Ange Postecoglou belum pernah merasakan kemenangan sejak menangani Nottingham. Pun demikian, kehadiran Jesus mendekatkan Ange menuju kemenangan perdana.
25 Sep 2025 10:13 WIB · Olahraga
SEVILLA, KAMIS — Empat laga sudah dilalui Ange Postecoglou bersama Nottingham Forest, tetapi belum satu pun kemenangan dia rasakan. Ange hampir meraih kemenangan perdana saat bermain imbang 2-2 kontra Real Betis dalam lanjutan Liga Europa. Dua gol Forest diborong Igor Jesus yang kian menegaskan diri sebagai rubah di dalam kotak penalti lawan. Ia digadang-gadang sebagai monster baru lini serang Forest.
Forest memboyong Jesus dari klub Brasil, Botafogo, seharga 10 juta pound sterling (Rp 225 miliar) pada bursa transfer musim panas ini. Jesus senantiasa berada di bawah bayang-bayang Chris Wood sebagai penyerang utama Forest sejak musim lalu. Wood mencetak 20 gol musim lalu, atau urutan keempat setelah Mohamed Salah (29 gol), Alexander Isak (23 gol), dan Erling Haaland (22 gol).
Dengan koleksi gol yang hampir menyamai para penyerang top Liga Inggris, adalah hal wajar jika Wood didapuk sebagai mesin gol utama Forest.
Akan tetapi, Ange membuat para penggemar Forest mengernyitkan dahi ketika memainkan Jesus sebagai pemain mula menghadapi Betis di Stadion de la Cartuja, Sevilla, Spanyol, Kamis (25/9/2025) dini hari WIB. Dia mencadangkan Wood demi memberi Jesus kesempatan tampil.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/25/5cb6ed0d68268c21f8f5ab19c0275055-1000013461.jpg)
Sejauh musim ini, Jesus hanya sekali tampil sebagai pemain mula, yaitu saat Forest tersingkir oleh Swansea City pada putaran ketiga Piala Liga Inggris. Kala itu Jesus menjawab kepercayaan Ange dengan mencetak dua gol. Meski Forest pada akhirnya kalah 2-3, itulah titik balik di mana Ange melihat potensi Jesus sebagai fox in the box atau rubah di dalam kotak penalti lawan.
Akan tetapi, Wood tetap dipercaya sebagai pemain mula melawan Burnley pada laga selanjutnya. Hanya saja, sepanjang pertandingan Wood tampil kurang maksimal dengan melesakkan dua tembakan. Performa Wood tersebut membuat Ange menyusun ulang susunan pemain kontra Betis. Jesus pada akhirnya dipilih tampil sejak awal dan dia membayar kepercayaan itu.
Forest tertinggal lebih dulu lewat sepakan keras Cedric Bakambu dari dalam kotak penalti pada menit ke-15. Hanya butuh waktu 3 menit bagi Jesus untuk menyamakan kedudukan. Lima menit berselang, Jesus mencetak gol sundulan untuk membalikkan keadaan.
Itu adalah gol keempat Jesus semenjak bergabung dengan Forest. Dari enam kali tampil di seluruh kompetisi, Jesus hanya dua kali dipercaya tampil sebagai pemain mula.
Meski demikian, setiap kali tampil ia selalu bisa mencetak dua gol. Keempat gol Jesus seluruhnya dihasilkan dari dalam kotak penalti lawan. Dia tergolong penyerang cerdik yang bisa membaca arah bola dan mengeksploitasi ruang terbuka. Kelebihan itu berpotensi menjadikannya sebagai monster lini depan Forest jika terus mendapatkan menit bermain.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/25/c7a7e721de252812c7e484ee1b13e053-1000013463.jpg)
”Dia hebat sejak bergabung. Ini menyenangkan. Dia masih belajar bagaimana kami ingin bermain. Dia pekerja keras, bagus di kotak penalti, dan finisher yang hebat. Saya sangat senang untuknya,” kata Ange dikutip dari laman UEFA.
Dua gol Jesus di markas Betis tersebut hampir membuat Ange merasakan kemenangan perdananya sebagai manajer Forest. Akan tetapi, penyerang sayap Betis, Antony, mencetak gol penyeimbang di pengujung laga. Dalam empat laga, Ange hanya mampu meraih dua hasil imbang dan dua kali kalah.
Melihat ketajaman Jesus di dalam kotak penalti, sangat mungkin Ange kembali memberinya kepercayaan tampil sebagai pemain mula saat menjamu Sunderland dalam lanjutan Liga Inggris.
Performa gemilang Jesus setiap kali dipercaya tampil sejak awal secara langsung memberikan tekanan kepada Wood. Persaingan ketat pun tersaji di lini depan Forest. Wood yang sejak lama relatif tidak memiliki rival untuk memperebutkan posisi sebagai pemain mula kini mulai terusik dengan kedatangan Jesus.
”Chris Wood jelas harus waspada. Dia (Jesus) jelas terlihat seperti ancaman nyata,” kata mantan penyerang Forest dan West Ham, Michail Antonio, di TNT Sports.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/25/f06d1756d21e8aadc09acb9e6079d9db-1000013462.jpg)
Jesus melepaskan enam tembakan sepanjang laga atau yang terbanyak dari semua pemain di laga melawan Betis. Dari enam tembakan itu, tiga tembakan tepat sasaran dan berbuah dua gol. Jesus juga tercatat sebagai pemain dengan sentuhan terbanyak di kotak penalti lawan, yaitu sembilan kali, bersanding dengan Elliot Anderson.
Walau gagal mempertahankan kemenangan pada laga pertama Forest kembali ke Eropa setelah 29 tahun, Ange setidaknya tak terlalu berkecil hati. Di laga ini ia mendapat gambaran jelas tentang potensi Jesus. Rivalitas dengan Wood tentunya membuat mereka berusaha keras mengeluarkan potensi terbaiknya. Dengan demikian, penantian Ange terhadap kemenangan perdananya barangkali sudah tidak akan lama lagi.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto