Hasan Nasbi Mundur, Pelat RI 33-10 Kepala PCO Dikembalikan Pekan Lalu

Ada persoalan yang tidak bisa diatasi sehingga Hasan Nasbi memutuskan mundur dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.

29 Apr 2025 14:29 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nina Susilo

JAKARTA, KOMPAS — Hasan Nasbi akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya. Surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto berikut segala fasilitas yang diberikan kepadanya sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau PCO disampaikan Senin (21/4/2025) melalui Menteri Sekretaris Negara.

Pengunduran diri ini disampaikan melalui akun media sosial Total Politik, Selasa (29/4/2025). ”Teman-teman semua, hari Senin tanggal 21 April 2025 adalah hari terakhir saya menjalani aktivitas di Kantor Komunikasi Kepresidenan. Itu sebabnya hari itu diabadikan. Saya meminta adik-adik dari Total Politik mendokumentasikan aktivitas terakhir saya,” katanya.

Hasan beberapa kali menyampaikan bahwa akan mengundurkan diri apabila sudah tak mampu mengatasi persoalan. Namun, tidak dijelaskan persoalan apa yang tidak mampu lagi ia atasi.

”Sudah pernah saya sampaikan kepada khalayak bahwa kalau ada sesuatu yang sudah tidak bisa lagi saya atasi atau kalau ada persoalan yang sudah di luar kemampuan saya, maka tidak perlu ribut-ribut, tidak perlu heboh-heboh, kita pun harus tahu diri dan kemudian mengambil keputusan untuk menepi. Maka pada hari ini, 21 April 2025, sepertinya saat itu sudah tiba,” katanya.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi memberikan keterangan pers di Gedung Sekretariat Negara, Jalan Veteran III, Jakarta, Selasa (10/9/2024).

Surat pengunduran diri Hasan ditandatangani hari Senin itu dan dikirimkan kepada Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet. Ia pun menegaskan, keputusannya tidak tiba-tiba ataupun emosional.

”Kesimpulan saya sudah sangat matang bahwa sudah saatnya menepi ke luar lapangan dan duduk di kursi penonton, memberikan kesempatan kepada figur yang lebih baik untuk menggantikan posisi bermain di lapangan,” katanya.

Dalam tayangan hari terakhirnya bekerja itu, Hasan menyebut pilihan ini adalah jalan terbaik yang dipikirkan dalam suasana yang amat tenang dan demi kebaikan komunikasi pemerintah di masa yang akan datang. Selain mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang sudah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi bagian dari anggota Kabinet Merah Putih, dia juga memohon maaf.

Quote

Kesimpulan saya sudah sangat matang bahwa sudah saatnya menepi ke luar lapangan dan duduk di kursi penonton, memberikan kesempatan kepada figur yang lebih baik untuk menggantikan posisi bermain di lapangan.

Ia berkomitmen akan membantu bila diminta pada masa transisi kepemimpinan di Kantor Komunikasi Kepresidenan. ”Jika dibutuhkan, sekali lagi jika dibutuhkan, saya pun dengan senang hati membantu proses transisi tersebut,” tambahnya.

Pengumuman ini dikonfirmasi Hasan Nasbi.

Adapun dalam pantauan Kompas, Hasan tak hanya menyampaikan surat pengunduran diri, Senin pekan lalu. Dia juga mengembalikan segala fasilitas yang diberikan kepadanya sebagai Kepala PCO, seperti pelat nomor RI 33-10, patroli pengawalan, ataupun pin jabatan Kepala PCO.

Kabar pengunduran dirinya itu sesungguhnya sudah terdengar sejak 16 April lalu. Namun, pengajuannya ditolak dalam rapat dengan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Disebutkan pengunduran diri ini terjadi akibat seretnya anggaran untuk institusi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO). Tak hanya itu, Kepala PCO pun relatif tak pernah dilibatkan dalam rapat-rapat di Istana. Dalam pantauan Kompas, Kepala PCO biasanya turut hadir dalam Sidang Kabinet Paripurna.

Isu penggantian kepala PCO mulai muncul setelah publik menilai komunikasi pemerintah buruk. Sosok Hasan pun menjadi kontroversi setelah memberikan tanggapan yang dinilai publik tidak empatik terhadap teror kepada sebuah media massa.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo
 | 

Editor:

C. Wahyu Haryo P
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari