Hilang Saat Bermain, Bocah Lima Tahun Ditemukan Tewas di Dalam Karung di Konawe Selatan

NN (5) ditemukan tewas di dalam karung di sekitar rumahnya di Konawe Selatan. Korban hilang saat bermain tiga hari sebelumnya.

13 Sep 2025 14:56 WIB · Kriminalitas

Oleh Saiful Rijal Yunus

KENDARI, KOMPAS — Seorang anak perempuan berumur lima tahun di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, yang berinisial NN ditemukan tewas setelah menghilang tiga hari. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam karung tidak jauh dari kediamannya. Polisi telah menahan satu orang terduga pelaku terkait dengan kejadian yang diduga kuat bermotif pelecehan seksual ini.

Kepala Polres Konawe Selatan Ajun Komisaris Besar Febri Syam menyatakan, setelah pencarian tiga hari, NN ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Sabtu (13/9/2025) sekitar pukul 08.00 Wita. Korban ditemukan dalam kondisi tewas di sebuah kebun di Desa Tolu Wonua, Mowila, Konawe Selatan.

”Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dan jenazahnya berada di dalam karung. Lokasinya di sebuah kebun sekitar 150 meter dari jalan utama,” kata Febri, di Kendari, Sabtu siang.

Korban diketahui hilang sejak Kamis (11/9/2025). Saat itu ia sedang bermain dengan rekan-rekannya di sebuah kebun warga. Namun, ia tidak kunjung pulang. Keluarga yang mencari juga tidak menemukan di tempat korban biasa bermain.

Seorang anak perempuan berumur 5 tahun ditemukan tewas di dalam karung di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Sabtu (13/9/2025). Korban sebelumnya dilaporkan hilang selama tiga hari terakhir saat bermain.

Pihak keluarga lalu melaporkan kejadian itu. Pencarian segera dilakukan. Tim pencari dan penolong (SAR) gabungan lalu mencarinya sejak Jumat pagi. Pada hari ketiga sejak hilang, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Pihak kepolisian, kata Febri, lalu melakukan langkah-langkah penyelidikan. Lokasi kejadian diamankan. Tim juga memeriksa barang bukti dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Jenazah korban lalu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari untuk otopsi. Hal itu untuk mengetahui apa yang dialami korban hingga penyebab meninggal dunia.

Sementara itu, terkait dengan terduga pelaku, kata Febri, pihaknya telah memeriksa tujuh saksi. Para saksi itu antara lain dari keluarga, tetangga, dan pihak yang diduga mengetahui kejadian tersebut. Dari pemeriksaan ada satu orang yang mengaku sebagai pelaku.

”Untuk pelaku kami belum bisa memberikan keterangan karena masih dalam pengumpulan bukti otentik. Pengakuan itu tidak bisa dijadikan patokan utama,” katanya.

Berdasarkan informasi dari sejumlah pihak, satu orang yang mengaku pelaku tersebut bernama A dan masih tetangga dekat korban. Penculikan dan pembunuhan korban diduga kuat bermotif pelecehan seksual.

Kapolres Konawe Selatan Ajun Komisaris Besar Febri Sam, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (13/9/2025).

Pudkal, ayah korban, menyampaikan, dirinya mengenal dekat terduga pelaku tersebut karena masih tetangga. Kediamannya dan rumah terduga pelaku hanya berjarak empat rumah.

”Info yang kami terima, ada tetangga yang mengaku sebagai pelaku, tetapi pada saat anak saya hilang, sandalnya memang ditemukan di depan rumah orang tersebut. Saya tidak terlalu akrab karena saya lebih banyak bekerja di luar,” ujarnya sambil terisak.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kendari Amiruddin menuturkan, pihaknya bersama SAR gabungan menerima laporan anak hilang sejak Kamis lalu. Pencarian telah berlangsung sejak Jumat hingga Sabtu (13/9/2025) ini.

Pada pukul 08.09 Wita, tim menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia terbungkus di dalam karung putih. Setelah penemuan tersebut, penanganan kasus diambil alih oleh pihak kepolisian.


Kerabat Kerja

Penulis:

Saiful Rijal Yunus
 | 

Editor:

Mukhamad Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji