BULU TANGKIS

Indonesia Bergantung pada Fajar/Fikri Lagi

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke semifinal turnamen China Terbuka. Mereka menjadi wakil Indonesia yang tersisa untuk membawa gelar juara.

24 Jul 2026 21:31 WIB · Olahraga

HUMAS PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

CHANGZHOU, JUMAT — Tak banyak pebulu tangkis Indonesia yang bisa mencapai babak-babak akhir turnamen berlevel tinggi. Di antara sedikitnya atlet itu, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi andalan.

Setelah menjuarai Jepang Terbuka BWF World Tour Super 750 di Tokyo, 14-19 Juli, Fajar/Fikri menjaga peluang meraih hasil yang sama di China Terbuka, pekan ini. Mereka melaju ke semifinal setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan, Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju, dengan skor 21-15, 21-13, Jumat (24/7/2026).

Fajar/Fikri menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masih mempertahankan gelar juara setelah rekan-rekan mereka yang juga tampil di perempat final kalah. Kekalahan diawali Jonatan Christie yang tampil pada perempat final sesi pertama, Jumat siang, lalu diikuti Putri Kusuma Wardani dan Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum.

Jonatan Christie tampil pada perempat final tunggal putra turnamen China Terbuka di Changzhou, Jumat (24/7/2026). Jonatan kalah dari Victor Lai (Kanada).

Jonatan kalah dari Victor Lai, atlet Kanada yang mengalahkannya di final Indonesia Terbuka, Juni. Putri disingkirkan Tomoka Miyazaki (Jepang) karena tak bisa mempertahankan fokus meski telah memenangi gim pembuka. Putri kalah 21-16, 11-21, 9-21.

Sementara itu, setelah mengalahkan pasangan tuan rumah unggulan kedua, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, pada babak pertama, Rachel/Febi kalah dari pemain China lainnya, Li Yi Jing/Luo Xu Min, 18-21, 18-21.

Dari empat perempat finalis Indonesia di Changzhou, hanya Fajar/Fikri yang bisa tampil konsisten dalam dua turnamen beruntun. Putri tak dapat melangkah lebih jauh atau menyamai semifinal yang dicapainya di Jepang Terbuka.

Jonatan dan Rachel/Febi sebenarnya lebih maju dibandingkan pencapaian di Jepang, tetapi mereka kesulitan mengimbangi lawan di laga delapan besar. Jonatan pun belum kembali pada performa yang lebih baik seperti yang dia tunjukkan saat mencapai final Indonesia Terbuka, juga India Terbuka pada awal tahun.

Fajar Alfian bertahan dari serangan lawan saat tampil pada babak kedua ganda putra turnamen bulu tangkis China Terbuka di Changzhou, Kamis (23/7/2026). Fajar/Muhammad Shohibul Fikri menang atas Takumi Nomura/Yuichi Shimogami (Jepang).

Maka, ”Merah Putih” lagi-lagi akan mengandalkan Fajar/Fikri untuk meraih gelar. Jika bisa mewujudkan peluang itu, mereka akan menyamai Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, pemain terakhir Indonesia yang bisa mempertahankan gelar China Terbuka. Mereka juara pada 2016 yang dipertahankan pada tahun berikutnya, lalu menjadi juara lagi pada 2019.

Namun, untuk mendekati podium juara, Fajar/Fikri harus mengalahkan dulu pasangan China, Liang Wei Keng/Wang Chang, yang akan mendapat dukungan sebagian besar penonton tuan rumah. Semifinal, yang berlangsung Sabtu (25/7/2026), menjadi ulangan semifinal 2025 yang dimenangi Fajar/Fikri 21-19, 21-17.

Quote

Saya harus belajar lagi menahan fokus biar tetap prima tidak hanya dalam satu atau dua pertandingan, tidak hanya dalam satu turnamen, tapi di dua atau tiga turnamen beruntun.

Saat itu, hanya dalam turnamen kedua sebagai pasangan, Fajar/Fikri membuat kejutan dengan menjadi juara. Pasangan-pasangan top mereka kalahkan, di antaranya Liang/Wang, Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan), dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia).

Selain di China Terbuka 2025, Fajar/Fikri mengalahkan Liang/Wang dalam tiga pertemuan lain, termasuk dalam pertemuan terakhir sebelum mereka bertemu lagi di China Terbuka, yaitu di semifinal Singapura Terbuka. Rangkaian kemenangan tersebut bisa menjadi modal Fajar/Fikri untuk mengalahkan kembali Liang/Wang.

Putri Kusuma Wardani melakukan <em>forehand</em> saat melawan Tomoka Miyazaki (Jepang) pada perempat final tunggal putri China Terbuka di Changzhou, Jumat (24/7/2026). Putri kalah dalam tiga gim.

Jika bisa mengalahkan Liang/Wang, Fajar/Fikri berpeluang bertemu lagi ganda putra nomor satu dunia, Kim/Seo, seperti dalam final Jepang Terbuka. Ganda Korea Selatan itu akan bertemu Ben Lane/Sean Vendy (Inggris) di semifinal.

Sementara itu, dari hasil perempat final China Terbuka dan semifinal Jepang Terbuka, Putri mengungkapkan evaluasi bagi dirinya sendiri, terutama untuk menghadapi Kejuaraan Dunia di India, Agustus. Putri mendapat momen positif dengan mengalahkan pemain ranking kedua dunia, Wang Zhi Yi (China) dan hampir menang atas Akane Yamaguchi (Jepang) di Jepang Terbuka, tetapi kurang puas dengan penampilan di China.

”Saya harus belajar lagi menahan fokus biar tetap prima tidak hanya dalam satu atau dua pertandingan, tidak hanya dalam satu turnamen, tapi di dua atau tiga turnamen beruntun,” kata Putri.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra