Indonesia ingin membangun hubungan kerja sama yang kuat dengan negara-negara anggota Developing Eight (D-8) dalam forum KTT di Mesir.
19 Des 2024 10:47 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi D-8 di Mesir, Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Rabu (18/12/2024). Dalam pertemuan itu, kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan.
Pertemuan antara Prabowo dan Sharif berlangsung di Hotel St Regis New Capital, Kairo, Mesir. Dalam agenda ini, kedua pemimpin negara membahas sejumlah agenda penting terkait hubungan Indonesia dan Pakistan.
Dalam keterangannya, Presiden menekankan arti penting kolaborasi di bidang ekonomi dan perdagangan di antara kedua negara. Kerja sama yang dibangun juga harus saling menguntungkan kedua belah pihak.
”Baru saja ketemu dengan Perdana Menteri Pakistan, juga membicarakan kemungkinan kerja sama, meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan,” ucap Prabowo dalam keterangan pers dari Istana, Kamis (19/12/2024).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/19/6c7ea1143f342b6ff4e29c48181f7a00-IMG_0017.jpeg)
Lebih jauh, Presiden Prabowo juga membidik penguatan kerja sama dengan negara-negara lain. Dalam kunjungan kerja di Mesir kali ini, Indonesia ingin membangun hubungan kerja sama yang kuat dengan negara-negara anggota Developing Eight (D-8) dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT).
”Besok kita tentunya akan ketemu dengan anggota-anggota D-8 yang lain. Saya kira ini dalam rangka terus kita membangun hubungan untuk saling mencari peluang dalam keadaan yang tidak pasti biar ekonomi kita masing-masing kuat,” kata Prabowo.
Menurut Presiden, fokus utama yang akan dibawa Indonesia pada KTT Ke-11 D-8 adalah penguatan kerja sama ekonomi negara anggota D-8. Potensi kerja sama dengan sejumlah negara akan terus diperkuat untuk kesejahteraan rakyat.
”Kita bicarakan semua kemungkinan kerja sama. Sekarang fokusnya kita bagaimana memperkuat ekonomi kita masing-masing. Saya kira kesejahteraan rakyat,” tutur Prabowo.
Selama kunjungan kerja di Mesir, Prabowo menyempatkan diri menemui mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo. Hadir sekitar 2.000 mahasiswa asal Indonesia dalam pertemuan Rabu malam di Al-Azhar Convention Center tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/19/17ef9b14e3b8d51d5d263de99f9522ed-IMG_0021.jpeg)
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan pentingnya tekad, ketekunan, dan kerja keras dalam menuntut ilmu demi kemajuan bangsa. Presiden juga mendorong mahasiswa untuk mengambil inspirasi dari tokoh-tokoh besar yang menjunjung nilai inklusivitas, persatuan, dan toleransi.
”Saya bersyukur, Saudara-saudara memilih belajar di Universitas Al-Azhar, universitas yang sangat bersejarah, universitas Islam yang mengajarkan pelajaran Islam yang damai, pelajaran Islam yang sejuk, pelajaran Islam yang moderat, pelajaran Islam yang tidak mengajarkan kebencian, pelajaran Islam yang tidak mengajarkan saling mencari kesalahan, tapi saling mencari titik-titik temu,” ujar Presiden.
Di samping itu, Prabowo juga mengingatkan mahasiswa untuk terus menghormati keberagaman, baik di dalam maupun di luar negeri. Ia mencontohkan kepemimpinan Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang dikenal sebagai tokoh Muslim yang mampu merangkul semua kaum di Indonesia.
”Gus Dur saya kenal dekat, pemimpin Muslim, Ketua Umum PBNU, datang dari keluarga syekh besar kita, keluarga Tebu Ireng, tapi beliau pemikirannya sangat luas, beliau jiwanya sangat baik, beliau merangkul semua, beliau menjadi tokoh Muslim yang sangat terkenal sebagai tokoh inclusiveness, tokoh yang melindungi semua minoritas,” tutur Presiden.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/19/077fecb0e61543da5322fe8a0b00f8c2-IMG_0020.jpeg)
Prabowo juga memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk tidak hanya meraih ilmu, tetapi juga berbuat baik untuk bangsa. Selain itu, Kepala Negara mengajak mahasiswa untuk bekerja sama dengan semua suku, ras, dan agama.
Prabowo pun memotivasi mahasiswa untuk memberikan yang terbaik untuk bangsa, rakyat, dan negara. ”Tidak gampang sekolah di negara orang, jauh dari keluarga. Saya percaya Saudara tabah dan teguh, tegar menghadapi kesusahan kesulitan. Selamat belajar, selamat berjuang,” tutur Presiden.
Penulis:
Iqbal BasyariEditor:
Cyprianus Anto SaptowalyonoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji