Hitung Cepat Litbang Kompas, Peran Kaum Muda Mengawal Demokrasi

Kaum muda dari segenap penjuru Tanah air senantiasa dilibatkan dalam kegiatan ”quick count” Litbang ”Kompas”.

26 Nov 2024 20:15 WIB · Politik & Hukum

Oleh Yohanes Advent Krisdamarjati, Nurul Intan

Sejak tahun 2007, Litbang Kompas menyelenggarakan hitung cepat guna mengawal jalannya proses demokrasi di Indonesia. Kaum muda dari segenap penjuru Tanah air senantiasa dilibatkan dalam kegiatan quick count tersebut.

Pada 27 November 2024, Indonesia menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Pilkada serentak akan dilaksanakan di 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota di Indonesia. Satu provinsi yang tidak melaksanakan pilkada ialah Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Gubernur DI Yogyakarta ditetapkan melalui pengukuhan berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Litbang Kompas sebagai bagian dari harian Kompas (Kompas.id) turut menjalankan fungsi lembaga pers sebagai pilar demokrasi yang keempat. Peran yang dilakukan yaitu mengawasi berjalannya pemerintahan termasuk pelaksanaan proses demokrasi. Salah satu kegiatan untuk mengawal hal tersebut ialah hitung cepat (quick count) untuk mengestimasi realitas yang terjadi di masyarakat terkait kontestasi perpolitikan.

Litbang Kompas melaksanakan hitung cepat untuk pertama kalinya pada ajang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2007.

Suasana WarRoom Hitung Cepat 2024 Litbang Kompas di Menara Kompas, Jakarta, Rau (14/2/2024). KOMPAS/WISNU WIDIANTORO (NUT) 14-02-2024

Sebagai informasi, hitung cepat merupakan kegiatan pengumpulan data hasil penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) melalui penetapan sampling dari jumlah populasi pada suatu wilayah. Sederhananya, dalam pelaksanaan hitung cepat, pengambilan data tidak dilakukan di semua TPS, hanya di TPS tertentu yang terpilih sebagai sampel berdasarkan metode sampling yang diterapkan.

Hasil dari kegiatan hitung cepat memiliki posisi krusial karena menjadi cerminan dari hasil pemilu ataupun pilkada yang sedang berlangsung. Pelaksanaan hitung cepat turut menjadi skema untuk melakukan pengawasan dan pengawalan jalannya penghitungan dan rekapitulasi suara. Apabila ada perbedaan suara yang signifikan antara hasil hitung cepat dan penghitungan resmi dari pemerintah, mengindikasikan adanya anomali data suara yang perlu dicek ulang secara keseluruhan. Bukan mustahil dapat mengarah pada tindak kecurangan atau manipulasi data hasil pemungutan suara.

Peran kaum muda pada Hitung Cepat Litbang Kompas

Pada momen Pilkada 2024, Litbang Kompas melaksanakan hitung cepat di empat provinsi, yakni Daerah Khusus Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kegiatan tersebut melibatkan sedikitnya 2.000 orang yang melaksanakan berbagai tugas. Mulai dari enumerator yang berada di TPS sampel, koordinator di setiap provinsi, hingga pusat data yang berada di kantor harian Kompas (Kompas.id) di Palmerah, Jakarta Barat.

Pihak yang terlibat mayoritas yaitu anak muda dengan latar belakang mahasiswa aktif. Sejak hitung cepat dilakukan oleh Litbang Kompas pertama kali pada 2007, penggerak utamanya ialah para kaum muda. Mereka ditugaskan ke TPS sampel dan harus memantau proses pemungutan suara mulai dari awal hingga akhir ditetapkan hasilnya secara resmi oleh petugas TPS bersangkutan.

Pembekalan tenaga lapangan interviewer Hitung Cepat Kompas 2019 untuk wilayah Jabodetabek di kantor Kompas Palmerah Selatan, Jakarta (13/4/2019). Hitung Cepat Kompas 2019 dilakukan di 2.000 TPS sampel seluruh Indonesia.

Secara harfiah, para anak muda yang terlibat dalam kegiatan hitung cepat itu secara tidak langsung merupakan bagian dari saksi proses demokrasi. Minimal setiap individu yang terlibat berperan menyaksikan dan mengawasi proses pesta demokrasi di TPS tempat ia ditugaskan.

Pada perhelatan Pilkada 2024, para tenaga lapangan dikerahkan ke 1.600 TPS yang tersebar di empat provinsi. Jumlah TPS yang diambil sebagai sampel di tiap provinsi sejumlah 400 titik lokasi.

Akurasi Hitung Cepat Litbang Kompas

Kerja sama dan sinergi ribuan individu yang harus bekerja cepat dan cermat membuahkan hasil yang dapat dibilang memuaskan. Kualitas kerja sama yang solid bermuara pada tingkat akurasi hasil hitung cepat Litbang Kompas yang presisi.

Kualitas hasil pelaksanaan hitung cepat terlihat dari akurasi hasil mengacu pada selisih tipis dengan hasil resmi KPU. Bahkan, pada hitung cepat Pilgub DKI Jakarta 2007 yang merupakan kegiatan hitung cepat perdana Litbang Kompas, selisih antara hasil hitung cepat dan hasil resmi KPU hanya terpaut 0,11 persen. Dalam kegiatan hitung cepat lainnya, sebanyak 16 kali pelaksanaan, selisih hasil hitung cepat Kompas pun selalu di bawah 1 persen. Hal ini menunjukkan tingkat akurasi hitung cepat oleh Litbang Kompas sangat presisi.

Pasangan capres Prabowo Subianto dan cawapres Gibran Rakabuming Raka saat tiba dan menyapa pendukungnya menjelang  acara Pidato Kemenangan Prabowo-Gibran di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (14/2/2024). Hasil hitung cepat pemungutan suara pilpres dalam Pemilu 2024, pasangan Prabowo-Gibran unggul dibandingkan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Hasil hitung cepat Litbang Kompas , pasangan Prabowo-Gibran memperoleh 58,73 persen suara dalam Pilpres 2024.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
14-2-2024

Sebagai informasi, Litbang Kompas pernah melakukan hitung cepat di luar wilayah Indonesia, yakni di Timor Leste. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 21 Mei 2023 ketika momen Pemilu Legislatif Timor Leste. Hasilnya, nilai simpangan rata-rata dari hasil hitung cepat sebesar 0,41 persen saja.

Dalam setiap kesempatan hitung cepat, Litbang Kompas selalu mengupayakan hasil dengan akurasi yang tinggi. Hal tersebut tercapai dengan mempertahankan nilai akuntabilitas dan kredibilitas. Semua itu dapat terwujud berkat ribuan kaum muda Indonesia yang juga memegang nilai senada, bertugas dengan tekun dan jujur. Dibutuhkan keluwesan dan ketangguhan di lapangan untuk dapat menuntaskan tugas yang diberikan kepada mereka. (LITBANG KOMPAS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yohanes Advent Krisdamarjati, Nurul Intan
 | 

Editor:

Budiawan Sidik A