NEW DELHI, MINGGU — Baku tembak pasukan India-Pakistan di Kashmir terus berlanjut. Bayang-bayang perang di antara sesama pemilik nuklir itu mencemaskan berbagai pihak. India sedang mencari alasan menyerang Pakistan.
Dilaporkan AFP, Minggu (27/4/2025), baku tembak telah terjadi tiga malam berturut-turut. India menuding, tentara Pakistan menembak dulu. Karena itu, tentara India balas menembak.
Baku tembak terjadi di garis kendali, perbatasan faktual India-Pakistan di Kashmir. India menyebut, baku tembak melibatkan senjata ringan. Tidak disebut dengan pistol atau senapan.
Ketegangan India-Pakistan sejak penembakan di Pahalgam, Jammu Kashmir, terjadi pada 22 April 2025. Penembakan menewaskan 25 warga India dan satu warga Nepal. India marah besar pada insiden itu.
India menuding Pakistan ada di balik serangan tersebut. Menurut New Delhi, serangan dilancarkan Lashkar-e-Taiba (LeT). Sampai sekarang, India belum memberikan bukti kuat tudingannya.
Pakistan menyangkal tudingan India. Islamabad mengundang komunitas internasional menggelar penyelidikan netral, transparan, dan dapat dipercaya atas penembakan itu. Pakistan juga mengundang sejumlah negara untuk mengupayakan peredaan ketegangan.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif antara lain telah menelepon petinggi Arab Saudi dan Iran. Ia berterima kasih atas tawaran Riyadh-Teheran menjadi penengah untuk peredaan ketegangan Islamabad-New Delhi. ”Pakistan mengecam segala bentuk terorisme dan tidak ada hubungan dengan serangan teroris baru-baru ini di Pahalgam,” kata Shehbaz.
Ia menekankan, Pakistan amat berkepentingan pada penyelidikan transparan atas kasus itu. Apalagi, Pakistan pun berulang kali jadi sasaran teror. Menurut dia, 90.000 orang di Pakistan jadi korban teror selama bertahun-tahun. Kerugiannya bernilai paling tidak 600 miliar dollar AS.
Cari alasan
Media Amerika Serikat,The New York Times, melaporkan India menempuh jalan sebaliknya. India tengah mencari alasan untuk menyerang Pakistan. Perwakilan setidaknya 100 negara telah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri India untuk diberi penjelasan soal Pahalgam. Sejumlah diplomat mempertanyakan apakah India bersiap menyerang tetangganya yang juga punya bom nuklir.
PM India Narendra Modi juga telah menghubungi pemerintah belasan negara. Tanpa menyebut negara tertentu, Modi menyatakan akan menjatuhkan hukuman berat dan menyerbu tempat perlindungan teroris.
Dalam taklimat kepada para diplomat asing, India juga melontarkan tudingan ke Pakistan. Walakin, India tidak memberi dasar tudingannya. Para diplomat menduga, India sedang mencari informasi penguat sebelum akhirnya menyerang Pakistan.
Mantan Penasihat Keamananan Nasional India, Shiv Shankar Menon, menyebut, India pernah menyerang Pakistan pada 2016 dan 2019. Kedua serangan itu dengan alasan menyasar kelompok teror yang bersembunyi di Pakistan.
Pelajaran dari serangan itu adalah tidak terjadi perang besar setelahnya. Hal yang justru terjadi adalah ketegangan segera mereda selepas serangan itu.
Ia tidak yakin, perang India-Pakistan akan meletus besar-besaran lalu sampai melibatkan senjata nuklir. Berkali-kali terlibat perang besar dan berulang kali terlibat saling serbu dalam skala kecil, India-Pakistan tidak pernah menggunakan bom nuklir masing-masing. Sejauh ini, kedua tetangga itu cuma saling ancam.
Saling ancam
Wujud ancaman antara lain ditunjukkan Angkatan Laut India. Dalam video dan foto yang disiarkan New Delhi terlihat, AL India menembakkan rudal BrahMos dan rudal jelajah dari kapal perang. Latihan digelar di Laut Arab. Lokasi pasti tidak diungkap AL India.
”AL India sukses menyelenggarakan sejumlah penembakan untuk memvalidasi ulang dan menunjukkan kesiagaam pelantar, sistem, dan awak untuk serangan jarak jauh tepat sasaran. AL India siap tempur, tepercaya, dan siap mengawal kepentingan maritim bangsa di mana pun, kapan pun, dengan cara apa pun,” demikian pernyataan AL India.
Sementara sejumlah media India menuding, Menteri Kereta Api Pakistan Hanif Abbasi juga mengancam India. Beredar video yang menyebut Abbasi mengancam siap mengarahkan senjata nuklir Pakistan ke India.
Tidak ada penjelasan kapan dan di mana video direkam. Tidak ada pula penjelasan apakah video itu asli.India Today danHindustan Times, yang memberitakan soal video itu, mengaku tidak bisa memverifikasi video tersebut.
Sementara Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Navqi menuding, kelompok-kelompok sokongan India berusaha melancarkan teror di Pakistan. Dalam tiga hari terakhir, aparat Pakistan menemukan tujuh peledak di sejumlah kota. Semua itu, menurut Navqi, dipasang kelompok sokongan India.
Karena itu, ia mendesak penyelidikan menyeluruh dan transparan atas tudingan India. ”Kami akan mengungkap drama ini,” ujarnya.
Ia menuding badan intelijen India, RAW, membantu sejumlah kelompok teroris penyerang Pakistan, Afghanistan, hingga Iran. Pakistan, menurutnya, punya bukti pertemuan para petinggi kelompok teror itu dengan petinggi India. (AP/AFP)
NEW DELHI, MINGGU — Baku tembak pasukan India-Pakistan di Kashmir terus berlanjut. Bayang-bayang perang di antara sesama pemilik nuklir itu mencemaskan berbagai pihak. India sedang mencari alasan menyerang Pakistan.
Dilaporkan AFP, Minggu (27/4/2025), baku tembak telah terjadi tiga malam berturut-turut. India menuding, tentara Pakistan menembak dulu. Karena itu, tentara India balas menembak.
Serial Artikel
Buntut Penembakan di Kashmir, India-Pakistan Bisa Perang Lagi
India marah besar atas penembakan di Pahalgam, Kashmir. Pakistan dituding di balik serangan itu. India-Pakistan sama-sama memiliki bom nuklir.
Baku tembak terjadi di garis kendali, perbatasan faktual India-Pakistan di Kashmir. India menyebut, baku tembak melibatkan senjata ringan. Tidak disebut dengan pistol atau senapan.
Ketegangan India-Pakistan sejak penembakan di Pahalgam, Jammu Kashmir, terjadi pada 22 April 2025. Penembakan menewaskan 25 warga India dan satu warga Nepal. India marah besar pada insiden itu.
India menuding Pakistan ada di balik serangan tersebut. Menurut New Delhi, serangan dilancarkan Lashkar-e-Taiba (LeT). Sampai sekarang, India belum memberikan bukti kuat tudingannya.
Pakistan menyangkal tudingan India. Islamabad mengundang komunitas internasional menggelar penyelidikan netral, transparan, dan dapat dipercaya atas penembakan itu. Pakistan juga mengundang sejumlah negara untuk mengupayakan peredaan ketegangan.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif antara lain telah menelepon petinggi Arab Saudi dan Iran. Ia berterima kasih atas tawaran Riyadh-Teheran menjadi penengah untuk peredaan ketegangan Islamabad-New Delhi. ”Pakistan mengecam segala bentuk terorisme dan tidak ada hubungan dengan serangan teroris baru-baru ini di Pahalgam,” kata Shehbaz.
Ia menekankan, Pakistan amat berkepentingan pada penyelidikan transparan atas kasus itu. Apalagi, Pakistan pun berulang kali jadi sasaran teror. Menurut dia, 90.000 orang di Pakistan jadi korban teror selama bertahun-tahun. Kerugiannya bernilai paling tidak 600 miliar dollar AS.
Serial Artikel
Terkait Wilayah Kashmir, Pakistan Kecam India sebagai Penjajah
Wilayah Kashmir merupakan subyek persengketaan antara India dan Pakistan di Pegunungan Himalaya sejak 1947. Kedua negara mengklaim sebagai pemilik wilayah itu dan sejak itu pula keduanya berperang memperebutkan Kashmir.
Media Amerika Serikat,The New York Times, melaporkan India menempuh jalan sebaliknya. India tengah mencari alasan untuk menyerang Pakistan. Perwakilan setidaknya 100 negara telah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri India untuk diberi penjelasan soal Pahalgam. Sejumlah diplomat mempertanyakan apakah India bersiap menyerang tetangganya yang juga punya bom nuklir.
PM India Narendra Modi juga telah menghubungi pemerintah belasan negara. Tanpa menyebut negara tertentu, Modi menyatakan akan menjatuhkan hukuman berat dan menyerbu tempat perlindungan teroris.
Dalam taklimat kepada para diplomat asing, India juga melontarkan tudingan ke Pakistan. Walakin, India tidak memberi dasar tudingannya. Para diplomat menduga, India sedang mencari informasi penguat sebelum akhirnya menyerang Pakistan.
Mantan Penasihat Keamananan Nasional India, Shiv Shankar Menon, menyebut, India pernah menyerang Pakistan pada 2016 dan 2019. Kedua serangan itu dengan alasan menyasar kelompok teror yang bersembunyi di Pakistan.
Pelajaran dari serangan itu adalah tidak terjadi perang besar setelahnya. Hal yang justru terjadi adalah ketegangan segera mereda selepas serangan itu.
Ia tidak yakin, perang India-Pakistan akan meletus besar-besaran lalu sampai melibatkan senjata nuklir. Berkali-kali terlibat perang besar dan berulang kali terlibat saling serbu dalam skala kecil, India-Pakistan tidak pernah menggunakan bom nuklir masing-masing. Sejauh ini, kedua tetangga itu cuma saling ancam.
Serial Artikel
India Siagakan Tentara dan Meriam di Perbatasan dengan China
India menyiagakan tentara dan artileri ke wilayah timur perbatasan dengan China sejak bentrokan meletus di antara rivalitas senjata nuklir kedua negara di bagian barat perbatasan di Himalaya pada Juni itu.
Wujud ancaman antara lain ditunjukkan Angkatan Laut India. Dalam video dan foto yang disiarkan New Delhi terlihat, AL India menembakkan rudal BrahMos dan rudal jelajah dari kapal perang. Latihan digelar di Laut Arab. Lokasi pasti tidak diungkap AL India.
”AL India sukses menyelenggarakan sejumlah penembakan untuk memvalidasi ulang dan menunjukkan kesiagaam pelantar, sistem, dan awak untuk serangan jarak jauh tepat sasaran. AL India siap tempur, tepercaya, dan siap mengawal kepentingan maritim bangsa di mana pun, kapan pun, dengan cara apa pun,” demikian pernyataan AL India.
Sementara sejumlah media India menuding, Menteri Kereta Api Pakistan Hanif Abbasi juga mengancam India. Beredar video yang menyebut Abbasi mengancam siap mengarahkan senjata nuklir Pakistan ke India.
Tidak ada penjelasan kapan dan di mana video direkam. Tidak ada pula penjelasan apakah video itu asli.India Today danHindustan Times, yang memberitakan soal video itu, mengaku tidak bisa memverifikasi video tersebut.
Sementara Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Navqi menuding, kelompok-kelompok sokongan India berusaha melancarkan teror di Pakistan. Dalam tiga hari terakhir, aparat Pakistan menemukan tujuh peledak di sejumlah kota. Semua itu, menurut Navqi, dipasang kelompok sokongan India.
Karena itu, ia mendesak penyelidikan menyeluruh dan transparan atas tudingan India. ”Kami akan mengungkap drama ini,” ujarnya.
Ia menuding badan intelijen India, RAW, membantu sejumlah kelompok teroris penyerang Pakistan, Afghanistan, hingga Iran. Pakistan, menurutnya, punya bukti pertemuan para petinggi kelompok teror itu dengan petinggi India. (AP/AFP)