Pelanggaran berujung hukuman kartu yang diterima Chelsea sudah masuk tahap tidak wajar. Enzo Maresca kini sepenuhnya sadar itu akan jadi batu sandungan bagi timnya.
30 Okt 2025 11:09 WIB · Olahraga
AFP/Darren Staples
Chelsea mengawali musim 2025-2026 dengan kecenderungan yang sangat aneh. Tim arahan Manajer Enzo Maresca itu menjelma mesin kartu setelah sejumlah pemainnya konsisten terkena pelanggaran disiplin. Pelanggaran berujung hukuman kartu secara diam-diam telah berkontribusi terhadap kemerosotan Chelsea awal musim ini.
Liam Delap menjadi pemain terbaru Chelsea yang diusir keluar lapangan setelah mendapat kartu merah. Pada laga Piala Liga Inggris menghadapi Wolves, Kamis (30/10/2025) dini hari WIB, di Stadion Molineux, Wolverhampton, Chelsea sukses menang 4-3. Namun, kemenangan itu jadi ternoda dengan kartu merah Delap.
Penyerang berusia 22 tahun tersebut baru kembali bermain setelah menepi selama sepuluh pekan karena cedera hamstring. Dia masuk ke lapangan menggantikan Estevao pada menit ke-60.
Tidak banyak kontribusi dari Delap sejak masuk sebagai pemain pengganti. Sebaliknya, ia sudah menerima kartu kuning pertama setelah mendorong Yerson Mosquera. Delap mengulangi kesalahan serupa dengan mendorong Emmanuel Agbadou sehingga kembali diganjar kartu kuning kedua dan merah.
Ia total hanya berada selama 25 menit di lapangan. Maresca mengomentari dua kartu kuning Delap dalam rentang waktu tujuh menit itu sebagai suatu hal yang memalukan. ”Tentu saja, ya. Pelanggaran bodoh, kita (seharusnya) bisa menghindarinya,” kata Maresca seusai pertandingan, dikutip dari BBC Sport.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/30/d7c7bacff0fed21c58225cfdbadcb3ef-wires_photo_2025_10_30T105146.188.jpg)
”Setelah kartu kuning pertama, saya sudah empat atau lima kali bilang ke dia (Delap) untuk tetap tenang. Tapi Liam adalah pemain yang, ketika di lapangan, mungkin bermain untuk dirinya sendiri dan kesulitan untuk menyadari dan mendengarkan orang-orang di sekitarnya,” tambah Maresca.
Kartu merah Delap merupakan yang keenam bagi Chelsea dalam sembilan pertandingan terakhir. Kritik Maresca terhadap Delap seakan kurang mendapat legitimasi karena ia juga berkontribusi terhadap satu dari enam kartu merah Chelsea. Maresca diganjar kartu merah saat merayakan gol kemenangan Chelsea pada menit-menit akhir kontra Liverpool awal bulan ini.
Setelah sempat menyangkal bahwa hukuman kartu tidak terlalu berpengaruh terhadap performa timnya, Maresca tampaknya kini mulai menyadari adanya bahaya laten dari kecenderungan para pemainnya melakukan pelanggaran konyol. Jika dibiarkan, pelanggaran-pelanggaran sepele yang berbuah kartu itu akan menjadi api dalam sekam yang perlahan menggerogoti Chelsea.
Saat menghadapi Manchester United, Chelsea merugi akibat kartu merah yang diterima kiper Robert Sanchez. Ia diusir hanya lima menit setelah sepak mula. Bermain dengan 10 orang sejak menit kelima merupakan kerugian besar bagi Chelsea. ”Si Biru” akhirnya kalah 1-2.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/30/2ebf0f07e993b8a76ca69c3a4e507c56-wires_photo_2025_10_30T105205.265.jpg)
Kecerobohan yang sama kembali terulang ketika melawan Brighton and Hove Albion. Trevoh Calobah mendapat kartu merah lantaran menjegal Diego Gomez yang berpeluang besar mencetak gol. Kekurangan pemain, Chelsea yang sudah unggul satu gol pada akhirnya kalah 1-3.
”Saya sangat mengerti ketika ada kartu merah seperti (saat melawan) Brighton atau Manchester United. Itu sulit, tetapi kartu merah melawan Nottingham Forest (dua pelanggaran kartu kuning untuk Malo Gusto) dan kartu merah hari ini, keduanya bisa kita hindari. Kita harus menghindarinya,” kata Maresca.
Pelanggaran konyol yang berulang mulai terasa merugikan Chelsea. Mereka kini tercecer di peringkat kesembilan klasemen sementara. Andai kartu merah saat melawan MU dan Brighton bisa dicegah, Chelsea barangkali akan menempati posisi yang jauh lebih baik.
Demikian pula kartu merah Delap yang membuatnya harus absen pada laga lanjutan Liga Inggris melawan Tottenham Hotspur akhir pekan nanti. Maresca terpaksa memutar otak lantaran penyerang lainnya, Joao Pedro, masih diragukan tampil. Kembalinya Delap setelah cedera panjang sempat memperbanyak opsi Maresca dalam memilih penyerang. Namun, semua itu menjadi sia-sia akibat pelanggaran konyol.
Isu banyaknya kartu merah telah menjadi diskursus tersendiri di kalangan internal Chelsea. Banyak pihak yang menilai itu bisa jadi lebih dari sekadar masalah taktik. Ada anggapan para pemain muda Chelsea tidak cukup baik dalam mengelola emosi mereka. Chelsea saat ini tercatat sebagai tim dengan rerata usia pemain mencapai 23,1 tahun atau yang termuda di seluruh kontestan liga.
Memainkan pemain muda bisa jadi sangat menjanjikan sekaligus memendam risiko. Tidak jarang dalam suatu laga penting, kedewasaan seorang pemain akan sangat diuji. Risiko yang menyertai pemain muda sering kali berkaitan dengan cara pengambilan keputusan dan juga pengendalian emosi mereka. Kematangan dalam dua hal itu hanya bisa diperoleh melalui pengalaman, setelah memainkan ratusan pertandingan.
Pemain-pemain muda Chelsea, termasuk Delap, agaknya masih perlu menimba pengalaman lebih banyak soal ini.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan