Indonesia dan Mesir sepakat terus berjuang mewujudkan perdamaian di Timur Tengah. Kedua negara mendorong gencatan senjata di Palestina demi kemanusiaan.
19 Des 2024 06:51 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi sepakat mencari solusi perdamaian bagi konflik di Palestina. Gencatan senjata mesti dilakukan disertai dengan pengiriman bantuan kemanusiaan.
Kesimpulan tersebut menjadi salah satu poin dalam pernyataan bersama saat kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Mesir, Rabu (18/12/2024). Dalam pertemuan bilateral tersebut, Prabowo diterima oleh Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Istana Kepresidenan Al Ittihadiya, Kairo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/18/5693a3b58dad7d8db011958c8b789b7c-IMG_0002.jpeg)
Prabowo mengatakan, Indonesia-Mesir sepakat untuk terus berjuang mewujudkan perdamaian di Timur Tengah. Kedua negara mendorong gencatan senjata di Palestina demi kemanusiaan. Gencatan senjata juga diikuti pengiriman bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak konflik di kawasan tersebut.
Indonesia pun mengapresiasi peran strategis Mesir sebagai negosiator perdamaian. Mesir juga memiliki peran penting dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ke Palestina. Tak terkecuali dalam membantu pengiriman bantuan kemanusiaan dari Indonesia untuk Palestina yang dikirim melalui Bandara El Arish, Mesir.
”Kami akan bekerja sama bersama Mesir untuk mencari solusi perdamaian yang urgen bagi Palestina dan kawasan. Dan, tentunya kami mendukung kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan tertulis dari Istana.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/18/387f5d3cafc49764fe7a25c8c1d1fa62-IMG_0004.jpeg)
Kedua negara yang memiliki mayoritas penduduk beragama Islam juga menegaskan komitmen bersama untuk mempromosikan Islam moderat yang toleran dan inklusif. Hal tersebut penting sebagai upaya melawan ekstremisme dan islamofobia.
”Islam kita, persamaan kita adalah Islam yang moderat. Dan kita harus menjaga ini dan mempromosikan ini supaya kita juga bisa melawan ekstremisme dan juga islamofobia,” ujar Prabowo.
Di sisi lain, kedua negara juga sepakat memperkuat kerja sama di beberapa bidang. Salah satunya, mendorong pembentukan preferential trade agreement (PTA) untuk memperkuat hubungan perdagangan kedua negara.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/03/11/47600f6a-f1f3-4b32-ab9a-b728a1ec26d5_jpg.jpg)
Presiden Prabowo juga menyoroti kerja sama budaya, termasuk promosi pencak silat yang semakin diminati oleh generasi muda Mesir. Apalagi, ada sekitar 4.000 anak muda Mesir yang tertarik belajar pencak silat.
Sementara di bidang pertahanan, Prabowo mengusulkan adanya defense cooperation agreement antara Mesir dan Indonesia. Sebab, ada potensi kedua negara untuk saling belajar hingga bertukar teknologi pertahanan dari para ahli di kedua negara.
Lebih jauh, Prabowo menekankan arti penting Mesir dalam hubungan sejarah dan diplomatik Indonesia. Sebab, Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
”Mesir bagi bangsa Indonesia memiliki tempat yang khusus di hati kami karena Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan bangsa Indonesia sewaktu kami melaksanakan perang kemerdekaan melawan penjajah,” ucap Presiden.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/03/04/877a9fb6-fcdb-4ec7-889e-229f784fd4d4_jpg.jpg)
Presiden El-Sisi pun menyampaikan, hubungan diplomatik antara Mesir dan Indonesia telah dimulai sejak pengakuan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Sejak saat itu, hubungan antara Mesir dan Indonesia selalu ditandai oleh stabilitas, rasa hormat, dan kerja sama.
Pada masa lalu, Mesir di bawah kepemimpinan Presiden Gamal Abdel Nasser dan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno telah memimpin Gerakan Non-Blok. Mesir-Indonesia pun menunjukkan solidaritas dalam menghadapi tantangan global.
”Kunjungan ini, yang merupakan kunjungan kenegaraan pertama dari Presiden Indonesia dalam 10 tahun terakhir, sangat kami hargai. Hal ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat hubungan bilateral di berbagai bidang,” kata Presiden El-Sisi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/03/30/367901e2-fe9d-4102-9221-4b9f00bc0881_jpg.jpg)
Dalam diskusi tersebut, kedua negara juga membahas peluang meningkatkan kerja sama ekonomi. Hal ini lantaran kerja sama ekonomi kedua negara masih di bawah 1 miliar dollar AS. Penguatan kerja sama ekonomi salah satunya melalui rencana pendirian zona logistik di kawasan ekonomi Terusan Suez yang akan melibatkan perusahaan milik negara dan swasta dari kedua negara.
”Kami melihat potensi besar untuk meningkatkan perdagangan antara Mesir dan Indonesia, yang saat ini masih di bawah 1 miliar dolar AS,” tuturnya.
Dalam kunjungan kenegaraan itu, ikut mendampingi, antara lain, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas, Duta Besar Republik Indonesia di Kairo Lutfi Rauf, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Abdul Kadir Jailani, serta Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Andy Rachmianto.
Sementara delegasi Mesir, yakni Menteri Luar Negeri Badr Abdelatty, Sekretaris Kabinet Mayor Jenderal Ahmed Ali, Menteri Investasi Hassan El Khatib, Direktur Kantor Kepresidenan Mesir Konselor Omar Marwan, Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yasser Hassan Elshemy, serta Juru Bicara Kepresidenan Mohamed El Shenawi.
Penulis:
Iqbal BasyariEditor:
Cyprianus Anto SaptowalyonoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra