IHSG Diprediksi Capai 8.000 Menjelang HUT Ke-80 RI

Berbagai sentimen dari dalam dan luar negeri jelang Hari Kemerdekaan mewarnai pasar saham.

13 Agt 2025 10:09 WIB · Ekonomi & Bisnis

Oleh Erika Kurnia

JAKARTA, KOMPAS — Indeks Harga Saham Gabungan terus melaju naik sejak awal pekan, Senin (11/8/2025), mencapai level tertinggi sepanjang tahun di level 7.600. Sejumlah sentimen positif dari global dan dalam negeri diprediksi bakal menyokong IHSG mencapai level tertinggi sepanjang masa di kisaran 8.000, bersamaan dengan pekan perayaan Kemerdekaan RI.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bakal bertengger di 7.910 pada pekan ini. Hal ini diprediksi setelah IHSG, pada Selasa (12/8/2025), sempat menyentuh 7.800 walaupun pada penutupan perdagangan hari itu hanya naik 2,4 persen ke 7.791. Kenaikan ini ditopang arus masuk asing yang mencatatkan pembelian bersih (net buy) Rp 1,9 triliun.

Dalam laporan yang dikutip pada Rabu (13/8/2025), beberapa sentimen positif yang menopang penguatan indeks awal pekan ini, antara lain, penundaan tarif impor Amerika Serikat terhadap China yang kembali diperpanjang selama 90 hari. Hal ini membuka ruang negosiasi lebih lanjut di saat tarif AS terhadap China sebesar 30 persen dan tarif China terhadap AS sebesar 10 persen tetap berlaku.

Ekspektasi penurunan suku bunga The Fed juga menjadi sentimen positif bagi pasar modal Indonesia. Sebaliknya, prediksi ini membuat nilai tukar rupiah melemah tipis ke Rp 16.289 per dollar AS. Selain itu, indeks berjangka di Wall Street juga bergerak variatif menjelang pengumuman data inflasi AS.

Rilis pada Selasa (12/8/2025) malam waktu Indonesia menunjukkan inflasi AS pada Juli bertahan di level 2,7 persen seperti bulan sebelumnya. Data ini lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 2,8 persen. Dengan ini, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed pada September mendatang akan semakin kuat.

Grafik pergerakan IHSG sejak awal tahun hingga 12 Agustus 2025. IHSG berhasil menembus level tertinggi di tahun ini yakni sekitar 7.700.

Dari dalam negeri, beberapa faktor diisinyalir memengaruhi pergerakan positif IHSG. Hal itu, antara lain, harapan akan membaiknya ekonomi domestik dan maraknya aksi korporasi emiten, seperti merger dan akuisisi.

Ada pula faktor masuknya sejumlah emiten dalam negeri dalam daftar indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). ”IHSG berhasil keluar dari area konsolidasi dengan didukung volume. Dengan demikian, IHSG berpeluang menguji level tertinggi di 7.910,” kata tim analis Phintraco Sekuritas.

Jika proyeksi itu terjadi, IHSG bakal melampaui level tertinggi sepanjang masa yang sebelumnya dicetak pada tahun lalu. Saat itu, 19 September 2024, IHSG tercatat di level 7.905.

Menurut laporan mingguan BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), emiten konglomerasi yang masuk daftar MSCI dan faktor Danantara diprediksi bisa mendorong IHSG ke 8.000 jelang Hari Ulang Tahun Ke-80 RI pada 17 Agustus 2025 yang jatuh pada Minggu.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman juga menyampaikan optimisme tren positif tersebut beberapa waktu lalu. Hal sama disampaikan Chief Investment Officer di Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Pandu Sjahrir.

Berangkat dari posisi IHSG di kisaran level 7.533 pada akhir perdagangan pekan lalu, BRIDS menghitung, butuh kenaikan 6,2 persen untuk mencapai 8.000. ”Jika target ingin tercapai sebelum 17 Agustus (sekitar tujuh hari bursa tersisa), IHSG perlu naik rata-rata 67 poin per hari atau sekitar 0,89 persen per hari,” kata mereka.

Layar elektronik menampilkan pergerakan indeks saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/4/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke level 6.254,02 pada Kamis (10/4) sore. IHSG naik 286,03 poin atau 4,79 persen dari perdagangan hari sebelumnya. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 10-04-2025

Sentimen lain

Sentimen lain dalam negeri yang akan menopang IHSG, masih menurut BRIDS, adalah proyeksi perbaikan kinerja keuangan emiten di semester II-2025. Pada semester I-2025, laba perusahaan terkontraksi hingga minus 6 persen secara tahunan. Perhitungan ini terjadi kendati Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi di triwulan II tumbuh baik sebesar 5,12 persen.

Meskipun mayoritas perusahaan (36 persen) memberikan hasil sesuai ekspektasi, proyeksi mereka meleset pada perhitungan laba yang ternyata melemah pada sektor-sektor besar, seperti perbankan, telekomunikasi, dan konsumen.

Namun, pada semester II-2025, BRIDS menilai tren pelemahan laba telah berlalu. Mereka memproyeksi, pertumbuhan laba inti emiten di semester II-2025 bisa 5-6 persen secara tahunan. 

Prospek pemulihan pertumbuhan laba didukung kondisi makroekonomi yang lebih kondusif di semester II-2025. Ini didorong kondisi likuiditas yang membaik, potensi akselerasi belanja pemerintah, dan peluncuran program-program utama pemerintah.

”Kami melihat, eksekusi kebijakan yang konsisten sebagai katalis utama, di samping pencairan fiskal yang tepat waktu dan komunikasi kebijakan yang jelas untuk mempertahankan sentimen positif,” kata tim analis BRIDS.

Perayaan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia

Iman Rachman, kepada wartawan dalam Konferensi Pers 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, di Jakarta, Senin (11/8/2025), mengatakan tetap optimistis prediksi positif pada IHSG akan terjadi.

”Kemarin saya bilang, doakan di HUT Ke-80 RI IHSG bisa tembus 8.000. Jawabannya ada di teman-teman direksi lain, bukan dari saya,” kata Iman.

Sejauh ini, optimisme itu linier dengan peningkatan kapitalisasi pasar modal yang  naik hampir 10 persen sejak Januari 2025. Saat ini, nilainya mencapai Rp 14.000 triliun.

Saat kapitalisasi pasar bursa RI menyentuh Rp 13.555 triliun pada 8 Agustus, Burse Efek Indonesia di peringkat ke-17 di antara bursa global dengan kapitalisasi terbesar.


Kerabat Kerja

Penulis:

Erika Kurnia
 | 

Editor:

FX Laksana Agung Saputra
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto