Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel berikut ini?
- Bagaimana performa para pemain Indonesia di awal tahun 2025?
- Mengapa penampilan para pemain Indonesia masih mengkhawatirkan?
- Apa saja usaha yang dilakukan untuk mengembalikan kekuatan bulu tangkis Indonesia?
- Bermain di kandang sendiri, bagaimana peluang para pemain Indonesia di Indonesia Masters?
Bagaimana performa para pemain Indonesia di awal tahun 2025?
Seperti cuaca di Tanah Air, awan kelabu menyelimuti tim bulu tangkis Indonesia yang bersaing di Malaysia Terbuka dan India Terbuka pada awal tahun ini. Tidak ada satu pun pemain Indonesia yang melaju ke final di dua turnamen tersebut.
Di Malaysia Terbuka, hanya ada dua wakil Indonesia yang bisa melewati dua babak awal. Dalam turnamen yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, 7-12 Januari, tersebut, Indonesia meraih hasil maksimal perempat final.
Hasil itu pun hanya didapatkan dua wakil dari nomor tunggal dan ganda putri, yaitu Putri Kusuma Wardani dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari.
Dalam babak delapan besar yang berlangsung pada Jumat (10/1/2025), Putri kalah dari Ratchanok Intanon dengan skor 13-21, 21-15, 16-21 meskipun telah memberikan perlawanan ketat. Sementara Fadia/Lanny disingkirkan Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (China), 12-21, 11-21. Tujuh wakil lainnya tersingkir pada dua babak awal, termasuk mereka yang memiliki posisi terbaik dalam peringkat dunia, yaitu Jonatan Christie, Gregoria Mariska Tunjung, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Hasil tersebut menjadi gambaran kekuatan Indonesia dalam peta persaingan dunia pada fase awal menuju Olimpiade berikutnya setelah Paris 2024. Apalagi, dengan level Super 1000, Malaysia Terbuka diikuti pemain-pemain terbaik setiap negara.
Demikian juga di India Terbuka, para pemain Indonesia berguguran sehingga tidak ada satu pun wakil Merah Putih di partai final.
Mengapa penampilan para pemain Indonesia masih mengkhawatirkan?
Dua tunggal putra terbaik Indonesia, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, belum bisa berbicara banyak pada turnamen awal tahun. Jonatan tersingkir di babak pertama Malaysia Terbuka, sedangkan Anthony hanya sampai ke babak kedua.
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Gregoria Mariska Tunjung, dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi juga gagal memanfaatkan kesempatan meraih banyak poin peringkat pada Malaysia Terbuka, turnamen berlevel BWF Super 1000. Mereka juga tersingkir di babak pertama.
Performa buruk Fajar/Rian berlanjut ke India Terbuka setelah hanya mampu bertahan hingga babak kedua. Fajar/Rian menjadi ganda putra pelatnas bulu tangkis yang bermain dalam dua turnamen pada awal 2025. Setelah didampingi Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani di Malaysia, Fajar/Rian bahkan menjadi satu-satunya wakil Merah Putih di India Terbuka yang berlangsung pada 14-19 Januari.
Meskipun bisa sampai ke babak kedua, penampilan Anthony juga mengecewakan di Malaysia. Tak banyak yang bisa dilakukan Anthony ketika berhadapan dengan pemain Thailand, Kunlavut Vitidsarn. Anthony banyak membuat kesalahan yang mempermudah lawan untuk mendapat kemenangan.
Sejak pertama kali bertemu pada babak kedua Thailand Terbuka 2021, persaingan mereka dalam satu lapangan selalu ketat dalam tujuh pertemuan. Anthony tertinggal 3-4, termasuk kalah pada perempat final China Terbuka 2024, perjumpaan terakhir sebelum Malaysia Terbuka.
Namun, tak seperti laga-laga sebelumnya, kali ini Anthony kesulitan menghadapi pemain yang seangkatan dengan Christian Adinata, Leo Rolly Carnando, dan Daniel Marthin itu. Jangankan menang, untuk mengimbangi pun Anthony tak bisa. Peraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu kalah dalam performa terburuknya melawan Vitidsarn dengan skor 7-21, 10-21 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (9/1/2025).
Apa saja usaha yang dilakukan untuk mengembalikan kekuatan bulu tangkis Indonesia?
Berbagai upaya dilakukan Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk mengembalikan kekuatan bulu tangkis Indonesia. Hal yang sangat krusial adalah perombakan pelatih pelatnas secara besar-besaran.
Upaya itu memang belum membuahkan hasil, terutama terlihat dengan performa pemain yang belum juga membaik. Meskipun demikian, masih perlu ditunggu dampak pergantian itu dalam jangka panjang.
Di antara 20 pelatih teknik dari lima nomor untuk pelatnas utama dan pratama, yang diumumkan PBSI pada Jumat (20/12/2024) di pelatnas Cipayung, Jakarta, delapan orang adalah pelatih pada periode sebelumnya. Dari delapan nama tersebut, tiga di antaranya akan bertugas menangani pelatnas utama, yaitu Thomas Indradjaja (bersama Antonius Budi Ariantho) pada nomor ganda putra serta Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo di ganda campuran.
Thomas tetap berada di ganda putra seperti pada periode 2020-2024, begitu pula dengan Amon yang tetap melatih ganda campuran. Adapun Rionny pernah menjadi pelatih tunggal putri, ketua bidang pembinaan prestasi, lalu pelatih kepala sebelum dipilih sebagai pelatih ganda campuran.
Pelatnas utama tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putri dipegang ”orang-orang baru”, meski bukan wajah asing, dan berpengalaman melatih di Cipayung. Mulyo Handoyo, yang sejak awal dipilih menjadi koordinator pelatih, akan bertanggung jawab pada nomor tunggal putra utama. Dia akan dibantu Marlev Mainaky yang pernah melatih tunggal putri pelatnas.
Tunggal putri, yang sebelumnya dilatih Indra Widjaja dan Herli Djaenuddin, akan dipimpin Imam Tohari, pelatih tunggal putra pelatnas pada 2012-2016. Adapun pembenahan sektor ganda putri dipercayakan pada keluarga Mainaky lainnya, yaitu Karel, yang belasan tahun menjadi pelatih di Jepang. Karel dibantu Nitya Krishinda Maheswari, mantan partner Greysia Polii, yang menjadi pelatih di PB Mutiara Cardinal Bandung sejak 2023.
Bermain di kandang sendiri, bagaimana peluang para pemain Indonesia di Indonesia Masters?
Kejutan yang diharapkan dari para pemain muda di gelaran Daihatsu Indonesia Masters 2025 ini, terutama di sektor ganda putra, urung terwujud. Satu per satu perwakilan ganda putra gugur di hari pertama sebagai tuan rumah di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Laga perdana dibuka dengan babak kualifikasi pasangan Raymond Indra/Patra Harapan Rindorindo yang merupakan pemain pratama PBSI. Keduanya melawan pasangan Malaysia, Kang Khai Xing/Aaron Tai, dan menang dalam tiga babak, 21-19, 19-21, 21-19.
Namun, ketika menjejak ronde 32 besar, keduanya yang unggul hingga pertengahan set pertama harus mengakui kegigihan duo pemain Thailand, Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh, dengan dua set langsung, 18-21, 9-21.
Harapan selanjutnya berada pada pasangan di luar PBSI, yaitu Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani. Akan tetapi, keduanya dipaksa mengakui keunggulan pasangan China, Xie Hao Nan/Zeng Wei Han, lewat pertarungan rubber game, 21-15, 15-21, 16-21. Di atas kertas, Sabar/Reza yang berada pada peringkat ke-10 dunia lebih dijagokan melaju ke babak 16 besar.
Kepahitan di nomor ganda putra disusul kekalahan Rahmat Hidayat/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Langkah mereka terhenti di 32 besar seusai menyerah dari wakil Malaysia, Low Hang Yee/Eng Cheong Ng, dengan skor 14-21, 21-19, 18-21. Sepanjang pertandingan, Rahmat/Yere kerap melakukan kesalahan sendiri yang berakibat kok jatuh di lapangan sendiri atau gagal melewati net.
Upaya Yere menjajal smes berulang kali juga sering gagal, terutama di set ketiga. Pengamatan keduanya kerap pula meleset sehingga kok yang semestinya jatuh di dalam lapangan justru terlewat dan menambah poin lawan.
Pertandingan terakhir ganda putra Indonesia pada hari pertama, yakni pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, juga berakhir lesu. Leo, yang tahun lalu menjadi pemuncak Indonesia Masters 2024 bersama Daniel Marthin, kali ini tak bisa mengulangi prestasinya.
Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel berikut ini?
- Bagaimana performa para pemain Indonesia di awal tahun 2025?
- Mengapa penampilan para pemain Indonesia masih mengkhawatirkan?
- Apa saja usaha yang dilakukan untuk mengembalikan kekuatan bulu tangkis Indonesia?
- Bermain di kandang sendiri, bagaimana peluang para pemain Indonesia di Indonesia Masters?
Bagaimana performa para pemain Indonesia di awal tahun 2025?
Seperti cuaca di Tanah Air, awan kelabu menyelimuti tim bulu tangkis Indonesia yang bersaing di Malaysia Terbuka dan India Terbuka pada awal tahun ini. Tidak ada satu pun pemain Indonesia yang melaju ke final di dua turnamen tersebut.
Di Malaysia Terbuka, hanya ada dua wakil Indonesia yang bisa melewati dua babak awal. Dalam turnamen yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, 7-12 Januari, tersebut, Indonesia meraih hasil maksimal perempat final.
Hasil itu pun hanya didapatkan dua wakil dari nomor tunggal dan ganda putri, yaitu Putri Kusuma Wardani dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari.
Dalam babak delapan besar yang berlangsung pada Jumat (10/1/2025), Putri kalah dari Ratchanok Intanon dengan skor 13-21, 21-15, 16-21 meskipun telah memberikan perlawanan ketat. Sementara Fadia/Lanny disingkirkan Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (China), 12-21, 11-21. Tujuh wakil lainnya tersingkir pada dua babak awal, termasuk mereka yang memiliki posisi terbaik dalam peringkat dunia, yaitu Jonatan Christie, Gregoria Mariska Tunjung, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Hasil tersebut menjadi gambaran kekuatan Indonesia dalam peta persaingan dunia pada fase awal menuju Olimpiade berikutnya setelah Paris 2024. Apalagi, dengan level Super 1000, Malaysia Terbuka diikuti pemain-pemain terbaik setiap negara.
Demikian juga di India Terbuka, para pemain Indonesia berguguran sehingga tidak ada satu pun wakil Merah Putih di partai final.
Mengapa penampilan para pemain Indonesia masih mengkhawatirkan?
Dua tunggal putra terbaik Indonesia, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, belum bisa berbicara banyak pada turnamen awal tahun. Jonatan tersingkir di babak pertama Malaysia Terbuka, sedangkan Anthony hanya sampai ke babak kedua.
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Gregoria Mariska Tunjung, dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi juga gagal memanfaatkan kesempatan meraih banyak poin peringkat pada Malaysia Terbuka, turnamen berlevel BWF Super 1000. Mereka juga tersingkir di babak pertama.
Performa buruk Fajar/Rian berlanjut ke India Terbuka setelah hanya mampu bertahan hingga babak kedua. Fajar/Rian menjadi ganda putra pelatnas bulu tangkis yang bermain dalam dua turnamen pada awal 2025. Setelah didampingi Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani di Malaysia, Fajar/Rian bahkan menjadi satu-satunya wakil Merah Putih di India Terbuka yang berlangsung pada 14-19 Januari.
Meskipun bisa sampai ke babak kedua, penampilan Anthony juga mengecewakan di Malaysia. Tak banyak yang bisa dilakukan Anthony ketika berhadapan dengan pemain Thailand, Kunlavut Vitidsarn. Anthony banyak membuat kesalahan yang mempermudah lawan untuk mendapat kemenangan.
Sejak pertama kali bertemu pada babak kedua Thailand Terbuka 2021, persaingan mereka dalam satu lapangan selalu ketat dalam tujuh pertemuan. Anthony tertinggal 3-4, termasuk kalah pada perempat final China Terbuka 2024, perjumpaan terakhir sebelum Malaysia Terbuka.
Namun, tak seperti laga-laga sebelumnya, kali ini Anthony kesulitan menghadapi pemain yang seangkatan dengan Christian Adinata, Leo Rolly Carnando, dan Daniel Marthin itu. Jangankan menang, untuk mengimbangi pun Anthony tak bisa. Peraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu kalah dalam performa terburuknya melawan Vitidsarn dengan skor 7-21, 10-21 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (9/1/2025).
Apa saja usaha yang dilakukan untuk mengembalikan kekuatan bulu tangkis Indonesia?
Berbagai upaya dilakukan Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk mengembalikan kekuatan bulu tangkis Indonesia. Hal yang sangat krusial adalah perombakan pelatih pelatnas secara besar-besaran.
Upaya itu memang belum membuahkan hasil, terutama terlihat dengan performa pemain yang belum juga membaik. Meskipun demikian, masih perlu ditunggu dampak pergantian itu dalam jangka panjang.
Di antara 20 pelatih teknik dari lima nomor untuk pelatnas utama dan pratama, yang diumumkan PBSI pada Jumat (20/12/2024) di pelatnas Cipayung, Jakarta, delapan orang adalah pelatih pada periode sebelumnya. Dari delapan nama tersebut, tiga di antaranya akan bertugas menangani pelatnas utama, yaitu Thomas Indradjaja (bersama Antonius Budi Ariantho) pada nomor ganda putra serta Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo di ganda campuran.
Thomas tetap berada di ganda putra seperti pada periode 2020-2024, begitu pula dengan Amon yang tetap melatih ganda campuran. Adapun Rionny pernah menjadi pelatih tunggal putri, ketua bidang pembinaan prestasi, lalu pelatih kepala sebelum dipilih sebagai pelatih ganda campuran.
Pelatnas utama tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putri dipegang ”orang-orang baru”, meski bukan wajah asing, dan berpengalaman melatih di Cipayung. Mulyo Handoyo, yang sejak awal dipilih menjadi koordinator pelatih, akan bertanggung jawab pada nomor tunggal putra utama. Dia akan dibantu Marlev Mainaky yang pernah melatih tunggal putri pelatnas.
Tunggal putri, yang sebelumnya dilatih Indra Widjaja dan Herli Djaenuddin, akan dipimpin Imam Tohari, pelatih tunggal putra pelatnas pada 2012-2016. Adapun pembenahan sektor ganda putri dipercayakan pada keluarga Mainaky lainnya, yaitu Karel, yang belasan tahun menjadi pelatih di Jepang. Karel dibantu Nitya Krishinda Maheswari, mantan partner Greysia Polii, yang menjadi pelatih di PB Mutiara Cardinal Bandung sejak 2023.
Bermain di kandang sendiri, bagaimana peluang para pemain Indonesia di Indonesia Masters?
Kejutan yang diharapkan dari para pemain muda di gelaran Daihatsu Indonesia Masters 2025 ini, terutama di sektor ganda putra, urung terwujud. Satu per satu perwakilan ganda putra gugur di hari pertama sebagai tuan rumah di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Laga perdana dibuka dengan babak kualifikasi pasangan Raymond Indra/Patra Harapan Rindorindo yang merupakan pemain pratama PBSI. Keduanya melawan pasangan Malaysia, Kang Khai Xing/Aaron Tai, dan menang dalam tiga babak, 21-19, 19-21, 21-19.
Namun, ketika menjejak ronde 32 besar, keduanya yang unggul hingga pertengahan set pertama harus mengakui kegigihan duo pemain Thailand, Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh, dengan dua set langsung, 18-21, 9-21.
Harapan selanjutnya berada pada pasangan di luar PBSI, yaitu Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani. Akan tetapi, keduanya dipaksa mengakui keunggulan pasangan China, Xie Hao Nan/Zeng Wei Han, lewat pertarungan rubber game, 21-15, 15-21, 16-21. Di atas kertas, Sabar/Reza yang berada pada peringkat ke-10 dunia lebih dijagokan melaju ke babak 16 besar.
Kepahitan di nomor ganda putra disusul kekalahan Rahmat Hidayat/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Langkah mereka terhenti di 32 besar seusai menyerah dari wakil Malaysia, Low Hang Yee/Eng Cheong Ng, dengan skor 14-21, 21-19, 18-21. Sepanjang pertandingan, Rahmat/Yere kerap melakukan kesalahan sendiri yang berakibat kok jatuh di lapangan sendiri atau gagal melewati net.
Upaya Yere menjajal smes berulang kali juga sering gagal, terutama di set ketiga. Pengamatan keduanya kerap pula meleset sehingga kok yang semestinya jatuh di dalam lapangan justru terlewat dan menambah poin lawan.
Pertandingan terakhir ganda putra Indonesia pada hari pertama, yakni pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, juga berakhir lesu. Leo, yang tahun lalu menjadi pemuncak Indonesia Masters 2024 bersama Daniel Marthin, kali ini tak bisa mengulangi prestasinya.