Indonesia U-23 Pantang Teperdaya Kecerdikan Filipina

McPherson menyulap Filipina menjadi tim yang cerdik dan penuh tipu daya. ”Garuda Muda” harus melawan kecerdikan itu dengan tidak terpancing irama permainan lawan.

17 Jul 2025 17:51 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

JAKARTA, KOMPAS — Keterampilan pemain hanyalah satu dari sekian banyak faktor yang menentukan hasil akhir sebuah laga. Filipina tidak punya banyak pemain hebat, tetapi mampu bermain cerdik saat menjungkalkan Malaysia pada laga pertama penyisihan Grup A Kejuaraan ASEAN U-23. Indonesia wajib mengantisipasi kecerdikan Filipina demi memuluskan ambisi lolos ke fase gugur.

Indonesia U-23 dan Filipina sama-sama meraih hasil positif pada laga pertama. Filipina membuat kejutan dengan menjungkalkan Malaysia yang jadi salah satu favorit dengan skor 0-2.

Pada laga lainnya, Indonesia berpesta delapan gol tanpa balas ke gawang Brunei Darussalam. Dua pemenang pada laga pertama ini akan bertemu di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (18/7/2025) pukul 20.00 WIB.

Di bawah arahan pelatih baru Garrath McPherson, Filipina bertransformasi menjadi tim yang cerdik sekaligus efisien. Mereka tidak mendominasi jalannya laga, tetapi mampu mencetak dua gol memanfaatkan kelengahan fase transisi ”Harimau Malaya”. Setidaknya ada tiga pemain Filipina yang berpotensi merepotkan Indonesia, yaitu Uriel Dalapo, Otu Abang Banatao, dan Jacutin Mariona.

Pemain Tim Sepakbola Indonesia U-23 Robi Darwis (kiri) berebut bola dengan pemain Tim Sepakbola Brunei U-23 Muhammad Haziq Naqiuddin dalam kualifikasi ASEAN Mandiri U-23 Championship Mandiri Cup 2025 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (15/7/2025). 



KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)

15-07-2025

Ketiganya membentuk kombinasi istimewa saat mengalahkan Malaysia. Dalapo piawai mencium celah di lini pertahanan lawan. Banatao punya penyelesaian akhir yang tajam dengan mencetak dua gol ke gawang Malaysia. Adapun Mariona sering merepotkan pertahanan Malaysia dengan manuvernya.

McPherson mengatakan, timnya termotivasi meraih kemenangan melawan tim-tim yang lebih dijagokan, seperti Indonesia dan Malaysia. Kemenangan atas Malaysia adalah pembuktian diri bagi Filipina bahwa mereka juga layak difavoritkan melaju ke fase gugur.

”Setiap kemenangan selalu jadi hal penting. Kami ingin membuktikan diri. Tentu jadi hal menarik setelah kami berhasil menang. Kami harus pulih secepat mungkin untuk laga berikutnya,” katanya.

Melawan Indonesia di hadapan pendukungnya akan selalu jadi hal sulit bagi lawan. McPherson menyadari hal itu dan merasa tertantang bisa meraih hasil positif. Meski diperkuat tujuh pemain dari liga universitas, McPherson menyebut para pemainnya sudah mempersiapkan diri menghadapi tekanan tuan rumah.

Pemain Tim Sepakbola Indonesia U-23 Muhammad Rayhan Hanan berusaha mendapatkan bola di udara saat menyerang Tim Sepakbola Brunei Darussalam U-23 dalam kualifikasi ASEAN Mandiri U-23 Championship Mandiri Cup 2025 Grup A di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (15/7/2025). Indonesia menekuk Brunei Darussalam dengan skor telak 8-0.



KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)

15-07-2025

”Kita lihat saja nanti (bagaimana tekanan suporter Indonesia), kami tentu akan menantikannya. Kami punya pemain yang sudah berpengalaman untuk menghadapi situasi ini,” ucap McPherson.

Para pemain Filipina cenderung pasif saat lawan membangun serangan dari bawah. Upaya menekan baru mereka lakukan saat bola memasuki area permainan sendiri. Saat menyerang, McPherson menerapkan formasi 4-3-3, tetapi langsung berubah menjadi 4-4-2 saat kehilangan bola.

Latar belakang McPherson sebagai analis video berkontribusi terhadap kecerdikan para pemain Filipina dalam menghadapi lawan yang punya kualitas pemain di atas mereka. Memilih untuk tidak menekan Malaysia yang sering memulai serangan dari bawah adalah pilihan terbaik. Filipina kerap menunggu pemain Malaysia naik sehingga bisa mengeksploitasi ruang di antara bek dan kiper ketika memulai serangan balik.

Dalam skema tersebut, Mariona dan Dalapo yang berkaki cepat menjadi tumpuan serangan. Kemampuan mereka dalam melakukan penetrasi berperan penting saat mengalahkan Malaysia.

Pelatih Tim Sepakbola Indonesia U-23 Gerald Marvin Vanenburg memberikan arahan ke tim asuhnya saat melawan Tim Sepakbola Brunei Darussalam U-23 dalam kualifikasi ASEAN Mandiri U-23 Championship Mandiri Cup 2025 Grup A di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (15/7/2025). Indonesia menekuk Brunei Darussalam dengan skor telak 8-0.



KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)

15-07-2025

Indonesia perlu mewaspadai pergerakan mereka di sisi kanan pertahanan. Apalagi bek kanan Garuda Muda, Achmad Maulana Syarif, kerap naik membantu serangan. Jika tidak disiplin, ruang yang dia tinggalkan akan menjadi sasaran empuk untuk dieksploitasi Mariona dan Dalapo.

”Kami mempersiapkan diri untuk melawan Filipina. Kami ingin meraih poin dan menang. Ini tidak mudah, tapi kami harus mencoba,” ujar Pelatih Indonesia U-23, Gerald Vanenburg.

Laga melawan Filipina akan jadi tolok ukur sesungguhnya Garuda Muda di tangan Vanenburg. Kemenangan telak 8-0 atas Brunei di laga pertama belum sepenuhnya bisa menjadi cermin tingkat kematangan Indonesia lantaran kualitas Brunei yang masih jauh di bawah.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul