Penembakan brutal terhadap wisatawan di Palhagam, India, menewaskan 28 wisatawan.
24 Apr 2025 10:45 WIB · Foto
Jejak tapak kaki serta sandal dan sepatu terbenam lumpur yang mulai mengering terlihat di lokasi penembakan brutal militan bersenjata di kawasan wisata padang rumput Pahalgam, Srinagar, India, Kamis (24/4/2025). Di lokasi yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau naik kuda tersebut, pada Selasa lalu, menjadi saksi kekejaman yang mengakibatkan jumlah korban terbesar dalam dua dekade terakhir.
Militan bersenjata yang datang tiba-tiba dari arah hutan menembaki kerumunan turis dan wisatawan yang sedang menikmati udara bersih dan hawa dingin pegunungan di puncak Gunung Baisaran. Korban terakhir dikabarkan mencapai 28 orang tewas, termasuk satu wisatawan asing dan penduduk lokal yang menjadi pemandu.
Evakuasi korban luka terkendala dengan medan yang hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki atau naik kuda. Belasan korban luka diangkut dengan kuda oleh penduduk lokal hingga mencapai jalan raya. Polisi dan tentara India segera mendatangi lokasi dan melakukan perburuan pelaku penembakan yang melarikan diri ke hutan. Dua orang militan dikabarkan tewas dalam kontak senjata beberapa jam kemudian.
Dikenal dengan sebutan ”Surga di Bumi”, wilayah Kashmir yang dikelilingi kawasan pegunungan bersalju juga dikenal dengan sebutan ”Swiss Kecil”. Pemandangan damai di padang rumput Baisaran di Pahalgam, Jammu, dan Kashmir pada musim panas, dan hamparan salju pada musim dingin menjadi wisata andalan utama daerah ini.
Sehari setelah serangan tersebut, wisatawan bergegas pergi, berdesakan di dalam bus dan taksi. Sebagian dari mereka terlihat menyusuri jalanan kota yang kosong sambil menyeret koper menuju tempat mangkal bus atau taksi. Hanya polisi dan tentara bersenjata dengan kewaspadaan tinggi yang terlihat di jalanan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/24/a2544514-c1c6-4e36-808f-7225b3a5bf9c_jpg.jpg)
Di Pahalgam, lokasi serangan merupakan padang rumput yang dikelilingi oleh hutan pinus dan pegunungan yang tertutup salju.
Hingga Selasa sore, Hotel Mount View di Pahalgam telah terjual habis selama berbulan-bulan, kata manajer Abdul Salam, kepada AFP. Namun, sejak berita pembunuhan itu tersebar, ia dibanjiri dengan orang-orang yang membatalkan rencana perjalanan mereka. Tragedi ini akan melumpuhkan bisnis di Kashmir, tambahnya.
Maskapai penerbangan lokal, Air India, bahkan mengambil tindakan cepat meningkatkan jumlah penerbangan untuk memfasilitasi evakuasi wisatawan.
Wilayah Jammu dan Kashmir telah lama menjadi area konflik. Namun, kawasan itu bangkit kembali sebagai tujuan wisata dalam beberapa tahun ini seiring meredanya kekerasan kelompok militan.
India dan Pakistan masing-masing mengelola sebagian Kashmir, tetapi keduanya mengklaim wilayah itu secara keseluruhan. Banyak orang di Kashmir yang mayoritas Muslim dan dikelola India mendukung tujuan pemberontak untuk menyatukan wilayah itu dengan Pakistan atau menciptakan negara merdeka. India bersikeras bahwa pemberontakan Kashmir disponsori Pakistan, tetapi Pakistan membantah tuduhan itu.
India kembali menuduh Pakistan berada di balik penyerangan di daerahnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/24/80f57e32-5c07-4b60-9fe5-2610681c44e1_jpg.jpg)
Pasukan keamanan India di Kashmir melakukan perburuan besar-besaran pada hari Rabu, sehari setelah orang-orang bersenjata menembaki wisatawan dan menewaskan 26 orang dalam serangan terburuk terhadap warga sipil di wilayah tersebut dalam seperempat abad.
Perdana Menteri Narendra Modi bahkan mempersingkat kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi dan bergegas pulang.
Sebagai langkah balasan, India akan menangguhkan sementara Perjanjian Perairan Indus 1960 tentang pembagian air Sungai Indus antara India dan Pakistan. Penangguhan ini berpotensi berdampak besar bagi Pakistan, yang sangat bergantung pada aliran air dari wilayah Kashmir India untuk kebutuhan irigasi dan pembangkit listrik tenaga air.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/24/71999924-a1e7-4af3-b434-e6de9cc4ca7a_jpg.jpg)
India juga menutup satu-satunya titik penyeberangan darat terbuka dengan Pakistan. Warga Pakistan yang telah memasuki India melalui jalur tersebut diberi batas waktu hingga 1 Mei untuk kembali ke negaranya.
Selain itu, seluruh visa khusus Asia Selatan bagi warga Pakistan dibatalkan. Pemegang visa tersebut diwajibkan meninggalkan India dalam waktu 48 jam. Pemerintah India juga menyatakan seluruh penasihat pertahanan di Kedutaan Besar Pakistan di New Delhi sebagai persona non-grata, dan memberikan waktu tujuh hari bagi mereka untuk meninggalkan negara itu. India pun akan menarik penasihat pertahanannya dari Islamabad serta mengurangi jumlah staf kedutaan besarnya di Pakistan dari 55 menjadi 30 orang.
Serangan terhadap wisatawan ”Surga di Bumi” ini selain dikecam Internasional, juga berpotensi menjadikan bara konflik India dan Pakistan makin memanas. (AP/AFP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .