Hindari Campak, Surabaya Gelar Pekan Imunisasi Serentak

Pekan Imunisasi Serentak akan berlangsung dari 15-30 September.  Kegiatan dilakukan khususnya untuk mencegah penyebaran campak.

15 Sep 2025 17:44 WIB · Kesehatan

Oleh Bahana Patria Gupta

Sejak pukul 08.00, Posyandu Garuda yang berada di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Jawa Timur, telah ramai oleh warga, Senin (15/9/2025). Mereka membawa serta anak. Setelah mendaftar, mereka antre untuk memeriksakan tumbuh kembang anak balita mereka.

Pagi itu merupakan jadwal pemeriksaan balita yang tinggal di kawasan RT 10, 11, dan 12. Selain pemeriksaan rutin bulanan, saat itu terasa spesial karena merupakan hari pertama Pekan Imunisasi Serentak yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Rencananya program imuniasasi akan berlangsung hingga 30 September mendatang.

Imunisasi bertujuan untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya terutama campak. Khusus Imunisasi Tambahan Campak (ITC) dilakukan di 26 wilayah puskesmas di Surabaya. Sementara untuk Imunisasi Kejar Serentak (IKS) untuk melengkapi imunisasi rutin yang terlewat di dilaksanakan di seluruh wilayah puskesmas di Surabaya.

Menuju Posyandu Garuda
Pendaftaran Pemeriksaan
Antre Pemeriksaan
Penimbangan Badan
Pengukuran Lingkar Kepala

Hal pertama yang dilakukan setelah melakukan pendaftaran adalah pemeriksaan pertumbuhan badan anak. Pemeriksaan tumbuh kembang ini terkait screening dan pencegahan stunting. Pemeriksaan tumbuh kembang dilakukan dengan cara anak ditimbang, diukur lingkar kepalanya, diukur tinggi badannya, juga diukur lingkar lengannya. Semua hasil pengukuran akan dicatat di buku yang telah disiapkan.

Setelah itu, kader posyandu yang bertugas akan mengecek apakah anak telah mendapatkan vaksin dasar, terutama campak. Saat ini Vaksin campak dinilai sangat penting terutama setelah terjadi ledakan kasus penyakit menular itu di Pulau Madura.

Kader Posyandu Bertugas
Menangis
Memeluk Ibu
Pengukuran Kepala dan Tinggi Badan
Buku Catatan Tumbuh Kembang

Kader Posyandu Tri Juliati tidak kalah sibuk. Selain bertugas sebagai kader posyandu, Tri juga bertugas sebagai Kader Imunisasi (karim). Sebagai Karim, Tri bertugas untuk melakukan sosialisasi sekaligus edukasi kepada warga akan pentingnya imunisasi bagi daya tahan tubuh anak.

Bertugas sebagai karim, Tri mencari dan mengingatkan orangtua yang mempunyai balita dengan usai memasuki masa imunisasi. ”Saya obrak-obrak—mendorong warga, termasuk memberikan informasi kapan dan lokasi dilakukannya imunisasi” jelas Tri

Saat ini, Pemerintah Kota Surabaya menggelar kegiatan kejar imunisasi campak. Dengan memanfaatkan Pekan Imunisasi Serentak, anak-anak yang belum menerima vaksin campak harus divaksin saat itu juga. Berkat kerja keras Tri dan kader posyandu lainnya, hari ini ada beberapa balita yang divaksin campak.

Petugas menyiapkan vaksin campak  saat berlangsung Pekan Imunisasi Serentak di Posyandu Garuda, Kelurahan Tegalsari,  Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Senin (15/9/2025). Pekan Imunisasi Serentak berlangsung dari 15-30 September 2025. Imunisasi bertujuan untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya terutama campak. Khusus Imunisasi Tambahan Campak (ITC) dilakukan di 26 wilayah puskesmas sementara untuk Imunisasi Kejar Serentak (IKS) untuk melengkapi imunisasi rutin yang terlewat di seluruh wilayah puskesmas di Surabaya.

Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Tidak semua orangtua langsung menerima dan mau saat ditawari vaksin untuk anaknya. Menurut Tri, beberapa warga yang menolak anaknya divaksin campak karena takut efek sampingnya yaitu demam. Tri harus bekerja keras menjelaskan bahwa vaksin campak tidak mempunyai efek samping dan juga menjamin bahwa pemberian vaksin hanya bisa dilakukan saat anak dalam kondisi sehat.

Beruntung saat itu Tri dibantu oleh Bidan kelurahan, Picky Dwi, yang juga ikut mendampingi kader posyandu. Sebagai petugas yang memberikan vaksin campak, dirinya juga memberikan edukasi tentang pentingnya vaksin. Seorang warga akhirnya bersedia anaknya divaksin campak, setelah lewat dari batas pemberian yaitu anak berusia Sembilan bulan.

Mengalihkan Perhatian
Berani Menghadapi Jarum Suntik
Dipeluk Ibu
Anak Berani
Mendapatkan Vaksin Campak

Sebelumnya terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Sumenep, Madura, Jawa Timur. KLB yang terjadi di Madura ini bahwa sampai menimbulkan korban jiwa anak-anak. Program antisipasi penyakit yang dilakukan oleh pemerintah memang perlu kerjasama dan kesadaran warga. Sehingga istilah mencegah lebih baik daripada mengobati dapat benar-benar terjadi.

 

 

 

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Bahana Patria Gupta
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase