Menjelang pemakaman, peti jenazah Paus Fransiskus disegel dalam upacara tertutup. Misa pemakaman akan dilangsungkan di lapangan Santo Petrus.
26 Apr 2025 10:18 WIB · Internasional
VATIKAN, SABTU - Masa tiga hari persemayaman jenazah Paus Fransiskus sudah selesai pada Jumat (25/4/2025). Pada Sabtu (26/4/2025) pagi waktu setempat, Paus Fransiskus akan dimakamkan di Basilika Santa Maggiore di Roma, Italia.
Begitu pelayat terakhir selesai memberikan penghormatan akhir kepada Paus Fransiskus dan meninggalkan Basilika Santo Petrus pada Jumat malam, Vatikan menggelar upacara khusus. Upacara tersebut, menurut laporan Vatican News, adalah upacara untuk menutup peti jenazah.
Camerlengo atau Kepala Rumah Tangga Kepausan Kardinal Kevin Farrell memimpin upacara tertutup itu. Ia memulainya dengan membaca dokumen tentang tahapan kehidupan Jorge Mario Bergoglio dan kegiatan terpentingnya sebagai Paus. Dokumen itu disebut rogito.
Disebutkan bahwa Paus ke-266 “tetap berada di hati Gereja dan seluruh umat manusia”. Di antara tonggak sejarah yang disebutkan adalah masa tinggalnya di Jerman pada akhir tahun 1980-an dan pekerjaannya yang beragam di Argentina.
“Dia adalah seorang pastor yang sederhana dan populer di keuskupan agungnya, yang bepergian jauh dan luas dengan metro dan bus. Dia tinggal di sebuah flat dan menyiapkan makanannya sendiri karena dia merasa seperti orang normal,” demikian di antaranya disebutkan dalam dokumen itu.
Usai pembacaan dokumen, penutupan peti mati dimulai. Sejumlah ritual dilakukan sebelum peti benar-benar disegel.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/26/12c0f025-186f-4ace-a254-445b28858f30_jpg.jpg)
Uskup Agung Diego Ravelli membentangkan kain sutra putih di atas wajah Paus. Kardinal Farrell memerciki Fransiskus dengan air suci. Sebuah tas berisi koin dan medali yang dicetak selama masa kepausannya kemudian ditempatkan di peti jenazah bersama Paus.
Penutup peti mati seng tersebut kemudian dipasang, bersama dengan salib dan lambang kebesaran Fransiskus, serta sebuah plakat dengan nama Paus dan lamanya hidupnya serta pelayanan Petrus. Nyanyian mazmur dilantunkan mengiringi pemasangan itu.
Segel dari Camerlengo dan Prefektur Rumah Tangga Kepausan, Kantor Perayaan Liturgi dan Kapitel Vatikan kemudian dicetak. Peti mati kayu, dengan salib dan lambang kebesaran Paus yang telah meninggal, kemudian disegel.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/26/9a8f6c77-8e0d-410d-ae07-6b4f81282bc5_jpg.jpg)
Selanjutnya sejumlah program resmi untuk upacara pemakaman akan digelar pada Sabtu pagi ini. Pada pukul 05.30 pagi waktu setempat atau pukul 10.30 WIB, alun-alun Santo Petrus mulai dibuka.
Tamu-tamu penting yang hendak mengikuti upacara pemakaman dijadwalkan mulai hadir. Presiden AS Donald Trump dan istrinya Melania dijadwalkan tiba di Lapangan Santo Petrus pukul 09.30 waktu setempat atau 14.30 WIB.
Vatikan menyatakan, sekitar 164 delegasi dikonfirmasi menghadiri misa pemakaman. Di antaranya adalah 54 kepala negara dan 12 penguasa yang berkuasa.
Selain Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Argentina Javier Milei, dikonfirmasi hadir. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Pangeran William, Raja Felipe VI dan Ratu Letizia dari Spanyol, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orbán, serta Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva merupakan sebagian tokoh penting yang juga akan menghadiri misa pemakaman. Mereka akan memberikan penghormatan terakhir kepada Paus.
Misa pemakaman akan dimulai pukul 10.00 waktu setempat atau 15.00 WIB. Misa pemakaman dipimpin oleh Giovanni Battista Re dari Italia, dekan Dewan Kardinal.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/26/3da12235-ca94-428b-a66b-5210ca331c6e_jpg.jpg)
Peti jenazah Fransiskus yang terbuat dari kayu dan seng, yang disegel pada Jumat malam, akan ditempatkan di depan basilika. Tepatnya di depan altar sementara yang ditinggikan.
Di sebelah kiri peti jenazah, menghadap ke Lapangan Santo Petrus, akan duduk para kardinal berjubah merah. Di sebelah kanan, utusan resmi dari seluruh dunia, duduk sesuai urutan abjad.
Misa pemakaman akan berlangsung sekitar 90 menit. Sebanyak 224 kardinal dan 750 pastor dan uskup menghadiri misa.
Secara kronologis, misa dimulai dengan pembacaan teks liturgi, khotbah oleh kardinal, doa universal dalam beberapa bahasa, konsekrasi roti dan anggur, para peserta misa saling bertukar tanda perdamaian atau jabat tangan, ekaristi, hening sejenak, dan diikuti selebran memercikkan air suci ke Paus.
Begitu misa berakhir, peti jenazah akan dibawa ke dalam Basilika Santo Petrus.
Sekitar pukul 11.30 waktu setempat atau 16.30 WIB, peti jenazah akan dibawa ke Basilika Santa Maria Maggiore, di Roma. Di sana, jenazah Fransiskus akan dimakamkan.
Para pelayat tidak dapat mengikuti prosesi pemakaman. Akan tetapi masyarakat umum dapat menyaksikan iring-iringan peti jenazah lewat dari balik penghalang besi yang dipasang di sepanjang rute.
Mobil jenazah akan menempuh jarak sekitar empat kilometer dengan kecepatan lambat melalui jalan-jalan di Roma. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 30 menit.
Iring-iringan mobil jenazah akan melewati sejumlah rute. Iring-iringan dimulai dari Porta del Perugino (gerbang barat keluar Kota Vatikan), lalu menyeberangi Sungai Tiber, melewati Corso Vittorio Emanuele, Piazza Venezia, Via dei Fori Imperiali, Colosseum, Via Labicana, dan melewati Via Merulana.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/26/3dadad94-abce-4555-8732-d73ea02c8caf_jpg.jpg)
Pukul 12.00 waktu setempat atau 17.00 WIB peti jenazah tiba di Santa Maria Maggiore. Sekelompok “orang miskin dan yang membutuhkan” akan menyambut kedatangan peti jenazah Paus Fransiskus.
Kardinal Kevin Farrell, camerlengo yang bertugas menjalankan urusan sehari-hari Vatikan hingga paus baru terpilih, akan memimpin upacara pemakaman. Adapun upacara dilakukan secara tertutup.
Pukul 12.50 atau 17.50 WIB, Presiden Trump meninggalkan Lapangan Santo Petrus dan menuju bandara Fiumicino di Roma. Ia dijadwalkan terbang kembali ke AS pada Sabtu petang waktu setempat.
Selama masa tiga hari persemayaman jenazah Paus Fransiskus, Vatikan mencatat sebanyak 250.000 umat beriman dan peziarah datang ke Basilika Santo Petrus. Mereka rela antre berjam-jam untuk bisa memberikan penghormatan akhir kepada Paus Fransiskus.
Paus Fransiskus wafat, Senin (21/4/2025) karena stroke, koma, dan serangan jantung pada usia 88 tahun. Jenazah Paus Fransiskus kemudian dibaringkan di peti terbuka dan sempat disemayamkan di kediamannya di Casa Santa Martha.
Dari foto-foto resmi yang dirilis Vatikan, terlihat Paus Fransiskus dibaringkan dengan jubah merah, mahkota uskup yang runcing, dan rosario dililitkan di tangannya.
Kemudian pada Rabu (23/4/2025) jenazah Paus Fransiskus yang terbaring dalam peti tiba di Basilika Santo Petrus. Jenazah Paus Fransiskus dipindahkan ke Basilika Santo Petrus untuk persemayaman selama tiga hari.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/26/10be8bdf-192f-4f7a-a983-af2384f464c4_jpg.jpg)
Mulai Rabu (23/4/2025) hingga Jumat (25/4/2025) umat beriman dan peziarah diperbolehkan memberikan penghormatan akhir kepada Paus Fransiskus. Vatikan mencatat setidaknya 250.000 umat beriman dan peziarah mengantre selama tiga hari itu.
Jumlah umat beriman dan peziarah yang lebih banyak dari perkiraan, mendorong Vatikan memperpanjang jam buka basilika tersebut. Basilika Santo Petrus dibuka hingga malam hari.
Angele Bilegue, seorang biarawati, termasuk di antara pelayat terakhir. Ia sampai tiga kali memberikan penghormatan terakhirnya. Waktu memberikan penghormatan terakhir di kediaman Paus di Santa Marta Domus, ia berdoa enam jam di samping peti jenazah.
“Ia adalah teman saya, jadi saya pergi untuk terakhir kalinya untuk mengucapkan selamat tinggal. Saya menangis,” kata Bilegue.
Pergantian Garda Swiss yang berjaga di samping peti jenazah Fransiskus yang terbuka, menandai berakhirnya masa penghormatan terakhir bagi Paus. Sabtu ini, Paus Fransiskus dimakamkan dengan sepatu hitamnya yang sudah usang, termasuk bekas lecet di ujung sepatu, yang melambangkan kehidupan sederhana yang ia anut. (AP/AFP)
Penulis:
Helena Fransisca NababanEditor:
Kris Mada