Persimpangan takdir membawa Jose Mourinho kembali ke Benfica, tim asuhan pertamanya. ”Special One” ditantang mengembalikan sentuhan tuah juara untuk ”Si Elang”.
21 Sep 2025 14:42 WIB · Olahraga
Jose Mourinho menjalani laga homecoming bersama Benfica tepat berjarak 25 tahun dari debutnya sebagai pelatih kepala. Pada 20 September 2000, ia membuka karier kepelatihannya dengan melatih Benfica pada pekan kelima Liga Portugal 2000-2001, lalu 20 September 2025, ”Special One” memulai periode kedua menangani ”Si Elang” pada pekan kelima Liga Portugal 2025-2026.
Perjalanan 25 tahun itu menandai juga peningkatan status Mourinho. Dari sosok pelatih muda berbakat, kini ia kembali ke tanah airnya sebagai juru taktik sarat pengalaman dan bergelimang trofi meskipun dalam beberapa klub terakhir nirgelar.
Laga pertama bersama Benfica pada milenium baru dilalui dengan kekalahan 0-1 dari Boavista. Adapun laga debut Mourinho dalam kesempatan kedua memegang Benfica dilalui dengan gemilang. Ia membantu Benfica unggul 3-0 atas AVS di Stadion do CD das Aves, Sabtu (20/9/2025) atau Minggu (21/9/2025) dini hari WIB.
Sumbangan gol dari Georgiy Sudakov (45+3’), Vangelis Pavlidis (59’), dan Franjo Ivanovic (64’) menandai harapan kebangkitan ”Si Elang” bersama pelatih berusia 62 tahun itu. Sebelumnya, Benfica mengakhiri kerja sama dengan Bruno Lage akibat dua hasil nirmenang, pekan lalu.
Ditahan Santa Clara di kompetisi domestik, kemudian tumbang dari Qarabag di Liga Champions. Tak ayal, Qarabag mencatatkan sejarah sebagai tim Azerbaijan pertama yang bisa meraih kemenangan di kompetisi antarklub paling prestisius di dunia itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/21/fe5327244e0158cba066b4a1da5a25a7-wires_photo_2025_09_21T143033.455.jpg)
Pada periode pertama menangani Benfica, Mourinho hanya bertahan selama 11 laga. Catatan persentase kemenangan 55 persen tidak membuat dirinya lebih lama bersama Benfica kala itu. Cekcok dengan manajemen tim menjadi biang keladi Mourinho cabut dari Benfica pada Desember 2000.
Periode kedua ini, manajemen Benfica menunjukkan keyakinan besar kepada Mourinho. Di bawah kendali, salah satu legenda terbaik klub, Rui Costa, Benfica ingin kembali merajai Liga Portugal yang sudah vakum sejak musim 2022-2023.
Kans untuk kembali berkuasa di Liga Portugal masih sangat terbuka. Dalam permulaan musim ini, Benfica merupakan salah satu dari dua tim yang belum menelan kekalahan. Lima laga dilalui Nicolas Otamendi dan kawan-kawan dengan koleksi empat menang dan sekali seri. Mereka mengumpulkan 13 poin.
Benfica berselisih lima poin dari rival kekal, FC Porto. Namun, Porto sudah bermain enam kali.
Melakukan duel langsung dengan Porto tentu bakal menghadirkan perasan getir sekaligus manis bagi Mourinho. Manis hadir karena ia bisa membantu Benfica menaklukkan salah satu lawan abadi di kancah domestik. Adapun getir bakal dirasakan ”Special One” karena Porto adalah tangganya menaklukkan dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/21/0430a4ed56c022f52a5e91702a9f1bd5-wires_photo_2025_09_21T143026.639.jpg)
Ia membantu Porto meraih enam trofi, termasuk gelar Liga Champions 2003-2004 yang bersejarah. Mourinho menuturkan kehadirannya di Benfica tidak untuk mengikis catatan bersejarahnya bersama Porto. Bahkan, juru taktik flamboyan tidak ingin mengkhianati Porto.
”Porto adalah salah satu tim raksasa. Saya tidak datang ke Benfica untuk mengganggu Porto. Saya di Benfica untuk menikmati kenyataan serta mengembalikan martabat klub sebagai tim besar yang memiliki ambisi masif,” kata Mourinho dilansir A Bola.
Ia menambahkan, ”Porto ingin menang, saya juga ingin menang.”
Kembali ke Portugal juga membuktikan Mourinho tidak ingin mengusik legasinya. Sebelum memulai laga debut bersama ”Si Elang”, Mourinho sudah lebih dahulu berbicara dengan Presiden Porto Andre Villa-Boas. Tak ketinggalan, ia berkomunikasi pula dengan Presiden Sporting CP Frederico Varandas yang juga teman karibnya.
”Fakta saya datang sebagai Pelatih Benfica bukan berarti saya ingin berperang dengan mereka. Kami hanya akan menjadi musuh dalam hal olahraga di dalam lapangan selama 90 menit. Setelah itu, kami adalah karib,” ucap Mourinho yang telah mengumpulkan 26 trofi selama 25 tahun karier kepelatihannya.
Meskipun memiliki ambisi mengebu-gebu untuk kembali menjadi pelatih juara, Mourinho dibayangi pekerjaan rumah ekstra besar untuk mempersembahkan trofi kepada Benfica. Pasalnya, ia sudah 11 musim tidak merasakan kampiun liga domestik.
Capaian juara terakhir di liga Mourinho catatkan ketika menangani Chelsea pada 2014-2015. Trofi terakhir Mourinho adalah gelar Liga Konferensi Eropa 2021-2022 bersama AS Roma.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/05/26/58622170-19da-4624-bc1b-b235ca908dfb.jpg)
Adapun pada klub terakhirnya menangani Fenerbahce di Turki, Mourinho gagal mempersembahkan satu pun trofi dan medali emas. Namun, ia mencatatkan 60 persen kemenangan dalam 62 pertandingan di Turki.
Kiper Benfica Anatoliy Trubin menyambut positif perubahan yang dibawa Mourinho dalam tiga hari menangani Benfica. Ia yakin Mourinho bisa membantu semua pemain Benfica bermain lebih baik secara tim sehingga bisa mencapai target-target trofi musim ini.
”Kemenangan ini membangun kepercayaan diri tim. Kami harus tetap tenang dan percaya pada proses yang tengah dimulai tim,” ucap Trubin.
Bagi publik Portugal, Mourinho bak magnet untuk melejitkan daya tarik kompetisi. Pencinta sepak bola internasional pun senang dengan kembalinya Mourinho ke Benfica. Ia akan mentas lagi di Liga Champions musim ini.
Karisma Mourinho di level kontinental akan dibuka dengan ”pulang” ke markas Chelsea, Stadion Stamford Bridge, 1 Oktober mendatang. (AFP)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji