Banjir terjadi di Bandar Lampung. Sejumlah kapal milik nelayan juga dilaporkan hanyut terbawa banjir.
17 Jan 2025 21:04 WIB · Nusantara
BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Hujan deras selama 2 jam yang mengguyur Kota Bandar Lampung, Lampung, memicu banjir di sejumlah daerah. Sejumlah kapal nelayan juga dilaporkan hanyut terbawa air.
Hujan mulai mengguyur Bandar Lampung sekitar pukul 16.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas hingga pukul 19.30, banjir melanda sejumlah titik di Bandar Lampung, antara lain di Kecamatan Panjang, Teluk Betung Selatan, dan Teluk Betung Utara.
Banjir yang menerjang Bandar Lampung itu banyak direkam warga dan viral di media sosial. Ketinggian banjir berkisar 1-2 meter.
Dari sejumlah video terlihat rumah-rumah warga terendam air hingga bagian atap. Selain itu, sejumlah kapal nelayan juga dilaporkan hanyut terbawa air.
”Kapal hanyut itu terjadi di daerah Cungkeng, Kelurahan Kota Karang, tempat beberapa kapal nelayan parkir,” kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lampung Kusaeri Suwandi saat dikonfirmasi dari Bandar Lampung, Jumat sore.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/17/a514218aeab09cf31579f07ecf80aa39-20250117_172106.jpg)
Hingga saat ini, Kusaeri masih mendata jumlah kampung nelayan di pesisir Bandar Lampung yang terdampak banjir. HNSI Lampung juga terus mendata total kapal nelayan yang hanyut ataupun rusak akibat banjir di Bandar Lampung.
”Laporan terkini, hampir semua wilayah yang ada di pesisir terdampak banjir, yang terparah di Way Lunik dan sekitarnya,” ucapnya.
Faiza (30), warga Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, menuturkan, dirinya terpaksa mengungsi ke rumah tetangga karena rumahnya terendam banjir. Saat ini, sejumlah warga masih menunggu petugas untuk dievakuasi dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
”Ada beberapa warga yang masih terjebak di dalam rumah,” katanya.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Hariyanto mengatakan, curah hujan di Kota Bandar Lampung telah mencapai 97,4 milimeter. Hujan juga diprediksi akan terus mengguyur hingga malam hari dengan intensitas sedang hingga lebat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/02/25/e590ac01-5bbf-41a2-ab70-075c2cba5fdb_jpg.jpg)
Hingga Jumat malam, tim SAR gabungan juga masih melakukan upaya pencarian terhadap, Bakthira (60), warga Kelurahan Kupang Teba, Kecamatan Teluk Betung Utara, yang dilaporkan terseret arus.
Sebelum terseret banjir, korban sedang memperbaiki genteng rumah yang bocor. Namun, korban tidak sengaja tergelincir dan jatuh ke sungai yang tepat berada di samping rumahnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Lampung Deden Ridwansah mengatakan, saat ini tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung sudah berada di lokasi kejadian untuk melakukan operasi SAR.
“Tim yang berangkat dilengkapi dengan peralatan SAR seperti perahu karet, alat komunikasi, serta kendaraan operasional yang siap siaga. Tim SAR juga bekerja sama serta berkoordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat setempat untuk memaksimalkan upaya pencarian dan pertolongan,” ujar Deden.
Peristiwa tersebut terjadi setelah intensitas hujan yang tinggi sehingga menyebabkan banjir dan aliran sungai yang deras di daerah tersebut. Tim SAR mengimbau kepada seluruh warga di sekitar daerah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya akibat banjir dan arus yang deras.
“Kami akan terus memberikan pembaruan lebih lanjut terkait perkembangan pencarian ini dan penanganan terhadap korban dampak banjir di Bandar Lampung malam ini,” kata Deden.
Selain itu, Deni Kurniawan dari bagian Humas Kantor SAR Lampung mengatakan, petugas penyelamat juga masih di lokasi untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Menurut dia, tim SAR memang menerima sejumlah laporan dari warga yang terdampak banjir. Ia menyebut wilayah Teluk Betung yang dekat pesisir Bandar Lampung.
Penulis:
Vina OktaviaEditor:
Cornelius Helmy Herlambang