Setelah Selat Hormuz ditutup Iran, kini Selat Bab el-Mandeb ditutup Houthi. Jalur ekspor minyak Arab Saudi tertutup sama sekali.
23 Jul 2026 09:47 WIB · Internasional
SANA’A, KAMIS — Eskalasi perang di kawasan Teluk kembali meningkat. Setelah Amerika Serikat dan Iran berbalas serangan, kini salah satu kekuatan proksi Iran di Teluk, yaitu Houthi, turun memanaskan api konflik.
Pada Kamis (23/7/2026), kekuatan yang kini menguasai Yaman itu mengklaim menembak dua tanker Arab Saudi, yaitu MV Encelia dan MV Layla. Serangan itu turut mendongkrak harga minyak mentah di bursa berjangka Brent kembali merangkak naik ke angka 95 dolar AS per barel, sebelum kembali turun ke angka 94 dolar AS per barel.
Terkait serangan atas tanker minyak Saudi, Houthi mengaku menembakkan sejumlah rudal balistik dan rudal jelajah untuk menyerang dua tanker itu. Houthi beralasan kedua tanker itu melanggar blokade yang mereka terapkan di Bab el-Mandeb, selat mulut Laut Merah, di selatan Terusan Suez.
Sumber keamanan sektor maritim mengatakan, Encelia mengeluarkan sinyal keadaan bahaya saat berlayar di luar pelabuhan Arab Saudi di Jizan di Laut Merah. Encelia dihantam rudal dan terbakar hebat. Arab Saudi menggunakan jalur Laut Merah untuk menghindari Selat Hormuz yang diblokade Iran. Arab Saudi memanfaatkan pelabuhan Yanbu di Laut Merah untuk mengirim minyak mereka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/20/e0168fa3-5556-4dee-8d08-20f343f9ed30.jpg)
Konsultan keamanan maritim Vanguard asal Inggris mengatakan, tanker Encelia dihantam proyektil yang belum diketahui jenisnya pada posisi 70 mil laut (120 kilometer) dari pesisir Al-Shuqaiq, pukul 04.00 waktu setempat.
Lembaga pelayaran niaga Inggris, UKMTO, menyatakan sudah menerima laporan serupa dari kawasan tersebut tentang sebuah tanker minyak dihantam rudal. Serangan itu menyebabkan kapal terbakar dan awak kapal tersebut segera berupaya memadamkannya.
UKMTO menambahkan, sejauh ini belum dilaporkan adanya korban jiwa atau terjadi pencemaran laut akibat limpahan minyak. Tidak dijelaskan apakah UKMTO merujuk pada MV Encelia, tetapi lokasi dan saat kejadian yang disebutkan sesuai dengan laporan Vanguard.
Vanguard mengatakan Houthi berulang kali mengaku bertanggung jawab dan menyatakan telah menghantam tanker kedua, yakni Layla. Namun, insiden kedua itu belum terkonfirmasi.
Sumber keamanan maritim belum memberikan keterangan lanjutan tentang korban, status anak buah kapal (ABK), dan derajat kerusakan yang terjadi serta dampak pada lingkungan hidup.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/23/edebac62b7fcc5eb4e5fbd22fa032237-wires_photo_2026_07_23T082028.625.jpg)
Senin lalu, sebagaimana telah diberitakan, Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah. Tindakan itu menghambat kelancaran pasokan 7 persen minyak dunia.
Houthi mengklaim sudah memaksa 10 tanker mundur dan balik arah. Kapal-kapal itu membatalkan berlabuh di pelabuhan Arab Saudi di Laut Merah. Dari data pelacakan kapal terpantau lima kapal berbalik arah, dua di antaranya menuju Terusan Suez setelah Houthi mengeluarkan ancaman.
Sehari berikutnya tiga tanker Arab Saudi dengan tujuan China dan India batal melintasi Selat Bab el-Mandeb dan kembali ke pelabuhan setelah Houthi mengeluarkan ancaman.
Presiden AS Donald Trump, pada Rabu waktu AS atau Kamis waktu Indonesia, mengeluarkan ancaman akan menghancurkan jembatan atau pembangkit listrik Iran. Ancaman itu akan dilakukan jika Iran kembali menyerang kapal-kapal niaga yang berlayar di Selat Hormuz.
Namun, sebagaimana terjadi, ancaman itu justru membuat aliansi Iran-Houthi mengeras. Selain Hormuz, kini Bab el-Mandeb menjadi kian tidak aman.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/23/cb015c9ec3afa41750243ada0aaf5b81-wires_photo_2026_07_23T082120.866.jpg)
Komando gabungan militer Iran memperingatkan, jika Trump mengancam menyerang infrastruktur, Iran akan menghantam sasaran migas, listrik, dan infrastruktur ekonomi serta mencegah ekspor setetes minyak pun dari kawasan Teluk. ”Agresi terhadap Iran akan disikapi balasan keras,” kata Menlu Iran Abbas Aragchi dalam akun X.
Blokade Iran atas Selat Hormuz akibat serangan AS membuat harga minyak dan gas dunia kembali bergejolak mencapai 95 dolar AS per barel dalam pasaran Brent tertinggi dalam enam pekan terakhir. Harga tersebut akhirnya turun menjadi 94 dolar AS per barel.
Panglima Militer Iran Mayor Jenderal Amir Hatami mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi tindakan AS yang melanggar gencatan senjata. Iran sudah dua kali diserang di tengah perundingan damai pada tahun 2025 dan pada 28 Februari 2026.
Juru Bicara Komite Keamanan Nasonal dan Politik Luar Negeri Iran Hasan Qashqavi mengatakan, Trump saat ini dalam posisi terjebak akibat salah langkah dengan menyerang Iran. Sebaliknya, seorang pejabat pemerintah Trump mengatakan, langkah Houthi memblokade Selat Bab el-Mandeb bisa membuat perang di Iran meluas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/16/a8c2c03312e95caca4051af410fb51b2-wires_photo_5_.jpg)
Mengerasnya posisi kedua pihak kini membuat situasi di kawasan Teluk kian memanas dan belum ada tanda-tanda mereda.
Menlu AS Marco Rubio menyatakan tidak bisa menerima tuntutan Iran mengendalikan Selat Hormuz. Dalam 14 butir rencana damai, Iran menetapkan rencana pengaturan lalu lintas Selat Hormuz bersama Oman.
Rubio yang menghadiri KTT ASEAN di Manila, Filipina, Rabu (22/7/2026), mengatakan, tindakan tersebut bisa ditiru negara lain di kawasan Laut China Selatan. Sebelum serangan AS-Israel, Selat Hormuz terbuka untuk pelayaran semua kapal yang melintas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/21/19d82c3793f4ab40bd57a3d7f76d12ab-Philippines_US_ASEAN.jpg)
Sejauh ini perang di Teluk telah memakan banyak korban. Kementerian Kesehatan Iran mengumumkan sudah 53 warga tewas dan 592 orang terluka akibat serangan AS sejak bulan Juni. Sejak serangan AS-Israel Februari silam, sudah ribuan warga Iran tewas, termasuk 160 siswi sekolah dasar di Minab.
Sebanyak 18 prajurit AS juga tewas dan 450 orang terluka akibat serangan balasan Iran. Presiden Trump menghadiri penerimaan empat jenazah prajurit AS di Laund Dover di Delaware, AS, Rabu. ”Ini hal yang berat bagi saya, tetapi saya harus hadir,” kata Trump. (REUTERS/AFP)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Nur Adji