Paus Fransiskus dikenang sebagai pendorong perdamaian, persahabatan. Mendiang juga akan diingat sebagai sosok rendah hati.
21 Apr 2025 17:23 WIB · Internasional
JAKARTA, KOMPAS — Indonesia ikut merasakan kehilangan besar atas wafatnya Paus Fransiskus. Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Roma itu akan selalu dikenang sebagai sosok rendah hati dan penuh kasih.
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar ikut berdukacita mendalam atas wafatnya Paus. Umat Katolik di Indonesia dan dunia didoakan tabah menghadapi duka ini.
Nasaruddin menganggap Fransiskus sebagai salah seorang sahabat dekat. ”Tentu jasa dan persahabatan beliau tidak bisa kita lupakan,” ujarnya di Jakarta, Senin (21/4/2025).
Vatikan mengumumkan Paus meninggal pada Senin (21/4/2025) pukul 07.35 waktu Roma. ”Dengan kesedihan mendalam, saya harus mengumumkan wafatnya Bapa Suci Fransiskus,” kata Prelatus atau Camerlengo Gereja Katolik Roma Kardinal Kevin Farrell.
Sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin bersama Fransiskus menandatangani Deklarasi Istiqlal pada 5 September 2024. Deklarasi diteken di sela-sela lawatan Paus ke Indonesia. ”Baru saja telah mengunjungi Indonesia, termasuk mengunjungi Masjid Istiqlal dan memberikan pernyataan bersama yang sangat mengglobal,” kata Nasaruddin mengenang pertemuan itu.
Ia berharap kerja sama RI-Vatikan semakin kuat. ”Semoga kerja sama kita, Indonesia dan Vatikan, serta wasiat yang telah dirintis Paus Fransiskus dapat kita tindak lanjuti sebagaimana yang telah disepakati,” ujarnya.
Sementara Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengenang Fransiskus sebagai sosok humanis, sederhana, dan penebar damai. ”Ketika kami bertemu beliau di Vatikan pada 24 Februari 2024 dalam rangka menerima Zayed Award for Human Fraternity, penerimaannya penuh persaudaraan, penyantun, bahkan diselingi humor yang hangat,” kenang Haedar.
Ia menyebut, Paus dikenal bersahaja dengan slogan ”Miserando atque eligendo” atau ”Rendah Hati dan Terpilih”. ”Paus Fransiskus dikenal tokoh inklusif serta menggalang semangat kemanusiaan dan perdamaian untuk semua,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/21/98158f2fcffe19463aa7c762236bdd92-muh_paus.jpg)
Bersama Imam Besar Al-Azhar Ahmad At-Thayyib, Paus Fransiskus menerima Zayed Award yang pertama. ”Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama penerima Zayed Award tahun 2024, yang menjadikan kami diterima Paus di Vatikan dan Grand Syaikh Al-Azhar di Abu Dhabi saat itu,” kata Haedar.
Wafatnya Fransiskus, lanjutnya, adalah kehilangan bagi dunia. ”Hidupnya diabdikan untuk kehidupan kemanusiaan yang religius, saling toleran dan menyayangi, serta menegakkan perdamaian untuk dunia,” ujarnya.
Ia berharap teladan Paus Fransiskus pada upaya-upaya perdamaian diteruskan. ”Semoga inspirasi dan jejak Paus Fransiskus untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia menjadi salah satu pendorong terciptanya tatanan dunia damai yang masif dan otentik, ketika panggung global saat ini masih diwarnai oleh perangai sebagian tokoh politik dunia yang ugal-ugalan dan antidamai,” katanya.
Penulis:
Pradipta Pandu Mustika, Anita YossiharaEditor:
Kris MadaPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti