IKN Masih Dibangun, Istana: HUT RI Akan Diselenggarakan di Jakarta

Pilihan pemerintah untuk melangsungkan peringatan HUT RI di Jakarta menunjukkan IKN belum fungsional.

17 Jul 2025 17:44 WIB · Politik & Hukum

Oleh Denty Piawai Nastitie, Iqbal Basyari, Nina Susilo

JAKARTA, KOMPAS — Pertanyaan tentang di mana upacara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia akan digelar telah terjawab. Pemerintah menegaskan bahwa upacara HUT Ke-80 RI akan diselenggarakan di Jakarta, bukan di Ibu Kota Nusantara.

Menurut pemerintah, HUT Ke-80 RI digelar di Jakarta karena pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) masih berjalan.

Kepastian itu ditegaskan oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro seusai rapat di DPR, Jakarta, Kamis (17/7/2025). ”Upacara detik-detik proklamasi akan digelar di Jakarta karena IKN masih dalam pembangunan, jadi kita konsentrasi pembangunan dulu,” ujar Juri.

Meski demikian, menurut Juri, di IKN juga akan tetap ada upacara yang diselenggarakan oleh Otorita IKN.

Sebelumnya, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi juga menyebutkan rencana pelaksanaan upacara HUT Ke-80 RI di Jakarta. ”Panitianya sudah dibentuk oleh Menteri Sekretaris Negara. Sudah ada dan PCO juga menjadi bagian dari panitia itu,” katanya, Rabu (16/7/2025).

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menhan Prabowo Subianto (ketiga kiri) dan Ketua DPR Puan Maharani (kedua kiri) mengikuti upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di lapangan upacara Istana Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (17/8/2024). Upacara dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-79 RI tersebut mengusung tema Nusantara Baru Indonesia Maju. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/app/wpa.

Pernah dijanjikan di IKN

Presiden Prabowo Subianto, saat masih menjabat Menteri Pertahanan dan mendampingi Presiden Joko Widodo pada peringatan HUT Ke-79 RI di IKN, 17 Agustus 2024, menyampaikan akan kembali menyelenggarakan peringatan Proklamasi Kemerdekaan di IKN. ”Insya Allah akan di sini lagi,” ujarnya ketika ditanya apakah upacara HUT Ke-80 RI diadakan di IKN.

Presiden Jokowi, kala itu, pun menyerahkan keputusan tersebut kepada Prabowo sebagai presiden terpilih. Saat itu Jokowi pun berharap agar upacara inti HUT RI tetap dilangsungkan di IKN. Namun, pada saatnya, keputusan berbeda.

Quote

Bakir mengatakan, alasan efisiensi anggaran lebih bisa dipahami daripada pembangunan IKN yang masih berjalan.

Menurut dosen Ilmu Politik FISIP UIN Jakarta, Bakir Ihsan, alasan HUT Ke-80 tidak dilaksanakan di IKN karena sedang dibangun kurang masuk akal. Hal tersebut karena tahun lalu pemerintah sudah menggunakan IKN untuk perayaan HUT Ke-79. ”Tahun lalu sudah dilaksanakan di sana di tengah pembangunan IKN sedang berlangsung. Jadi, kalau alasannya masih pembangunan, tidak masuk akal,” katanya.

Bakir mengatakan, alasan efisiensi anggaran lebih bisa dipahami daripada pembangunan IKN yang masih berjalan. ”Bisa juga memakai alasan lebih khidmat dilaksanakan di Jakarta karena Presiden berkantor di Jakarta dengan latar belakang historisnya,” ujarnya.

Pembangunan di Ibu Kota Nusantara, Minggu (28/7/2024), menampakkan Kantor Presiden di kejauhan. Sementara kompleks kementerian koordinasi di sebelah kanan tampak mulai rampung.

Menunjukkan ada masalah

Menurut Direktur Eksekutif The Indonesian Institute Center for Public Policy Research Adinda Tenriangke Muchtar, pilihan pemerintah untuk melangsungkan peringatan HUT RI di Jakarta tidak mengejutkan. Ini sekaligus menunjukkan IKN belum fungsional dan belum ada kemajuan signifikan di sana.

”Kembali ke Jakarta tentu dengan alasan praktis dan strategis. Namun, apa kabar pembangunan IKN? Sebab, di forum internasional, kemajuan IKN kita selalu ditanyakan,” kata Adinda, Kamis.

Menurut dia, pembangunan IKN yang sudah menyedot  anggaran besar tentu sangat mubazir jika tak diselesaikan. Selain itu, hal ini juga akan menjadi preseden buruk pada dunia internasional dan menunjukkan ada masalah tata kelola sumber daya kebijakan publik Indonesia.

Kembalinya perayaan HUT RI ke Jakarta, lanjut Adinda, sekaligus menunjukkan perlunya komunikasi publik soal status IKN saat ini, baik terkait dengan anggaran, progres fisik, investasi, maupun evaluasinya. ”Jangan sampai (IKN) jadi kota mati dan tidak jelas returns-nya apa,” tambahnya.

Di sisi lain, lanjut Adinda, bisa dipahami jika Presiden Prabowo lebih memprioritaskan program-program unggulan sebagai peninggalannya (legacy) sendiri, seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Garuda. Adapun IKN, kendati masih menjadi proyek strategis nasional (PSN), tampak bukan prioritas.

Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto menyapa ribuan pendukungnya di lapangan Ketang Ternate Baru, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (24/3/2019). Dalam orasinya Prabowo Subianto meminta dukungan warga Sulut, yang merupakan tanah kelahiran ibunya.

Esok, peluncuran logo

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Kemerdekaan RI, Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan tema dan logo resmi HUT Ke-80 RI pada Jumat (18/7/2025). Peluncuran ini akan dilakukan secara luring dan daring di Istana Negara, Jakarta, dan disiarkan secara nasional. Acara peluncuran akan dimulai dengan lagu kebangsaan ”Indonesia Raya”.

Juri mengatakan, di acara tersebut disampaikan penjelasan terkait makna logo. Makna logo tersebut akan disampaikan kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang mengikuti acara ini secara daring.

Quote

Untuk menyosialisasikan logo tersebut, pemerintah akan menggelar kegiatan di kawasan ”car free day” Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta.

Untuk menyosialisasikan logo tersebut, pemerintah akan menggelar kegiatan di kawasan car free day Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta. Dalam kegiatan tersebut akan dibagikan berbagai suvenir dan atribut bernuansa tema dan logo perayaan Kemerdekaan RI guna membangkitkan semangat nasionalisme masyarakat.

”Dalam acara itu, Presiden Prabowo juga akan mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan kreatif guna memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan,” kata Juri.


Kerabat Kerja

Penulis:

Denty Piawai Nastitie, Iqbal Basyari, Nina Susilo
 | 

Editor:

Madina Nusrat