Hattrick Final Gregoria di Kumamoto Masters

Bagai punya ikatan dengan Kumamoto Masters, Gregoria Mariska Tunjung selalu mencapai final turnamen itu. Gregoria akan berhadapan dengan Ratchanok Intanon di final.

15 Nov 2025 17:55 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

KUMAMOTO, SABTU — Gregoria Mariska Tunjung, satu-satunya pebulu tangkis Indonesia yang bertahan sejak perempat final Kumamoto Masters, menaikkan peluangnya untuk menjadi juara. Gregoria akan berebut gelar juara tunggal putri dengan Ratchanok Intanon pada laga final.

Pertandingan melawan Intanon, yang akan berlangsung di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Jepang, Minggu (16/11/2025), menjadi final ketiga beruntun bagi Gregoria di Kumamoto Masters. Turnamen dengan level BWF World Tour Super 500 ini belum lama diselenggarakan, yaitu sejak 2023. Sejak saat itu pula, Gregoria bermain di Kumamoto dan selalu menembus final.

Dia menjadi salah satu pemain yang menjuarai edisi pertama setelah mengalahkan Chen Yu Fei di final. Adapun pada tahun berikutnya, Gregoria kalah dari Akane Yamaguchi. Laga melawan Yamaguchi itu menjadi final terakhir Gregoria sebelum kembali ke turnamen yang sama, setahun kemudian, dan akan bermain di final lagi. Pada semifinal, Sabtu, tunggal putri ranking ke-11 dunia itu menang dengan skor 21-16, 21-14.

”Final ketiga beruntun di Kumamoto Masters, senang dan tidak menyangka. Pencapaian yang sangat berarti karena ini merupakan tahun yang berat untuk saya setelah sempat rehat beberapa kali karena sakit,” komentar Gregoria.

Pada 2025, performa Gregoria terganggu vertigo yang membuatnya pusing, kehilangan keseimbangan, hingga muntah. Kondisi yang berulang kali dialami ini membuat Gregoria absen dari turnamen pada pertengahan April hingga pertengahan Juli, salah satunya pada kejuaraan beregu campuran, Piala Sudirman, di China, Mei. Gangguan itu juga membuatnya batal tampil di Hong Kong Terbuka dan China Masters, September.

Maka, seperti dikatakannya sebelum semifinal, langkah kecil ini sangat berarti baginya. Dia pun ingin memanfaatkan peluang yang pertama kali didapat pada setahun terakhir ini dengan berjuang semaksimal mungkin. ”Tekadnya ingin juara, tetapi saya mau fokus pada prosesnya dulu. Bermain maksimal dan menikmati pertandingan, tidak terlalu memikirkan hasilnya,” kata Gregoria yang berterima kasih pada penonton yang mendukungnya di stadion.

Gregoria Mariska Tunjung memenangi perempat final turnamen Kumamoto Masters di Jepang, Jumat (14/11/2025).

Pertemuan Gregoria dengan Intanon akan menjadi yang ke-13 sejak mereka pertama kali bertemu pada babak kedua Indonesia Terbuka 2018 di Jakarta. Dia selalu kesulitan menghadapi juara dunia 2013 yang terkenal memiliki kualitas pukulan yang sangat baik, footwork-nya yang ”ringan” bagai penari balet tersebut. Gregoria selalu kalah pada delapan pertemuan secara beruntun.

Butuh penantian enam tahun bagi Gregoria untuk bisa mengalahkan Intanon, sejak pertemuan pertama di Istora, Gelora Bung Karno, Jakarta. Kemenangan pertama didapatnya pada perempat final kejuaraan beregu Piala Uber 2024 di China.

Pada tahun itu, Gregoria unggul 3-1 atas Intanon dan mendapat kemenangan terpenting, yaitu pada perempat final Olimpiade Paris 2024 yang turut mengantarkannya meraih medali perunggu.

Dalam nomor lain, pemain Jepang memastikan diri mendapat gelar juara tunggal putra dengan akan bertemunya Kodai Naraoka dan Kenta Nishimoto. Pemain tuan rumah juga menempatkan wakil pada final ganda putri dan ganda campuran melalui Rin Iwanaga/Kie Nakanishi dan Hidori Midorikawa/Kyohei Yamashita.

Dalam turnamen Indonesia International Challenge di Yogyakarta, ”adik-adik” Gregoria menciptakan final sesama pemain Indonesia pada nomor tunggal putri. Mutiara Puspitasari, yang menjadi unggulan kedua, akan bersaing dengan rekan latihannya di pelatnas bulu tangkis, Cipayung, Jakarta, yakni Thalita Ramadhani Wiryawan.

Gregoria Mariska Tunjung mengalahkan Hina Akechi (Jepang) 23-21, 21-18 pada babak kedua turnamen Kumamoto Masters di Kumamoto, Jepang, Kamis (13/11/2025).

Mutiara melaju ke final setelah mengalahkan Siti Zulaikha (Malaysia) dengan skor 21-15, 21-13 pada semifinal. Adapun Thalita menang atas Tonrug Saeheng (Thailand) 21-7, 16-21, dan 21-18.

”Besok melawan senior sendiri, Mutiara. Saya mau bermain maksimal. Pastinya kami berdua akan menunjukkan yang terbaik,” ujar Thalita yang berusia 18 tahun dan setahun lebih muda dari Mutiara.

Final sesama pemain Indonesia juga akan terjadi di ganda campuran dan tunggal putra. Nomor tunggal putra, bahkan, menjadi persaingan pemain-pemain ”Merah Putih” pada semifinal ketika Prahdika Bagas Shujiwo mengalahkan Richie Duta Ricardo dengan skor 21-23, 24-22, 21-15 dan Bismo Raya Oktora menang atas Christian Adinata dengan skor 21-15, 23-25, 17-4. Christian tak dapat menyelesaikan pertandingan karena cedera.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto