India menembakkan rudal melintasi perbatasan ke wilayah yang dikuasai Pakistan.
07 Mei 2025 11:56 WIB · Foto
Foto kerumunan warga yang melihat serpihan bangkai pesawat yang jatuh di Wuyan dekat kota utama Kashmir yang dikelola India, Srinagar, pada 7 Mei 2025 menggambarkan tensi hubungan dua negara tetangga yang sedang berseteru. India menembakkan rudal ke wilayah Pakistan dan menewaskan sedikitnya delapan orang, sedangkan Pakistan membalas serangan itu dan berhasil menjatuhkan dua jet tempur India.
Dalam foto yang lain, iring-iringan truk yang mengangkut tank tentara di jalan di Muridke, sekitar 30 kilometer dari Lahore, pada hari yang sama membuat cemas warga.
India menembakkan rudal melintasi perbatasan ke wilayah yang dikuasai Pakistan di sedikitnya tiga lokasi pada Rabu dini hari guna menyerang infrastruktur yang digunakan oleh militan.
Perseteruan ini berawal dari serangan militan bersenjata yang menembaki kerumunan turis dan wisatawan yang sedang menikmati udara bersih dan hawa dingin pegunungan di puncak gunung Baisaran di wilayah yang dikuasai India. Sebanyak 26 korban tewas dalam serangan itu.
Rudal yang ditembakkan dari India menghantam beberapa lokasi di Pakistan, merusak sedikitnya empat masjid dan sebuah klinik medis, kata pihak berwenang seperti ditulis Associated Press. Salah satu rudal menghantam sebuah masjid di Muridke, sebuah kota dekat kota Lahore di bagian timur, merusak strukturnya. Sebuah bangunan luas yang terletak di dekat masjid di Muridkey yang sebelumnya berfungsi sebagai markas besar Lashkar-e-Taiba, menjadi target sasaran.
Di Bahawalpur, rudal lain menghantam sebuah masjid yang berdekatan dengan sebuah seminari agama yang pernah berfungsi sebagai kantor pusat Jaish-e-Mohammed, sebuah kelompok militan yang dilarang oleh mantan Presiden Pervez Musharraf pada tahun 2002.
Muhammad Sabir, seorang warga yang tinggal di dekat Masjid Subhan yang rusak di Bahawalpur, menggambarkan kekacauan yang terjadi setelah serangan itu. "Saya mendengar tiga atau empat ledakan keras berturut-turut," katanya.
Sabir segera menarik keluarganya, dan berlari ke ladang terdekat , dan bersembunyi sambil berbaring dirumput. Polisi dan ambulans tiba tak lama kemudian.
Pesawat India Jatuh
Sebuah pesawat jatuh di gedung sekolah di pinggiran kota utama di Kashmir yang dikuasai India. Polisi dan penduduk mengatakan pesawat jatuh pada dini hari Rabu, tak lama setelah India melancarkan serangan rudal ke Pakistan.
"Terjadi kebakaran besar di langit. Kemudian kami mendengar beberapa ledakan juga," kata Mohammed Yousuf Dar, seorang penduduk lokal di desa Wuyan selatan di daerah Pampore, tempat insiden itu terjadi.
Pesawat lain dilaporkan jatuh di lapangan terbuka di sebuah desa yang dekat dengan Garis Kontrol di Kashmir yang dikuasai India. Sachin Kumar, seorang penduduk desa setempat, mengatakan kepada Associated Press bahwa ia mendengar ledakan besar diikuti oleh bola api besar yang membakar desanya, Bhardha Kalan dekat kota Akhnoor selatan.
Kumar dan beberapa penduduk desa bergegas ke tempat kejadian dan menemukan dua pilot dalam kondisi terluka. Keduanya kemudian dibawa pergi oleh tentara India.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/07/f0af3da5-2d52-4d81-beab-c57bdcada1f6_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/07/e5421021-78d8-40ed-bf27-757d70e140df_jpg.jpg)
Maskapai penerbangan India membatalkan beberapa penerbangan. SpiceJet mengatakan telah membatalkan penerbangan ke Srinagar, kota utama Kashmir yang dikuasai India, dan ke kota Dharamshala, Leh, Jammu, dan Amritsar di India utara setelah bandara ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut. Dua maskapai penerbangan India lainnya juga mengatakan mereka membatalkan penerbangan ke bandara tersebut hingga kemungkinan Rabu malam.
Di Muzaffarabad, kota utama Kashmir yang dikuasai Pakistan, penduduk Abdul Sammad mengatakan ia mendengar beberapa ledakan dan beberapa orang terluka dalam serangan itu. Orang-orang berlarian karena panik dan pihak berwenang segera memutus aliran listrik, yang menyebabkan pemadaman listrik.
Perdana Menteri Pakistan menyebut tindakan India sebagai tindakan perang. Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan bahwa "Pakistan memiliki hak untuk memberikan respons yang kuat terhadap tindakan perang yang dipaksakan oleh India ini, dan respons yang kuat memang sedang diberikan."
Sementara Kementerian Pertahanan India mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa sedikitnya sembilan lokasi menjadi sasaran tempat serangan teroris terhadap India telah direncanakan. "Tindakan kami telah terfokus, terukur, dan tidak bersifat eskalatif. Tidak ada fasilitas militer Pakistan yang menjadi sasaran," kata pernyataan tersebut.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari