 juta wmt sepanjang tahun 2024.

Pada komoditas feronikel, Antam mencatatkan volume produksi feronikel sebesar 20.103 TNi (ton nikel dalam feronikel), dengan volume penjualan unaudited sebesar 19.452 TNi. Sementara pada komoditas bauksit, Antam mencatatkan volume produksi unaudited mencapai 1,33 juta wmt dan penjualan unaudited sebesar 736.188 wmt pada tahun 2024.

”Kami akan tetap menyesuaikan volume produksi sesuai dengan dinamika permintaan pasar agar tetap bersaing,” ucap Syarif.

Petugas menunjukkan sejumlah emas batangan 100 gram di Gerai Butik Emas PT Aneka Tambang Tbk, Jakarta. Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - ANTAM, harga emas batangan naik Rp 2.000 pada perdagangan hari ini 15 Oktober 2019, jika dibandingkan dengan harga kemarin sebesar Rp 754 ribu per gram.Kompas/Alif Ichwan15-10-2019

Analis Pasar Modal Stocknow.id, Hendra Wardana, menilai pencapaian Antam tidak terlepas dari lonjakan permintaan di tengah ketidakpastian global yang mendorong investor untuk beralih ke aset safe haven. Selain itu, Antam juga mencatat tonggak penting dengan menerima pengiriman perdana emas dari PTFI, memperkuat rantai pasokan domestik dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku.

Menurut Hendra, sejumlah faktor menjadi pendorong utama lonjakan volume penjualan emas Antam. Pertama, harga emas dunia yang mencetak rekor tertinggi telah meningkatkan daya tarik emas sebagai instrumen investasi, terutama di tengah volatilitas pasar saham dan ketidakpastian ekonomi global.

Kedua, strategi bisnis Antam yang semakin solid dalam memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan efisiensi produksi berperan penting dalam pencapaian ini. Ketiga, kerja sama strategis dengan Freeport memungkinkan Antam memperoleh pasokan emas tambahan, sehingga dapat memenuhi lonjakan permintaan dari pasar domestik maupun internasional.

Ke depan, tren kebutuhan emas diproyeksikan tetap tinggi. Hal ini didorong oleh meningkatnya minat investasi terhadap aset lindung nilai. Ketidakpastian geopolitik, inflasi global, dan kebijakan moneter dari bank sentral dunia, termasuk The Fed, berpotensi terus menopang kenaikan harga emas.

Permintaan emas fisik dari sektor perhiasan dan industri juga diperkirakan stabil, sementara tren investasi ritel dan institusional terhadap emas akan semakin meningkat. Dengan faktor-faktor ini, harga emas masih berpotensi melanjutkan tren bullish dalam jangka menengah hingga panjang.

Pedagang emas di Pasar Cikini, Jakarta Pusat, menata batangan logam mulia Antam yang dijualnya, Kamis(10/3/2022). Berdasarkan data di laman Logammulia.com yang dikelola PT Antam Tbk, harga emas per Rabu yakni Rp 1.010.000 per gram, turun Rp 26.000 dari hari sebelumnya. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO (TOK) 10-03-2022 *** Local Caption ***
Quote

Kalau inflasi tinggi, orang pasti akan beralih ke investasi emas. Karena harga emas itu selalu di atas inflasi.

Kekhawatiran inflasi

Dari sisi perekonomian, kenaikan harga emas dan volume penjualan yang tinggi dapat memberikan dampak ganda. Di satu sisi, sektor industri logam mulia akan mendapatkan keuntungan besar, mendorong pertumbuhan emiten seperti Antam dan meningkatkan kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional. Peningkatan ekspor emas juga dapat berkontribusi terhadap neraca perdagangan Indonesia.

Namun, di sisi lain, lonjakan harga emas bisa menjadi indikasi meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi global, yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat serta kebijakan moneter dalam negeri.

Secara teknikal, saham Antam masih menarik untuk di-trading-kan. Dengan harga emas yang terus menguat dan prospek bisnis yang semakin solid, saham ini memiliki potensi kenaikan dengan target pertama di 1.655 dan take profit kedua di level 1.765, sementara batasan stop loss berada di 1.480. Hal ini mencerminkan optimisme pasar terhadap kinerja perusahaan dan prospek industri emas yang cerah dalam beberapa waktu ke depan.

Melihat dinamika ini, sinergi antara Antam dan Freeport menjadi langkah strategis dalam memperkuat industri emas nasional. Dengan pasokan yang lebih stabil, kapasitas pemurnian yang lebih besar, serta peningkatan permintaan yang berkelanjutan, Antam berada dalam posisi yang kuat untuk mempertahankan kinerja positifnya. Sementara itu, bagi investor, emas tetap menjadi pilihan utama dalam menghadapi ketidakpastian global, baik dalam bentuk investasi fisik maupun saham emiten tambang emas seperti Antam.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menambahkan bahwa harga emas terus terdogkrak naik karena pengaruh perang dagang antara China dan Amerika Serikat yang berdampak pada ekonomi global. ”Nah, ini yang membuat akhirnya masyarakat ketakutan sehingga mereka kembali ke safe haven. Selain itu, dengan adanya perang dagang ini akan terjadi inflasi. Kalau inflasi tinggi, orang pasti akan beralih ke investasi emas. Karena harga emas itu selalu di atas inflasi,” tambahnya.

Damian, karyawan swasta di Jakarta yang mulai berinvestasi emas, Selasa (7/1/2024). Ia menggunakan dompet digital untuk menabung emas.

Selain itu, pasar emas juga terpengaruh oleh situasi keamanan di Timur Tengah yang kembali memanas hingga perang Rusia dan Ukraina. ”Karut-marut ini dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan pembelian terhadap logam mulia. Ya, karena kita lihat bahwa emas dunianya pun juga terus mengalami kenaikan. Di sisi lain terjadi pelemahan rupiah,” ucapnya.

Namun, pelemahan rupiah pun diprediksi tidak akan terlalu tajam. ”Karena ada kemungkinan dalam tahun ini, tiga kali, Bank Indonesia akan menurunkan suku bunga untuk menahan laju global yang begitu kuat dengan cara menurunkan suku bunga. Sehingga range-nya pun juga kemungkinan besar di Rp 16.000-Rp 16.500. Karena pemerintah dan Bank Indonesia terus melakukan intervensi. Yang membuat akhirnya harga logam mulia sedikit tertahan,” tambah Ibrahim.

Ibrahim masih sangsi apakah harga emas akan terus naik. Namun, harga emas dunia akan semakin terdongkrak apabila Bank Sentral China menurunkan suku bunga, kemudian menggelotorkan stimulus. ”Apakah semester pertama itu akan menyentuh di level 3.050 (dollar AS per troy ons) sebagai batasan resisten kunci. Kalau seandainya 3.050 tercapai di semester pertama, saya masih bisa berekspetasi di semester kedua itu mencapai di level 3.200,” ujar Ibrahim.

Di sisi lain, peningkatan pembelian logam mulia sebagai cadangan devisa juga terus meningkat tajam, terutama China, India, Eropa, dan Amerika. Pada 2024, pembelian emas batangan cukup tinggi, didorong perang yang melibatkan Israel. Namun, volume transaksi pada 2025 diperkirakan tak sebesar 2024.

”Walaupun mengalami kenaikan, kenaikannya tidak terlalu signifikan dibandingkan tahun 2024 yang begitu dahsyat, masalah geopolitiknya,” tambah Ibrahim.

Pada perdagangan Jumat (14/2/2025), Ibrahim menyebut nilai tukar rupiah mengalami penguatan. Rupiah ditutup menguat 110 poin di level Rp 16.251 per dollar AS. Rupiah menguat signifikan karena pasar berekspetasi terhadap meredanya perang dagang seiring dengan keputusan presiden AS Donald Trump menunda tarif imbal balik kepada mitra dagang hingga April mendatang. Selain itu, menurut Ibrahim, ada potensi kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina yang membuat ketegangan geopolitik memudar dan kondisi fundamental ekonomi kembali ke normal.


Kerabat Kerja

Penulis:

Mawar Kusuma Wulan
 | 

Editor:

Maria Susy Berindra