ORGANISASI INTERNASIONAL

Hiruk Pikuk Menjelang Sidang Majelis Umum Ke-81 PBB

Pihak berwenang sudah menutup dan membatasi akses dari sejumlah jalan sekitar markas PBB menjelang kedatangan para pemimpin dunia.

21 Sep 2026 16:00 WIB · Internasional

KOMPAS/ELSA EMIRIA LEBA

Oleh Elsa Emiria Leba, Dari New York, Amerika Serikat

Persiapan untuk Pekan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum Ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa sudah mendekati tahap akhir. Markas organisasi yang terletak di 1st Avenue, New York, Amerika Serikat, ini akan kedatangan banyak tokoh pada 22-28 September 2026.

Mereka adalah para kepala negara, kepala pemerintahan, menteri luar negeri, delegasi, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil. Menteri Luar Negeri RI Sugiono salah satu yang akan hadir.

Menlu Sugiono memimpin delegasi Indonesia dalam rangkaian sidang Majelis Umum PBB dan kegiatan pendampingnya. Seperti semua perwakilan negara, pidato Menlu RI akan disiarkan PBB melalui internet. Menlu RI mendapat giliran menyampaikan pernyataan Indonesia pada 26 September 2026.

Tampak kendaraan polisi parkir di depan Gedung Ronald H Brown Kantor Perwakilan Tetap Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berada tepat di seberang markas Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, Minggu (20/9/2026). Kepolisian New York mulai melakukan penjagaan ketat menjelang perhelatan Pekan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum ke-81 PBB selama 22-28 September 2026.
Suasana Gedung Majelis Umum di kawasan markas Perserikatan Bangsa-Bangsa menjelang perhelatan acara Pekan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum ke-81 PBB yang terletak di 1st Avenue, New York, Amerika Serikat, Minggu (20/9/2026). Acara berlangsung selama 22-28 September 2026.

Pihak berwenang sudah menutup dan membatasi akses dari sejumlah jalan sekitar Markas PBB. Pada Minggu (20/9/2026), anggota kepolisian setempat terlihat berjaga-jaga dengan pagar pembatas dari besi. Kendaraan polisi juga bertebaran di sisi-sisi jalan, termasuk mobil untuk tim penjinak bom.

Beberapa warga dengan pakaian resmi ataupun biasa terlihat berkerumun di salah satu titik depan Jalan East 46th dekat 2nd Avenue. Ini salah satu rute yang terbuka untuk menuju PBB saat sidang nanti. Satu per satu dari mereka menunjukkan kartu pengenal kepada petugas.

Setelah melihat sekilas, para polisi mengangguk dan mempersilakan mereka untuk masuk jika kartu identitas pemakai valid. Selain pejabat, diplomat, jurnalis, dan orang yang berkepentingan, hanya penghuni atau pemilik rumah susun di kawasan yang terisolasi itu yang boleh masuk. Mereka sudah mendapat kartu akses khusus.

Orang-orang berbicara di depan potret sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa di Gedung Majelis Umum dalam kawasan markas Perserikatan Bangsa-Bangsa menjelang perhelatan acara Pekan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum ke-81 PBB yang terletak di 1st Avenue, New York, Amerika Serikat, Minggu (20/9/2026). Acara berlangsung selama 22-28 September 2026.

Belum terpasang

Di Markas PBB, bendera-bendera negara anggota belum semuanya terpasang di luar gedung. Sementara petugas keamanan terlihat berdiri di depan pos jaga sebelum pintu masuk Markas PBB.

Mereka meminta pengunjung dan barang bawaan untuk melewati pemindai keamanan dan detektor logam. Setelah kartu pengenal dipindai untuk membuka gerbang, wajah pengunjung akan muncul di layar komputer salah satu petugas. Foto dan video dilarang di area ini.

Markas PBB New York sangat luas. Kompleks itu terdiri dari Gedung Sekretariat, Gedung Konferensi, Gedung Majelis Umum, dan Gedung Perpustakaan. Sidang mendatang tentu saja akan berlangsung di Gedung Majelis Umum.

Di dalam gedung itu, petugas keamanan lainnya tampak mengawasi di sejumlah titik. Beberapa orang berpakaian formal lainnya terlihat berlalu lalang atau duduk sambil berdiskusi di lobi. Di lobi ini terpasang lukisan wajah para sekjen PBB dari sutra buatan seniman Sajjad Sarikhan asal Iran.

Sebanyak 193 bendera negara anggota PBB sudah terpasang rapi di Aula Bendera di lantai dua. Para pemimpin negara biasanya menaiki eskalator dari lantai satu untuk menuju aula tersebut guna menuju tempat sidang.

Ketika acara berlangsung, aula ini akan steril. Dengan demikian, kedatangan para pemimpin dan tim delegasi hanya disorot oleh satu unit kamera besar untuk siaran.

Tampak Aula Bendera yang akan dilalui para pemimpin dunia di dalam Gedung Majelis Umum di kawasan markas Perserikatan Bangsa-Bangsa menjelang perhelatan acara Pekan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum ke-81 PBB yang terletak di 1st Avenue, New York, Amerika Serikat, Minggu (20/9/2026). Acara berlangsung selama 22-28 September 2026.
Tampak kamera yang akan merekam momen para pemimpin dunia masuk ke dalam ruang sidang di Gedung Majelis Umum di kawasan markas Perserikatan Bangsa-Bangsa menjelang perhelatan acara Pekan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum ke-81 PBB yang terletak di 1st Avenue, New York, Amerika Serikat, Minggu (20/9/2026). Acara berlangsung selama 22-28 September 2026.

Suasana ruang sidang di Gedung Majelis Umum di kawasan markas Perserikatan Bangsa-Bangsa menjelang perhelatan acara Pekan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum ke-81 PBB yang terletak di 1st Avenue, New York, Amerika Serikat, Minggu (20/9/2026). Acara berlangsung selama 22-28 September 2026.
Sejumlah orang sedang melakukan pengecekan menjelang menjelang perhelatan acara Pekan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum ke-81 PBB yang terletak di Gedung Majelis Umum, 1st Avenue, New York, Amerika Serikat, Minggu (20/9/2026). Acara berlangsung selama 22-28 September 2026.
Tampak deretan kursi untuk delegasi negara-negara anggota, termasuk Indonesia, di ruang sidang dalam Gedung Majelis Umum di kawasan markas Perserikatan Bangsa-Bangsa menjelang perhelatan acara Pekan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum ke-81 PBB yang terletak di 1st Avenue, New York, Amerika Serikat, Minggu (20/9/2026). Acara berlangsung selama 22-28 September 2026.

Di ruang sidang, beberapa orang tampak sedang memeriksa kualitas suara dan gambar. Seorang perempuan tampak berdiri di depan podium tempat para pemimpin dunia untuk berdiplomasi atau menyampaikan gagasan tentang persoalan dunia.

Beberapa ruangan untuk pertemuan bilateral juga telah tampak rapi dan bersih. Salah satunya ialah Indonesian Lounge. Sebagai salah satu tempat favorit untuk bertemu, para delegasi menerapkan konsep ”siapa cepat, dia dapat” agar bisa menggunakan tempat ini.

Di luar Gedung Majelis Umum, tenda-tenda kecil telah berdiri bagi media yang terletak di antara taman dekat Gedung Majelis Umum dan Sungai East (East River). Sejumlah wartawan sedang melakukan siaran langsung untuk menyambut perhelatan sidang.

Tenda-tenda media berdiri di dekat Gedung Majelis Umum di kawasan markas Perserikatan Bangsa-Bangsa menjelang perhelatan acara Pekan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum ke-81 PBB yang terletak di 1st Avenue, New York, Amerika Serikat, Minggu (20/9/2026). Acara berlangsung selama 22-28 September 2026.
Para jurnalis televisi sedang melakukan siaran langsung menjelang perhelatan acara Pekan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum ke-81 PBB yang terletak di 1st Avenue, New York, Amerika Serikat, Minggu (20/9/2026). Acara berlangsung selama 22-28 September 2026.
Suasana dalam tenda untuk media menjelang perhelatan acara Pekan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum ke-81 PBB yang terletak di 1st Avenue, New York, Amerika Serikat, Minggu (20/9/2026). Acara berlangsung selama 22-28 September 2026.

Satu tenda besar untuk pers lainnya turut tersedia. Tenda ini menampung sekitar 40 baris meja dan lebih dari 300 kursi. Para jurnalis bisa menonton video siaran langsung sidang dari sana atau berkoordinasi dengan panitia tentang akses peliputan ke lokasi tertentu.

Menariknya, di Sungai East, tampak beberapa kapal kecil dengan bendera Amerika Serikat sedang berlayar. Di bagian haluan, terpasang senapan mesin. Para penembak jitu akan bersiaga di kapal ini untuk mengawasi ancaman ketika sidang berlangsung.

Penjagaan luar biasa menjelang sidang tahunan PBB biasanya berakhir beberapa hari setelah para pemimpin negara selesai menyampaikan pidato. Semua upaya ini dilakukan agar sidang bisa berjalan secara aman guna menghasilkan solusi bagi masalah-masalah yang terus melanda dunia.


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba, Dari New York, Amerika Serikat
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan