India-Pakistan Terus Baku Tembak di Kashmir

India dituding sedang mencari alasan menyerang Pakistan. Penyelidikan teror Pahalgam belum selesai.

27 Apr 2025 19:00 WIB · Internasional

Oleh Kris Mada

NEW DELHI, MINGGU — Baku tembak pasukan India-Pakistan di Kashmir terus berlanjut. Bayang-bayang perang di antara sesama pemilik nuklir itu mencemaskan berbagai pihak. India sedang mencari alasan menyerang Pakistan.

Dilaporkan AFP, Minggu (27/4/2025), baku tembak telah terjadi tiga malam berturut-turut. India menuding, tentara Pakistan menembak dulu. Karena itu, tentara India balas menembak.

Baku tembak terjadi di garis kendali, perbatasan faktual India-Pakistan di Kashmir. India menyebut, baku tembak melibatkan senjata ringan. Tidak disebut dengan pistol atau senapan.

Ketegangan India-Pakistan sejak penembakan di Pahalgam, Jammu Kashmir, terjadi pada 22 April 2025. Penembakan menewaskan 25 warga India dan satu warga Nepal. India marah besar pada insiden itu.

India menuding Pakistan ada di balik serangan tersebut. Menurut New Delhi, serangan dilancarkan Lashkar-e-Taiba (LeT). Sampai sekarang, India belum memberikan bukti kuat tudingannya.

Pakistan menyangkal tudingan India. Islamabad mengundang komunitas internasional menggelar penyelidikan netral, transparan, dan dapat dipercaya atas penembakan itu. Pakistan juga mengundang sejumlah negara untuk mengupayakan peredaan ketegangan.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif antara lain telah menelepon petinggi Arab Saudi dan Iran. Ia berterima kasih atas tawaran Riyadh-Teheran menjadi penengah untuk peredaan ketegangan Islamabad-New Delhi. ”Pakistan mengecam segala bentuk terorisme dan tidak ada hubungan dengan serangan teroris baru-baru ini di Pahalgam,” kata Shehbaz.

Ia menekankan, Pakistan amat berkepentingan pada penyelidikan transparan atas kasus itu. Apalagi, Pakistan pun berulang kali jadi sasaran teror. Menurut dia, 90.000 orang di Pakistan jadi korban teror selama bertahun-tahun. Kerugiannya bernilai paling tidak 600 miliar dollar AS.

Cari alasan

Media Amerika Serikat, The New York Times, melaporkan India menempuh jalan sebaliknya. India tengah mencari alasan untuk menyerang Pakistan. Perwakilan setidaknya 100 negara telah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri India untuk diberi penjelasan soal Pahalgam. Sejumlah diplomat mempertanyakan apakah India bersiap menyerang tetangganya yang juga punya bom nuklir.

PM India Narendra Modi juga telah menghubungi pemerintah belasan negara. Tanpa menyebut negara tertentu, Modi menyatakan akan menjatuhkan hukuman berat dan menyerbu tempat perlindungan teroris.

Dalam taklimat kepada para diplomat asing, India juga melontarkan tudingan ke Pakistan. Walakin, India tidak memberi dasar tudingannya. Para diplomat menduga, India sedang mencari informasi penguat sebelum akhirnya menyerang Pakistan.

TOPSHOT - Indian Border Security Force personnel (brown) and Pakistani Rangers (black) take part in the beating retreat ceremony at the border gates of India and Pakistan at the Wagah border post, about 35 km from Amritsar on April 25, 2025. India and Pakistan are locked in an escalating diplomatic war of words after New Delhi said Islamabad was linked to a militant attack on tourists in Indian-administered Kashmir this week. Both sides have cancelled visas for Indian and Pakistani nationals respectively and ordered them to leave, before both shut their busiest border crossing in Punjab. (Photo by Narinder NANU / AFP)

Mantan Penasihat Keamananan Nasional India, Shiv Shankar Menon, menyebut, India pernah menyerang Pakistan pada 2016 dan 2019. Kedua serangan itu dengan alasan menyasar kelompok teror yang bersembunyi di Pakistan.

Pelajaran dari serangan itu adalah tidak terjadi perang besar setelahnya. Hal yang justru terjadi adalah ketegangan segera mereda selepas serangan itu.

Ia tidak yakin, perang India-Pakistan akan meletus besar-besaran lalu sampai melibatkan senjata nuklir. Berkali-kali terlibat perang besar dan berulang kali terlibat saling serbu dalam skala kecil, India-Pakistan tidak pernah menggunakan bom nuklir masing-masing. Sejauh ini, kedua tetangga itu cuma saling ancam.

Saling ancam

Wujud ancaman antara lain ditunjukkan Angkatan Laut India. Dalam video dan foto yang disiarkan New Delhi terlihat, AL India menembakkan rudal BrahMos dan rudal jelajah dari kapal perang. Latihan digelar di Laut Arab. Lokasi pasti tidak diungkap AL India.

”AL India sukses menyelenggarakan sejumlah penembakan untuk memvalidasi ulang dan menunjukkan kesiagaam pelantar, sistem, dan awak untuk serangan jarak jauh tepat sasaran. AL India siap tempur, tepercaya, dan siap mengawal kepentingan maritim bangsa di mana pun, kapan pun, dengan cara apa pun,” demikian pernyataan AL India.

Sementara sejumlah media India menuding, Menteri Kereta Api Pakistan Hanif Abbasi juga mengancam India. Beredar video yang menyebut Abbasi mengancam siap mengarahkan senjata nuklir Pakistan ke India.

Tidak ada penjelasan kapan dan di mana video direkam. Tidak ada pula penjelasan apakah video itu asli. India Today dan Hindustan Times, yang memberitakan soal video itu, mengaku tidak bisa memverifikasi video tersebut.

An Indian Border Security Force (BSF) personnel inspects passport and documents of Pakistani citizens returning to their country through the India-Pakistan Attari-Wagah border post, about 35kms from Amritsar on April 26, 2025, after New Delhi withdrew visas for Pakistanis and Islamabad in response cancelled visas of Indian nationals. Relations have plunged to their lowest level in years, with India accusing Pakistan of supporting "cross-border terrorism" after gunmen carried out the worst attack on civilians in contested Muslim-majority Kashmir for a quarter of a century. (Photo by Narinder NANU / AFP)

Sementara Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Navqi menuding, kelompok-kelompok sokongan India berusaha melancarkan teror di Pakistan. Dalam tiga hari terakhir, aparat Pakistan menemukan tujuh peledak di sejumlah kota. Semua itu, menurut Navqi, dipasang kelompok sokongan India.

Karena itu, ia mendesak penyelidikan menyeluruh dan transparan atas tudingan India. ”Kami akan mengungkap drama ini,” ujarnya.

Ia menuding badan intelijen India, RAW, membantu sejumlah kelompok teroris penyerang Pakistan, Afghanistan, hingga Iran. Pakistan, menurutnya, punya bukti pertemuan para petinggi kelompok teror itu dengan petinggi India. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan