Indonesia-Jepang Usung Filosofi dan Alam di World Expo Osaka 2025

Pameran Dunia Osaka 2025 mengajak negara-negara membangun masyarakat masa depan. Indonesia dan Jepang menawarkan arti penting filosofi dan daya dukung alam.

16 Apr 2025 09:09 WIB · Ekonomi

Oleh Sutta Dharmasaputra

Paviliun Indonesia di World Expo Osaka 2025 Jepang, Senin (15/4/2025).

Paviliun Indonesia yang mengambil arsitektur Kapal Pinisi mengusung konsep membawa kehidupan yang senantiasa menjaga keselarasan hidup dengan alam, budaya, serta kemajuan masa depan.

”Thriving in Harmony—Nature, Culture, Future”, demikian tema yang diusung Paviliun Indonesia. Tema ini merupakan turunan dari Tema World Expo 2025 Osaka, yakni ”Designing Future Society for Our Lives”, yang mengusung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs)

”Modal Indonesia dalam menyongsong masa depan adalah kekayaan alam kita, dan keragaman kultur. Kita optimistis dengan masa depan. Kita bukan mengutamakan teknologi saja tapi juga kearifan nilai-nilai dan kekayaan alam kita,” kata Tantowi Yahya, Juru Bicara dan Kurator Paviliun Indonesia, kepada pengunjung yang hadir, Selasa (15/4/2025).

Masyarakat Bali, Tantowi mencontohkan, sangat yakin bahwa kita bisa hidup bahagia dan damai jika bisa membangun keharmonisan dengan sesama, alam, serta Sang Pencipta.

Nilai-nilai ini juga tercemin dalam maskot Indonesia, yaitu Tum Tum yang memiliki tiga varian warna: coklat (Tumala), hijau (Tumbaya), dan biru (Tumasa). Maskot Tum Tum, karya Daud Nugraha ini, terinspirasi dari motif Batik Truntum asal Surakarta, yang juga melambangkan kesetiaan, harmonis, dan cinta yang terus bertumbuh.

Sementara itu, kekuatan budaya atau tradisi disajikan dalam bentuk pameran foto wajah-wajah masyarakat Indonesia dari beragam suku dan budaya. Demikian juga dengan perkakas ataupun kain tenun dan batik dari banyak daerah di Nusantara.

Terkait dengan visi masa depan, hal ini ditunjukkan melalui maket besar ibu kota Nusantara, ibu kota baru Indonesia yang pembangunannya sudah berjalan dan akan terus dilakukan secara bertahap hingga selesai pada 2045 saat Kemerdekaan Indonesia berusia 100 tahun. Sebagai latarnya adalah pepatah-pepatah kuno, yang mencerminkan nilai-nilai kebersamaan atau harmoni.

Panasonic Sumitomo

Perusahaan-perusahaan raksasa Jepang yang sangat unggul dalam teknologi juga mengedepankan arti penting filosofi dan daya dukung alam. Paviliun Panasonic mengangkat tema ”Unlock your Nature”.

Panasonic mengajak masyarakat membebaskan diri membangun masa depan dengan menggali potensi diri sejati masing-masing yang unik.

Pengunjung diajak seakan bertualang ke sebuah tanah impian yang disebut Land of Nomo. Dengan menggunakan sebuah serpihan kristal, pengunjung bisa memilih batang-batang kristal untuk dinyalakan dan disuarakan.

Nyala dan suara yang muncul pun unik. Kristal itu juga bisa memunculkan gambar kupu-kupu unik yang disesuaikan dengan karakter pengunjung yang diartikulasikan dari foto wajah dan kecerdasan buatan.

Sementara itu, Paviliun Sumitomo mengingatkan akan pentingnya menghargai hutan dan mengembalikan daya dukung alam yang telah rusak. Pengunjung diajak masuk ke ruang pamer interaktif yang menyerupai hutan dengan membawa sebuah lentera.

Optimalkan promosi

Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ) Rachmat Gobel mengharapkan Indonesia optimal memanfaatkan World Expo di Osaka untuk berpromosi di tengah persaingan dagang dunia yang sangat ketat.

”Ini kesempatan mempromosikan filosofi dan budaya Indonesia serta menunjukkan keunggulan dari tiap daerah. Apalagi ini pemerintahan baru, ini kesempatan terbaik,” kata Gobel yang hadir dalam kesempatan itu.

Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia Jepang Rachmat Gobel menunjukkan bendera Merah Putih di rentetan seratusan lebih bendera negara-negara yang berpartisipasi di World Expo Osaka 2025, Senin (15/4/2025).

Sebagai anggota DPR RI, Gobel melihat masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Indonesia untuk berkompetisi dengan negara-negara lain di tengah persaingan yang sangat ketat saat ini. Namun, dia mengingatkan Indonesia memiliki pasar yang besar. Indonesia juga memiliki alam yang kaya, rakyat yang bersatu, dan budayanya yang unggul.

”Sekarang tinggal bagaimana kita melakukan orkestrasi dari semua keunggulan tersebut. Ini tantangannya,” katanya. Sebagai Ketua PPIJ, Rachmat Gobel mengajak pimpinan media massa di Indonesia berkunjung ke pameran untuk melihat berbagai inovasi dunia.

World Expo adalah sebuah pameran internasional besar yang dirancang rutin setiap lima tahun sekali untuk menampilkan pencapaian dan inovasi negara-negara di dunia. Acara ini diikuti 160 negara, kawasan, ataupun organisasi di dunia.

World Expo pertama diselenggarakan di The Crystal Palace, London, pada 1851. Osaka untuk kedua kalinya dipercaya menjadi tuan rumah World Expo. Kesempatan pertama yang berlangsung pada 1970 berhasil menarik minat 64 juta pengunjung.

Osaka Expo 1970 memegang rekor kedua tertinggi setelah Shanghai Expo 2010 yang menyedot lebih dari 73 juta pengunjung. World Expo 2030 direncanakan digelar di Arab Saudi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Sutta Dharmasaputra
 | 

Editor:

FX Laksana Agung Saputra
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari