Anomali terjadi di semifinal Piala Dunia Antarklub. Tiket semifinal yang biasanya laku keras, meski mahal, kini justru didiskon besar-besaran.
07 Jul 2025 13:33 WIB · Olahraga
NEW JERSEY, SENIN — Dalam kondisi normal, harga tiket suatu turnamen bergengsi biasanya akan naik mendekati akhir penyelenggaraan. Hal sebaliknya terjadi pada laga semifinal Piala Dunia Antarklub yang mempertemukan Chelsea dan Fluminense di Stadion Metlife, New Jersey, Amerika Serikat, Rabu (9/7/2025). Alih-alih mahal dan tetap laku keras, harga tiket justru dipangkas lebih dari separuhnya.
Tiket Chelsea kontra Fluminense sebelumnya dihargai 474 dollar AS (sekitar Rp 7,6 juta). Harga tiket kemudian dipotong secara besar-besaran menjadi 13,40 dollar AS (Rp 217.000) hanya dalam waktu kurang dari tiga hari. Langkah memangkas tiket semifinal ini ditempuh FIFA untuk mendongkrak kehadiran penonton di stadion. Isu sepinya penonton di stadion telah mewarnai penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub sejak hari pertama.
Stadion yang sepi penonton adalah mimpi buruk bagi FIFA karena akan memengaruhi persepsi publik dan juga calon sponsor untuk Piala Dunia 2026. Bagaimanapun, Piala Dunia Antarklub akan menjadi cerminan penyelenggaraan Piala Dunia tahun depan. Gejala sepi penonton sangat mungkin terulang dan itu akan menurunkan minat calon sponsor menjadi bagian di dalamnya.
Piala Dunia Antarklub dengan konsep baru yang jumlah pesertanya diperbanyak menjadi 32 tim dari sebelumnya tujuh telah memantik kontroversi. Dengan bertambahnya jumlah tim peserta, waktu penyelenggaraan juga makin lama. Pada akhirnya, pesepak bola yang semestinya mendapat waktu beristirahat di pengujung kompetisi masih harus bekerja keras di Piala Dunia Antarklub.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/07/3e87652b22dd7c7c59e09a2d0e3bc35e-wires_photo_2025_07_07T132705.517.jpg)
Di samping itu, langkah FIFA menyelenggarakan Piala Dunia Antarklub di AS kurang tepat. Warga AS tidak begitu rutin menyaksikan sepak bola yang kalah populer dibandingkan basket, rugbi, dan bisbol.
Ditambah lagi Piala Dunia Antarklub tidak membawa sentimen nasionalisme sehingga berpotensi lebih sepi peminat. Belum lagi penyelenggaraannya yang berbarengan dengan Piala Emas CONCACAF sehingga membuat pasar teramat jenuh. Rata-rata jumlah kehadiran penonton pada fase penyisihan grup hanya 35.000 orang.
Faktor-faktor itu menjadi penyebab mengapa tiket laga semifinal Chelsea dan Fluminense yang sepi peminat harus dipangkas sedemikian banyak. Namun, pemangkasan harga tiket tidak terjadi pada laga semifinal lainnya yang mempertemukan Real Madrid dan Paris Saint-Germain.
Laga akbar antara juara Liga Champions Eropa dua musim terakhir itu menyedot antusiasme penonton sehingga tiket tetap dihargai paling murah 200 dollar AS.
FIFA berdalih langkah memangkas harga tiket diambil karena mengikuti situasi pasar di AS. Hal itu tidak masalah karen memang sejak awal harga tiket bersifat dinamis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/30/51490f130f8b8c21df6d7b3f60226d16-2222654848.jpg)
”Harga yang bervariasi telah diterapkan pada penjualan tiket masyarakat umum untuk semua pertandingan dalam kompetisi tersebut sejak dimulainya penjualan tiket pada akhir tahun 2024. Artinya, harga tiket telah dan akan terus disesuaikan berdasarkan permintaan dan ketersediaan untuk setiap pertandingan,” kata FIFA.
Selain menurunkan harga, FIFA juga mengerahkan para sukarelawan di Piala Dunia Antarklub untuk menyiasati banyaknya bangku kosong di stadion. Menurut laporan dari The Athletic, FIFA mengirim e-mail kepada para sukarelawan yang isinya menawarkan empat tiket pertandingan perempat final secara cuma-cuma. Tiket gratis meliputi semua pertandingan perempat final, kecuali Real Madrid kontra Borussia Dortmund.
Padahal, para sukarelawan sebelumnya sudah diberi tahu saat sesi pelatihan bahwa tidak akan ada keuntungan berupa tiket gratis kepada mereka. Namun, kebijakan berubah melihat kenyataan sepinya minat penonton di Piala Dunia Antarklub.
Para sukarelawan bisa menonton pertandingan dengan tiket gratis, tetapi tidak diperkenankan menggunakan seragam. Dengan begitu, ada kesan bahwa yang datang menonton bukanlah sukarelawan, melainkan masyarakat umum.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/23/77dda605837801b6c67b3d52ad4652d4-FOC_SOC_SPO_REAL_MADRID_CF_V_AL_HILAL_GROUP_H_FIFA_CLUB_WORLD_130637406.jpg)
FIFA tidak berkomentar banyak mengenai pembagian tiket gratis kepada sukarelawan. FIFA hanya menyebutkan bahwa tiket itu sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi para sukarelawan.
”Para sukarelawan sangat penting untuk penyelenggaraan setiap turnamen FIFA dan sebagai tanda penghargaan atas kerja keras dan dedikasi mereka, tidak jarang mereka ditawari pengalaman menghadiri pertandingan langsung jika ada kesempatan. FIFA bangga dengan 8.000 sukarelawan yang memberikan dukungan mereka untuk Piala Dunia Antarklub FIFA perdana dan mengundang mereka untuk menghadiri pertandingan sejalan dengan inisiatif serupa yang dilaksanakan pada kompetisi FIFA sebelumnya,” kata FIFA dalam tanggapannya.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji