Kegiatan itu bertujuan mendorong kolaborasi menciptakan perdamaian dan pertumbuhan ekonomi pertahanan global.
04 Jun 2025 21:22 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Kementerian Pertahanan akan menggelar Indo Defence 2024 Expo & Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 11-14 Juni 2025. Kegiatan itu bertujuan mendorong kolaborasi dalam menciptakan perdamaian dan pertumbuhan ekonomi pertahanan global.
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan di Kantor Kementerian Pertahanan, Rabu (4/6/2025), menjelaskan, Indo Defence ke-10 seharusnya dilaksanakan pada 2024. Namun, tahun lalu terdapat peralihan kepemimpinan.
”Kurang baik kalau dilaksanakan di tahun tersebut. Namun, di sisi lain, pihaknya memiliki persiapan yang cukup untuk pelaksanaan Indo Defence tahun ini,” ujar Donny.
Indo Defence 2024 Expo & Forum akan dibuka Presiden Prabowo Subianto pada 11 Juni. Presiden juga akan melihat beberapa stan pameran serta beramah tamah dengan delegasi dari sejumlah negara.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/04/ce580dcb-d217-4be8-a902-52d2f73d8fbf_jpg.jpg)
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga akan berada di lokasi acara untuk menerima kunjungan kehormatan beberapa delegasi menteri pertahanan dari sejumlah negara. Sejauh ini sudah ada 13 menteri pertahanan atau pejabat setingkat menteri pertahanan yang mengonfirmasi akan hadir.
”Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya terlibat dalam menjaga ketertiban dunia. Stabilitas global sangat diharapkan untuk menciptakan kesejahteraan. Jika suatu negara atau kawasan tidak damai, tidak akan bisa menciptakan kesejahteraan,” tutur Donny.
Kegiatan itu pula menjadi sarana pertemuan produsen (alat pertahanan) dan konsumen. Sesama produsen juga bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk sehingga bisa menyampaikan apa yang ingin diperoleh, terutama industri-industri pertahanan di dalam negeri.
”Kami sangat mendukung industri pertahanan dalam negeri untuk berkembang,” katanya lagi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/04/89cfaae8-f5a4-4350-a54f-6202080e662a_jpg.jpg)
Indo Defence 2024 Expo & Forum yang ke-10 ini akan dihadiri 1.180 perusahaan dari 55 negara. Selain itu, terdapat 32 paviliun negara.
Berdasarkan data yang dirilis panitia, DEFEND ID yang merupakan holding industri pertahanan Indonesia, meliputi PT Len Industri (Persero), PT Dahana, PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, dan PT PAL Indonesia, juga akan menampilkan salah satu produk unggulan karya anak bangsa. PT Len Industri (Persero), misalnya, akan menampilkan Radar GCI (ground controlled interception). Adapun PT Dahana memamerkan P-100L/P-250L/P-500L (bomb p-series). Sementara PT Dirgantara Indonesia turut menghadirkan pesawat CN235 special mission.
Dalam kesempatan yang sama, PT Pindad menampilkan kendaraan taktis Maung MV3 Elektrik (Morino EV). Lalu, PT PAL Indonesia menampilkan kapal jenis fregat sepanjang 140 meter yang dibangun seutuhnya oleh putra-putri bangsa.
Ketua Panitia Pelaksana Indo Defence 2024 Expo & Forum yang juga Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kemenhan Laksamana Muda Sri Yanto menjelaskan, dari pameran ini diharapkan ada kerja sama antarindustri pertahanan. Kerja sama antarindustri itu diharapkan pula akan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas industri.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/04/de61290b-3e49-4a31-8025-649ec4767a0a_jpg.jpg)
Dengan meningkatnya kapasitas dan kepabilitas industri, tentunya akan mampu membuat produk-produk yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan. Di situ pula akan terjadi proses pembelian sehingga mendorong ekonomi pertahanan.
”Bisa juga dari kerja sama itu meningkatkan joint production (produksi berama),” ucapnya.
Menurut Sri Yanto, pameran ini juga menjadi salah satu wujud diplomasi pertahanan. Di sini, para pelaku industri pertahanan akan saling bertemu dan berdialog. Ketika terjadi kesamaan pandangan, akan terbentuk stabilitas. Kolaborasi di antara mereka akan menghasilkan tujuan yang sama.
”Stabilitas itu terjadi ketika sama-sama menyadari kebutuhannya, lalu bekerja sama,” ujar Sri Yanto.
Kegiatan hari pertama Indo Defence 2024 Expo & Forum akan dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto. Presiden juga akan berkunjung ke sejumlah area pameran serta bertemu sejumlah delegasi.
Kegiatan hari pertama hingga ketiga pameran diperuntukkan bagi undangan dan bisnis. Setelah itu, pada hari keempat, masyarakat umum bisa berkunjung di dalam pameran.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/04/8baa9509-ac1b-47f1-8405-fb31851b28e7_jpg.jpg)
Dalam kegiatan itu salah satunya akan digelar demonstrasi produk. Selain itu, ada juga Technical Product Presentation.
Ada juga kegiatan Open Stage Forum. Bentuk kegiatannya, berupa forum diskusi terbuka di ruangan terbuka. Pengunjung bisa langsung berinteraksi. Kemudian, ada pula Defence Technology Forum yang mempertemukan para produsen alat pertahanan dengan para penggunanya.
Agenda lainnya adalah Open Stage Forum and Business Matching Connecting Islands and Driving Growth: The Role of N 219 in Region Accessibility. Forum ini akan membahas konektivitas wilayah Indonesia dengan peran pesawat N219. Tuan rumah forum ini adalah Komite Kebijakan Industri Pertahanan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/04/45d79652-d53b-4337-8d5b-4f107198a05b_jpg.jpg)
Sebanyak 75 delegasi dari 39 negara akan menghadiri Indo Defence 2024 Expo & Forum. Mereka terdiri dari 13 delegasi setingkat menteri pertahanan, 5 delegasi setingkat wakil menteri pertahanan, 10 delegasi setingkat penglima, 8 delegasi setingkat kepala staf, dan 40 perwakilan negara.
Peneliti Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia, Beni Sukadis, menilai, Indo Defense tahun ini dapat menjadi momentum strategis bagi industri pertahanan nasional untuk mendorong pengembangan platform atau alat utama sistem persenjataan (alutsista). Hal itu bisa dilakukan melalui skema transfer of technology (alih teknologi), co-production (produksi bersama), ataupun joint development (pengembangan bersama).
Dalam konteks modernisasi militer, kerja sama dengan negara mitra dalam pengadaan alutsista sebaiknya disertai kewajiban alih teknologi yang mendalam dan keterlibatan industri lokal. Hal ini tidak hanya memperkuat kemandirian pertahanan, tetapi juga meningkatkan kapabilitas teknis dan daya saing industri dalam negeri.
Hal itu juga sekaligus bisa membuka peluang ekspor produk pertahanan ke pasar global di masa depan. Contoh yang baik adalah kerja sama Indonesia-Korea Selatan dalam pengembangan jet tempur.
Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement Anton Aliabbas menuturkan, melalui kegiatan ini, Indonesia setidaknya peka terkait bagaimana perkembangan ancaman, teknologi, dan isu-isu strategis seputar pertahanan dan keamanan yang sedang menjadi perhatian di level regional dan global. Indo Defence juga menjadi ruang interaksi untuk produk pertahanan Indonesia bisa dipamerkan.
Selain untuk membangun kerja sama, dalam kesempatan ini Indonesia bisa melihat alat pertahanan selayaknya pameran pertahanan di banyak tempat.
”Indonesia juga bisa melihat perkembangan industri pertahanan mancanegara. Hal itu setidaknya bisa menjadi pembanding,” tutur Anton.
Penulis:
Emanuel Edi SaputraEditor:
Aloysius Budi KurniawanPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra