Ulang tahun Jumat besok untuk perkuat konsolidasi internal sekaligus refleksi lika-liku partai. Karena itu, tak undang ketua umum parpol, termasuk Presiden Prabowo.
09 Jan 2025 21:05 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Perayaan Hari Ulang Tahun Ke-52 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang jatuh pada Jumat (10/1/2025) besok, ditujukan untuk memperkuat konsolidasi internal partai, sekaligus merefleksikan perjalanan politik partai yang berliku selama satu tahun terakhir. Karena itu, partai tidak mengundang pihak eksternal dalam perayaan nanti, yaitu para ketua partai politik, termasuk Presiden Prabowo Subianto, yang juga Ketua Umum Partai Gerindra.
Ketua DPP PDI-P Djarot Saiful Hidayat dalam jumpa pers di kantor DPP PDI-P, Jakarta, Kamis (9/1/2025), mengatakan, selama satu tahun terakhir, PDI-P telah mengalami perjalanan politik yang penuh dengan tantangan, hambatan, intimidasi, dan bahkan penjegalan. Namun, ia bersyukur, di tengah tantangan itu, PDI-P masih bisa memenangi pemilihan legislatif pada Pemilu 2024.
Menurut Djarot, hal ini menunjukkan bahwa PDI-P adalah partai yang digembleng dari berbagai tantangan, ancaman, dan intimidasi. Gemblengan itu membuat kader semakin militan dan membuat partai kian solid.
Partai tidak mengundang pihak eksternal dalam perayaan nanti, yaitu para ketua partai politik, termasuk Presiden Prabowo Subianto, yang juga Ketua Umum Partai Gerindra.
Namun, ia menyadari, sebagai partai, ada banyak kekurangan dan kelemahan. Karena itu, melalui perayaan HUT Ke-52 PDI-P, partai akan menjadikannya sebagai masukan untuk menata diri lebih baik dan menentukan arah satu tahun ke depan untuk menjawab tantangan zaman.
”Ini alasan kami menggelar acara HUT partai untuk internal partai kami, sebagai media kami untuk melakukan introspeksi dan perbaikan diri, serta merancang berbagai macam kegiatan yang langsung menyentuh kepada rakyat. Dan kami lakukan secara sederhana, makanya dilakukan di sekolah partai,” ujar Djarot.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/09/a3c9a4d311963fe59314fda55e14d17a-IMG_3998.jpeg)
Perayaan HUT kali ini akan diikuti secara daring oleh seluruh kader PDI-P dari anak ranting, ranting, hingga DPC dan DPD seluruh Indonesia, begitu pula seluruh calon anggota legislatif, seluruh kepala daerah, dan wakil kepala daerah dari PDI-P.
Nantinya, acara akan dibuka dengan penampilan kebudayaan di halaman sekolah partai, Jakarta. Lalu, acara dilanjutkan dengan mendengarkan pidato politik dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.
Djarot melanjutkan, acara akan diakhiri dengan pemotongan tumpeng serta pembagian tumpeng untuk rakyat. Ada 150 potong tumpeng yang langsung dibagikan kepada masyarakat, komunitas, terutama ke mereka yang tinggal di sekitar sekolah partai. Kegiatan ini juga dilakukan di kantor DPD serta DPC.
Djarot menegaskan, kegiatan HUT dengan berbagai rangkaian kegiatan tersebut dilakukan sebagai wujud terima kasih kepada rakyat yang telah memenangkan PDI-P di Pemilu 2024. ”Ini partainya ’wong cilik’, partainya rakyat Indonesia. Itulah ungkapan rasa wujud syukur kami,” katanya.
Dalam perayaan HUT ini, pengurus daerah juga diminta untuk bersilaturahmi kepada tokoh-tokoh dan senior PDI-P di wilayah masing-masing, termasuk tokoh-tokoh Partai Nasional Indonesia (PNI) yang masih hidup. Dengan demikian, HUT partai bukan hanya menjadi acara seremonial belaka, melainkan juga sarana untuk membumikan nilai-nilai dan cita-cita para pendiri partai, yaitu mewujudkan satu masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.
Karena Pak Prabowo itu, insya Allah, kami akan mengundang pada saat menjelang kongres partai.
”Ini harus digalang kembali karena partai kita seperti ini juga atas dasar-dasar beliau,” ucap Djarot.
Djarot menambahkan, partainya tidak mengundang pihak eksternal, termasuk Presiden Prabowo dalam acara peringatan HUT nanti karena memang ini merupakan acara internal. Ia menyebut, Prabowo baru akan diundang dalam agenda Kongres PDI-P. ”Karena Pak Prabowo itu, insya Allah, kami akan mengundang pada saat menjelang kongres partai,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto yang juga hadir dalam jumpa pers, menjelaskan, tema HUT Ke-52 PDI-P adalah Satyam Eva Jayate dengan subtema Api Perjuangan Nan Tak Kunjung Padam.
Pesan dari bu Megawati Soekarnoputri seluruh pesan kebenaran karena PDI Perjuangan selalu kokoh pada jalan kebenaran. PDI Perjuangan selalu menghadapi berbagai tantangan dengan kejujuran dan penuh ketegaran, serta penuh keyakinan
”Maka, ini kembali ditampilkan pesan dari Bu Megawati Soekarnoputri seluruh pesan kebenaran karena PDI Perjuangan selalu kokoh pada jalan kebenaran. PDI Perjuangan selalu menghadapi berbagai tantangan dengan kejujuran dan penuh ketegaran, serta penuh keyakinan,” katanya, menjelaskan maksud dipilihnya tema dan subtema tersebut.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/01/08/c978a5ee-f88f-4b8e-b9ba-304387ac10b1.jpeg)
Hasto pun mengungkapkan alasan digelarnya perayaan HUT Ke-52 PDI-P di sekolah partai. Menurut dia, sekolah partai memiliki makna sebagai tempat proses pendidikan politik dan membangun kesadaran rakyat.
Tak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa kegiatan HUT Ke-52 ini akan dilakukan secara sederhana, tetapi tetap menampilkan wajah kebudayaan.
”Dilakukan secara sederhana, khidmat, penuh semangat nasionalisme, patriotisme, dan mengakar kuat di dalam sejarah perjuangan bangsa serta wajah kebudayaan yang terus ditampilkan oleh PDI Perjuangan,” ucap Hasto.
Penulis:
Nikolaus HarbowoEditor:
Suhartono .