Indonesia Mengucapkan Selamat atas Terpilihnya Paus Leo XIV

Semangat Paus Fransiskus diharapkan berlanjut di tangan Paus Leo XIV.

09 Mei 2025 02:42 WIB · Internasional

Oleh Agnes Rita Sulistyawaty

Rasa syukur dan sambutan meriah membubung dari beragam penjuru dunia atas hadirnya paus baru. Sebagai mitra yang memiliki relasi dekat, Pemerintah Indonesia pun mengucapkan selamat atas terpilihnya Paus Leo XIV. Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan Michael Trias Kuncahyono bersyukur dan mengucapkan selamat atas terpilihnya pemimpin baru Gereja Katolik yang juga pemimpin Takhta Suci.

Ia juga berharap, Paus Leo XIV melanjutkan langkah yang telah dirintis mendiang Paus Fransiskus untuk mengusahakan perdamaian dunia, keadilan sosial, dan kerukunan antaragama.

”Sesuai namanya, semangat itu yang akan dibawa oleh paus yang baru, tentu dalam banyak masalah sosial yang menjadi perhatian gereja,” kata Trias lewat sambungan telepon, Kamis (8/5/2025) malam dari Roma, Italia.

Dubes RI ini optimistis Paus Leo XIV akan meneruskan semangat Paus Fransiskus. Keyakinan Trias tumbuh setelah mendengarkan pidato Paus ke-267 ini. Pada pidato perdana dari balkon Basilika Santo Petrus, Paus Leo XIV juga menyinggung pendahulunya, Paus Fransiskus.

”Paus yang memberkati Roma, memberikan berkatnya kepada seluruh dunia pada pagi Paskah itu. Izinkan saya untuk menindaklanjuti berkat itu. Tuhan mengasihi kita. Tuhan mengasihi semua orang. Kejahatan tidak akan menang,” kata Paus kelahiran Amerika Serikat itu.

Paus Fransiskus mendapat perhatian publik internasional, antara lain, karena konsistensinya menyerukan perdamaian, keseteraan manusia, dan keadilan sosial. Semangat Paus Fransiskus akan pembaharuan di isu internasional ataupun di internal gereja membuat publik menaruh harapan besar kepada Paus Leo XIV untuk meneruskan semangat serupa di kepemimpinannya.

Duta Besar Indonesia untuk Tahta Suci Vatikan Trias Kuncahyono (kiri)

”Di pidato awal, Paus Leo XIV memuji Paus Fransiskus dan semangatnya. Jadi ada kesamaan semangat Paus Leo XIV dengan Paus Fransiskus, meskipun nama santo yang dipilih keduanya berbeda,” tutur Trias.

Pemilihan paus kali ini menjadi perhatian banyak orang. Salah satunya terlihat dari puluhan ribu orang yang memadati lapangan Basilika Santo Petrus sejak Kamis pagi. Kerumunan orang dan wartawan bahkan terlihat sejak sebelum konklaf dimulai pada Rabu lalu.

Pusat perhatian orang di hari Rabu dan Kamis terpusat pada cerobong asap di atas Kapel Sistina. Bersama warga dunia yang menyaksikan lewat tayangan langsung, kepulan asap putih dari cerobong asap itu amat dinantikan.

Asap putih yang menandakan bahwa paus baru telah terpilih menuntaskan penantian akan sosok baru di pucuk pimpinan Gereja Katolik dunia. Asap putih ini membubung pada Kamis sekitar pukul 18.00 waktu setempat atau pukul 23.00 WIB.

Kini Takhta Suci tidak kosong lagi. Dunia pun menantikan langkah-langkah Leo XIV.


Kerabat Kerja

Penulis:

Agnes Rita Sulistyawaty
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto