Striker Harry Kane menjadi pahlawan kemenangan bagi Inggris dengan dua gol yang dicetaknya ke gawang RD Kongo pada laga 32 besar Piala Dunia 2026.
02 Jul 2026 13:37 WIB · Olahraga
AFP
Skenario runtuhnya raksasa nyaris kembali tersaji saat Republik Demokratik Kongo membuat Inggris kalang kabut pada laga 32 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta, Georgia, Rabu (1/7/2026). Beruntung, pasukan Thomas Tuchel memiliki Harry Kane, jimat yang menyelamatkan mereka dari kekalahan memalukan.
Hingga menit ke-75, Inggris masih tertinggal 0-1 akibat gol cepat Brian Cipenga pada menit ke-7. Segala upaya ”Tiga Singa” untuk menyamakan kedudukan terus menemui jalan buntu, terutama karena penampilan gemilang penjaga gawang RD Kongo, Lionel Mpasi, di bawah mistar. Dalam situasi kritis tersebut, Inggris membutuhkan sosok penyelamat demi mencegah memori kelam Eslandia 2016 terulang kembali.
Hingga akhirnya, dua gol menawan kapten Harry Kane muncul juga. Dua gol itu tidak hanya menghindarkan Inggris dari kekalahan memalukan, tetapi juga mengunci tiket ke babak 16 besar. Mengakhiri laga dengan kemenangan tipis, 2-1, Inggris bakal menantang tuan rumah Meksiko di stadion legendaris, Stadion Azteca, Mexico City.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/02/73c4070b9cb60baab064840113b273af-wires_photo_52.jpg)
Sepanjang karier sepak bolanya, Kane telah menciptakan begitu banyak momen magis. Namun, bisa jadi tidak ada yang seistimewa dan sebermakna momen yang baru saja tercipta di Atlanta.
Ketika pertandingan menyisakan 15 menit, Kane akhirnya pecah telur dan menaklukkan Mpasi. Memanfaatkan umpan silang Anthony Gordon, tandukan keras sang kapten sebenarnya sempat mengenai tangan Mpasi. Namun, derasnya laju bola membuat si kulit bulat tetap meluncur masuk ke gawang RD Kongo.
Kemudian saat laga hanya tersisa empat menit, Kane membuktikan kelasnya sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia. Kembali menerima umpan matang dari Gordon di dalam kotak penalti, ia mengecoh bek RD Kongo untuk menciptakan ruang tembak.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/02/801b17372207bdddddce9e4848baa21a-Congo_England_WCup_Soccer.jpg)
Lewat kaki kanannya, Kane kemudian melepaskan tembakan keras yang menghunjam pojok kanan gawang. Kali ini, Mpasi hanya bisa terpaku melihat bola bersarang di jalanya.
Kane sebelumnya telah mengoleksi tiga gol sehingga dengan tambahan dua gol tersebut, ia kini bersaing ketat dalam perburuan Sepatu Emas. Penyerang Argentina, Lionel Messi, dan striker Perancis, Kylian Mbappe, masih memimpin daftar pencetak gol terbanyak dengan enam gol.
Di luar kecerdikan Kane, Inggris sebenarnya kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya. Mereka seperti tim yang kurang persiapan dan tidak mengetahui lawan akan bermain seperti apa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/02/f12ebe619aa88d7877384fe04430f76e-wires_photo_53.jpg)
Kebingungan itu terlihat jelas pada menit-menit awal. RD Kongo justru tampil lebih menekan, tidak seperti prediksi sebelumnya bahwa mereka akan memakai skema blok pertahanan rendah. Bermain dengan pola 4-1-4-1, RD Kongo membuat pemain Inggris kebingungan. Puncak buruknya koordinasi timnas Inggris dibuktikan lewat gol Cipenga.
Setelah gol itu, Inggris berusaha keras menyamakan kedudukan. Namun, performa heroik Mpasi membuat para pemain Inggris benar-benar frustrasi.
Kiper Le Harve, Ligue 1 Perancis, itu melakukan tiga penyelamatan gemilang pada babak pertama, dua di antaranya menggagalkan sundulan jarak dekat Jude Bellingham. Ia berhasil menghalau tendangan voli keras Kane di babak kedua.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/02/7cb1e20939fae389c8d7cc1a1c9988b5-wires_photo_55.jpg)
Mengejar ketinggalan, Pelatih Inggris Thomas Tuchel pun melakukan pergantian untuk mempertajam serangan dengan memasukkan Gordon dan Bukayo Saka menggantikan Marcus Rashford dan Noni Madueke pada menit ke-61.
Keputusan Tuchel tersebut terbukti tepat. Gordon, yang akan memperkuat Barcelona musim depan, berhasil membuka kebuntuan Inggris.
Itu seperti memupus penampilan penuh kritik pada Gordon di dua laga pertama Inggris yang membuatnya harus duduk di bangku cadangan. Di laga melawan RD Kongo, dia memberi dua asis untuk memulangkan tim lawan itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/02/0cc9b8c9db70bacd80ba2d230aba7021-wires_photo_51.jpg)
Kane mengatakan sudah tahu bahwa laga ini akan berat, apalagi setelah tim tertinggal. Kiper RD Kongo juga melakukan penyelamatan gemilang dan Kane merasa bahwa mungkin ini bukan hari yang baik buat Inggris.
”Namun, saya bangga pada tim karena tetap percaya dan menempatkan bola di tempat yang tepat. Kami tahu kami akan memiliki momen pahlawan, dan untungnya, itu saya,” kata Kane selepas laga.
Mengenai pertandingan babak 16 besar melawan Meksiko, Kane menhatakan bahwa itu akan kembali menjadi laga yang berat bagi Inggris. Terlebih, tim lawan akan mendapat dukungan penuh sebagai tuan rumah.
”Atmosfernya akan luar biasa, akan sangat berat. Namun, pada akhirnya, jika ingin juara dunia, harus melewati laga berat, melawan tim berat. Jadi, kami harus siap. Akan tetapi, untuk saat ini kami hanya ingin menikmati kemenangan ini,” tutur Kane.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/02/8bce5ee5fda5d5aa6fffc1abbf3856cc-England_v_Congo_DR__Round_Of_32_FIFA_World_Cup_2026.jpg)
Sementara itu, Tuchel mengatakan, kebobolan pada menit awal membuat para pemain kesulitan mengembangkan permainan. Namun, para pemain terus berusaha menciptakan peluang dan semakin lama laga berjalan, permainan mereka semakin berkembang.
”Tim ini menolak kalah. Mereka tidak menerimanya. Saya bangga karena mereka melakukan apa yang dibutuhkan. Kami layak memenangi laga,” kata Tuchel pada jumpa pers selepas laga.
Mengenai pertandingan 16 besar melawan Meksiko, Tuchel mengatakan belum memikirkan hal tersebut. Hanya saja, ia tahu bahwa pertandingan tersebut akan sangat berat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/02/b36a9c917fef9986a6240c995966c570-wires_photo_54.jpg)
”Belum, saya baru saja datang dari laga ini dan mencoba menikmati kemenangan. Namun, ini akan menjadi laga yang paling indah karena harus melawan Meksiko di Azteca,” ujar Tuchel.
Menurut Tuchel, akan ada banyak tantangan mereka hadapi pada laga itu, salah satunya soal ketinggian lokasi pertandingan. ”Soal faktor ketinggian (altitude) tentu saja menjadi kerugian besar, karena secara fisik kami tidak bisa beradaptasi hanya dalam empat hari. Itu sangat mustahil. Jadi, rintangan-rintangan lain mungkin akan datang. Namun, kami siap untuk itu,” kata Tuchel.
Penulis:
Prasetyo Eko Prihananto dari Amerika SerikatEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar