Hujan Deras Picu Banjir dan Pohon Tumbang di Jakarta, Satu Warga Tewas

Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Kamis (30/10/2025) sore memicu banjir dan pohon tumbang. Satu warga dilaporkan tewas dan satu luka-luka.

30 Okt 2025 19:30 WIB · Metropolitan

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Oleh Atiek Ishlahiyah Al-Hamasy, Fransiskus Wisnu Wardhana Dany

JAKARTA, KOMPAS — Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Kamis (30/10/2025) sore memicu banjir dan pohon tumbang. Akibatnya, satu orang tewas dan satu lainnya luka-luka. Selain itu, layanan Transjakarta juga terpaksa dialihkan karena genangan yang melumpuhkan sejumlah ruas jalan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, sebanyak 27 rukun tetangga (RT) terendam banjir akibat hujan deras disertai luapan Kali Mampang dan Kali Krukut pada Kamis (30/10/2025) sekitar pukul 17.00 WIB. Ketinggian air dilaporkan berkisar antara 30 sentimeter dan 1,1 meter.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, wilayah yang terdampak banjir meliputi Kelurahan Cilandak Barat, Kelurahan Bangka, dan Kelurahan Petogogan. Seluruhnya berada di kawasan Jakarta Selatan.

Selain banjir, hujan deras juga menyebabkan pohon tumbang di Jalan Dharmawangsa Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang menimpa lima mobil. Akibat insiden tersebut, seorang pengemudi mobil dilaporkan tewas dan satu warga lainnya luka-luka.

Pengendara sepeda motor menembus genangan air akibat hujan  deras yang mengguyur wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (29/9/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, genangan, dan longsor yang berdampak pada aktivitas harian maupun transportasi.

Sementara di Kemang Raya dan Fatmawati, Jakarta Selatan, lalu lintas pada beberapa ruas jalan utama dialihkan karena terdampak banjir. Kendaraan pun terjebak kemacetan panjang.

Informasi dari akun resmi TMC Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa banjir di Jalan Kemang Raya setinggi 30–35 sentimeter pada pukul 16.04 WIB. Arus kendaraan dari arah Jalan Prapanca menuju Kemang terpaksa dialihkan lurus ke arah Antasari.

Banjir cukup parah juga terjadi di lampu lalu lintas ITC Fatmawati, Cipete. Pada pukul 16.30 WIB dilaporkan air menggenangi sebagian badan jalan dan menyebabkan sejumlah kendaraan mogok.

Arus lalu lintas dari arah TB Simatupang menuju Antasari pun tersendat. Antrean kendaraan mengular hingga lebih dari 1 kilometer.

Muhammad (27), warga Tangerang Selatan yang melintas di kawasan lampu merah ITC Fatmawati, mengaku, sempat panik saat sepeda motornya terjebak di tengah genangan air yang terus meninggi.

”Banyak pengendara sepeda motor akhirnya memutar arah, sementara mobil harus mengantre pelan-pelan melewati genangan,” ujarnya, Kamis sore.

Ia mengatakan, petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan Jakarta berjaga di lokasi untuk membantu pengendara yang kesulitan melintas sekaligus mengatur arus lalu lintas agar tidak semakin padat.

Bus Transjakarta berhenti di Halte Transjakarta Denpasar, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (23/9/2025). Manajemen PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menggandeng KNKT untuk mengaudit seluruh operasional layanan. Langkah tersebut ditempuh setelah terjadinya serangkaian kecelakaan sepanjang September 2025 yang melibatkan dua operator mitra, yakni Damri dan Steady Safe. Audit ini akan mencakup investigasi mendalam terhadap berbagai aspek, mulai dari faktor manusia, prosedur operasional, hingga kondisi teknis armada.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
23-09-2025

Penyesuaian layanan Transjakarta

Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta pada Kamis (30/10/2025) sore juga berdampak terhadap layanan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) yang harus menyesuaikan sejumlah layanan bus dan mikrotrans. Penyesuaian ini dilakukan karena beberapa rute tergenang air dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan, sejumlah rute Transjakarta terpaksa dialihkan sementara akibat genangan di beberapa titik. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pelanggan selama kondisi cuaca ekstrem.

”Sejumlah rute Transjakarta kami sesuaikan sementara untuk memastikan operasional tetap aman. Layanan akan kembali normal setelah kondisi memungkinkan,” ujarnya, Kamis sore.

Adapun rute yang terdampak antara lain Rute 5N (Ragunan–Kampung Melayu) yang dialihkan karena kawasan Pasar Kambing tergenang sehingga untuk sementara tidak melayani Bus Stop Gang Haji Abdul Wahab dan Pasar Buncit.

Selain itu, Mikrotrans Jak.03 (Lebak Bulus–Andara) juga tidak beroperasi di beberapa titik, termasuk Bus Stop Margasatwa 2 dan SDN Pondok Labu 11, akibat genangan setinggi 30–50 cm di Jl Andara Raya.

Rute lain yang turut terdampak, yakni Mikrotrans Jak.31 (Blok M–Andara), Jak.37 (Cililitan–Condet via Kayu Manis), Jak.75 (Cililitan–Kampung Pulo), dan Jak.93 (Jeruk Purut–Kebayoran Lama). Beberapa halte pada rute tersebut tidak bisa dilayani sementara karena banjir di sekitar Jl Timah, Jl H Ali, Jl Sumur Jambu, dan Jl Impres.

Ayu menambahkan, pihaknya terus memantau situasi lapangan bersama petugas operasional dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Ia juga mengimbau pelanggan untuk selalu memperbarui informasi perjalanan melalui aplikasi TJ: Transjakarta dan kanal media sosial resmi perusahaan.

”Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengimbau pelanggan untuk menyesuaikan rencana perjalanan. Layanan akan dinormalkan kembali segera setelah seluruh jalur aman untuk dilalui,” ujar Ayu.

Pengendara sepeda motor menembus genangan air akibat hujan  deras di jalan Ciledug Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (29/9/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, genangan, dan longsor yang berdampak pada aktivitas harian maupun transportasi.

Antisipasi awal

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jakarta telah menyiapkan berbagai langkah preventif sejak awal Oktober untuk menghadapi musim hujan. Upaya antisipasi ini melibatkan koordinasi lintas dinas, mulai dari penyiapan pompa, pemeliharaan saluran air, pengerukan waduk dan sungai, hingga optimalisasi sistem drainase kota.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Ika Agustin Ningrum mengatakan, pihaknya telah melakukan pengerukan di sejumlah badan air, seperti waduk, situ, embung, sungai, dan saluran penghubung, untuk menambah kapasitas tampung air.

Selain itu, Dinas SDA juga menyiagakan seluruh armada pompa yang dimiliki Jakarta, baik stasioner maupun mobile, agar air dapat segera dialirkan dan tidak menggenang di satu titik terlalu lama.

Berdasarkan data Dinas SDA, Jakarta memiliki 560 unit pompa stasioner di 191 lokasi dan 627 unit pompa mobile yang disiagakan di lima wilayah kota.

Tak hanya itu, Pemprov Jakarta juga menyiagakan ribuan personel pasukan biru yang bertugas di lapangan untuk melakukan pemantauan dan penanganan cepat saat terjadi genangan

”Sebanyak 3.908 personel pasukan biru kami siagakan di lapangan untuk memantau dan menangani genangan secara cepat,” kata Ika.

Di luar upaya teknis, Pemprov Jakarta juga mulai menerapkan pendekatan berbasis alam atau Nature-Based Solutions (NBS) dalam pembangunan waduk dan embung. Pendekatan ini tak hanya berfungsi menahan air hujan, tetapi juga memperkuat fungsi ekologis wilayah resapan.

Sementara itu, BPBD Jakarta juga memperkuat sistem peringatan dini (early warning system) agar masyarakat bisa mendapatkan informasi cuaca, tinggi muka air, serta potensi banjir secara real time. Masyarakat dapat mengakses informasi tersebut melalui situs bpbd.jakarta.go.id, akun media sosial @BPBDJakarta, dan aplikasi JAKI.


Kerabat Kerja

Penulis:

Atiek Ishlahiyah Al-Hamasy, Fransiskus Wisnu Wardhana Dany
 | 

Editor:

Harry Susilo
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase