Timnas Indonesia mampu mengungguli Arab Saudi pada dua pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia 2026. Kluivert mempersiapkan taktik permainan ala Barcelona.
08 Okt 2025 10:40 WIB · Olahraga
Tim nasional (timnas) Indonesia berbekal semangat kompetitif saat menghadapi Arab Saudi pada laga putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pada dua laga terakhirnya melawan Arab Saudi tahun 2024, Indonesia sekali bermain imbang dan sekali memenangi pertandingan.
Semangat juang timnas Indonesia dengan komposisi terbaru ini diperlukan untuk menghadapi Arab Saudi yang akan bermain sebagai tuan rumah. Pertandingan menghadapi Arab Saudi akan digelar Kamis (9/10/2025) pukul 00.15 WIB.
Pelatih Indonesia Patrick Kluivert membawa pemain-pemain andalannya untuk menghadapi Arab Saudi. Dari nama yang dirilis, sebagian besar merupakan nama-nama langganan timnas dalam kualifikasi Piala Dunia, seperti Rizky Ridho, Jay Idzes, Sandy Walsh, Thom Haye, Ricky Kambuaya, Ragnar Oratmangoen, hingga Egy Maulana Vikri. Penyerang Ole Romeny dan penjaga gawang Maarten Paes yang sebelumnya mengalami cedera juga ikut bergabung.
Jika melihat dari komposisi pemain, tidak banyak perubahan yang dilakukan oleh tim pelatih. Meski terdapat dua nama baru, seperti Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans, komposisi tim pada lini lainnya hampir tidak berubah secara umum. Hal ini mengindikasikan bahwa kekuatan timnas mulai menemukan bangunan stabilitas antarlini.
Zijlstra dan Jonathans sudah menjalani debut saat mengalahkan Taiwan dengan skor 6-0 pada laga uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (5/9/2025). Jonathans bahkan disebut warganet memiliki kemampuan seperti Arjen Robben, mantan pemain sayap timnas Belanda.
Kedua pemain itu akan melengkapi barisan pemain depan timnas Indonesia bersama Romeny, Oratmangoen, Yakob Sayuri, Egy, dan Ramadhan Sananta. Penambahan dua tenaga baru ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas serangan timnas yang selama ini dinilai masih kurang maksimal.
Untuk lini tengah, Indonesia memiliki banyak pemain yang dapat menjadi pilihan Kluivert dalam menutup ruang gerak lawan saat menguasai bola (pressing) dan mengalirkan bola kepada para penyerang. Deretan pemain mulai dari Thom Haye, Joey Pelupessy, Marc Klok, Nathan Tjoe-A-On, dan Ricky Kambuaya menjadi pemain yang dapat dipilih menjalankan dua tugas tersebut.
Di sisi belakang, timnas Indonesia memiliki pemain belakang andalan seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Dean James, dan Rizky Ridho. Idzes merupakan pemain termahal Indonesia yang bermain di klub Sassuolo, Italia (Rp 130,36 miliar), disusul Diks dari Borussia Monchengladbach (Rp 86,91 miliar), Verdonk (Rp 43,45 miliar), dan James (Rp 31,29 miliar).
Di luar skuad mahal bek-bek timnas, ada pula nama-nama andalan lain, yakni Shayne Pattynama, Sandy Walsh, dan Yakob Sayuri. Dengan komposisi pemain yang solid di seluruh lini tersebut, strategi Kluivert akan menjadi penentu pola permainan timnas Indonesia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/19/5391d426-9109-47e4-8012-beea681143c0_jpg.jpg)
Sejak resmi menjadi pelatih timnas Indonesia pada Januari 2025, Kluivert telah memainkan enam pertandingan bersama tim Garuda. Dari seluruh pertandingan, Kluivert membawa tim Garuda meraih tiga kemenangan, satu kali seri, dan dua kali kalah.
Salah satu strategi yang kerap dimainkan Kluivert ialah menyerang. Pola serangan masif dimainkan saat Indonesia berhadapan dengan Bahrain dan China. Saat menerapkan strategi menyerang secara masif, Indonesia akan cenderung menguasai lini tengah untuk menusuk ke lini depan. Disiplin permainan di lini tengah membuat Indonesia berhasil memetik poin penuh saat berhadapan dengan Bahrain dan China.
Kunci permainan yang kerap diperlihatkan Kluivert adalah menempatkan gelandang jangkar yang bertugas menjaga lini tengah dengan disiplin. Tugas ini biasanya diemban Joey Palupessy. Karakteristik Palupessy yang memiliki ketenangan dan olah bola merupakan modal besar yang dimiliki Indonesia untuk menjaga keseimbangan lini tengah.
Namun, taktik ini bukannya tanpa celah. Saat menyerang secara masif, Kluivert hanya meninggalkan tiga pemain di lini pertahanan. Dengan hanya meninggalkan dua hingga tiga bek di belakang, sisi pertahanan sayap Indonesia kerap kali dieksploitasi oleh pemain lawan. Celah permainan Indonesia ini mudah ditembus oleh permainan terorganisasi yang diterapkan Jepang pada laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026, Selasa (10/6/2025).
Sebelum berangkat ke Arab Saudi, Indonesia menjalani dua pertandingan persahabatan melawan Taiwan (Jumat, 5/9/2025) dan Lebanon (Senin, 8/9/2025). Saat melawan Taiwan, Indonesia menang 6-0, sedangkan saat melawan Lebanon, Indonesia berbagi hasil imbang, 0-0.
Laman Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengulas temuan menarik dari dua laga uji coba terakhir tersebut. Kluivert mencoba pola permainan baru dengan filosofi penguasaan bola. Filosofi permainan ini menekankan pengendalian pertandingan melalui penguasaan bola untuk mengontrol permainan.
Strategi ball possession yang efektif dapat membuka peluang lebih banyak menciptakan gol sekaligus mengurangi tekanan (pressure) pihak lawan. Filosofi permainan yang fokus pada penguasaan bola dan umpan-umpan pendek ini banyak dimainkan oleh klub Barcelona, Spanyol.
Kluivert juga menjajal formasi baru 4-4-2. Tiga posisi yang diuji coba Kluivert dalam formasi baru ini ialah fungsi bek sayap (Calvin Verdonk), gelandang perebut bola (Nathan Tjoe A-On), dan penyerang dengan peran ganda (Mauro Zijlstra).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/06/a8c6cdd3-ffb4-4d04-9ee0-67d06e5f02d3_jpg.jpg)
Verdonk biasanya mengisi posisi bek sisi (full back). Bek sisi ini memiliki tugas menjaga sisi pertahanan, baik di sisi kiri maupun kanan. Pada eksperimen terbaru Kluivert, Verdonk diberi tugas sebagai bek sayap (wing back). Bek sayap juga berfungsi untuk memperpendek jarak lini ketika menyerang. Fungsi ini merupakan gabungan antara bek dan penyerang sayap (winger), yang mengharuskan Verdonk lebih sering bergerak untuk membantu serangan.
Tugas baru juga akan diemban Tjoe A-On sebagai gelandang perebut bola (ball winning midfielder). Fungsi gelandang agresif ini difokuskan untuk merebut bola lawan di lini tengah. Gelandang perebut bola ini juga berperan memutus aliran serangan lawan dan memberi ruang bagi gelandang kreatif (playmaker) untuk membuka serangan.
Di posisi depan, Kluivert menempatkan striker berperan ganda yang diisi oleh Zijlstra. Taktik menempatkan fungsi ganda striker (penyerang palsu) ini adalah dengan memberikan peran kepada penyerang untuk mundur hingga ke lini tengah. Saat tim memegang bola, penyerang ini harus mundur sedikit lebih ke lini tengah.
Pergerakan penyerang ini akan diikuti bek lawan dan membuka celah serangan. Peran penyerang palsu ini yang semula sebagai pembuat gol berubah menjadi pengatur serangan seperti gelandang. Perannya sebagai striker dapat digantikan oleh para gelandang serang di belakangnya.
Di lini belakang, Kluivert juga menajamkan peran Kevin Diks sebagai bek tengah untuk mendampingi Jay Idzes. Tadinya, Diks lebih banyak bermain sebagai bek kanan. Duet Diks dan Idzes membuat lini pertahanan timnas Indonesia menjadi lebih solid.
Sekilas, taktik yang diuji Kluivert ini mengingatkan pada gaya permainan Pelatih Pep Guardiola dan Barcelola dengan memainkan penguasaan bola, daya dukung bek sayap, dan peran penyerang palsu yang biasa dilakukan Lionel Messi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/07/294cb88015db13e9b534b411731a0739-20251007_NNN_Indonesia_Arab_mumed.png)
Meski demikian, taktik baru pemainan Kluivert ini akan diuji oleh Pelatih Arab Saudi Herve Renard, yang kerap menerapkan taktik high pressing dan man marking. Permainan high pressing adalah taktik penjagaan ketat sejak lini serang hingga lini pertahanan pada pemain lawan. Sementara man marking adalah penjagaan individu agar pemain tidak kalah jumlah sehingga trik lawan untuk menumpuk pemain pada satu area permainan sulit dilakukan.
Strategi high pressing dengan empat bek sejajar yang kerap digunakan oleh Renard berpotensi akan merepotkan Indonesia. Apalagi, Indonesia kerap mengalami kesulitan saat berhadapan dengan tim-tim yang melakukan high pressing. Dengan skema empat bek sejajar, Arab Saudi kerap menguasai lini tengah dan menjaga keseimbangan dengan lini belakang dalam menyerang ataupun bertahan.
Arab Saudi juga kerap mengandalkan sisi sayap untuk menyerang. Jika melihat komposisi pemain Arab Saudi sebelumnya, baik bek sayap maupun gelandang di sisi kanan dan kiri sama-sama memiliki kecepatan untuk menerobos ke sisi pertahanan lawan. Hal ini tentu perlu diwaspadai oleh Indonesia.
Dalam beberapa kesempatan, Renard juga menginstruksikan Arab Saudi untuk mendominasi penguasaan bola. Hal ini terlihat dari beberapa pertandingan terakhir Arab Saudi untuk meredam permainan agresif lawan. Permainan psikologis juga dilakukan untuk memecah konsentrasi pemain lawan. Taktik ini tentu perlu diwaspadai oleh Indonesia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/24/68fbb105-8143-4c07-b00d-856dbf4dd39b_jpg.jpg)
Jika melihat taktik dan catatan statistik yang diraih Indonesia dan Arab Saudi, Indonesia memiliki peluang terbuka untuk meraih hasil positif. Apalagi, Arab Saudi belum sekali pun mengalahkan Indonesia dalam dua kali pertemuan pada babak kualifikasi Piala Dunia 2026.
Secara rata-rata gol, Indonesia di bawah asuhan Kluivert sedikit lebih baik, yakni 1,5 gol per pertandingan, sedangkan Arab Saudi 1,3 gol per pertandingan. Catatan ini menunjukkan bahwa kedua tim sama-sama memainkan taktik menyerang.
Dari sisi pertahanan, Indonesia perlu berhati-hati karena catatan kebobolan tim Garuda di bawah asuhan Kluivert lebih banyak dibandingkan Arab Saudi. Indonesia mencatatkan rata-rata kebobolan 1,8 gol per pertandingan, sementara Arab Saudi rata-rata 1,1 gol per pertandingan.
Hal ini mengindikasikan masih adanya celah pada lini pertahanan Indonesia yang harus diwaspadai. Celah ini perlu diwaspadai mengingat performa penjaga gawang andalan Indonesia tidak sedang dalam kondisi prima. Kiper Maarten Paes baru sembuh dari cedera sejak Agustus 2025. Paes harus absen pada sembilan pertandingan terakhir di klubnya, FC Dallas.
Adu taktik permainan dan pengalaman kedua pelatih membuat pertandingan Indonesia vs Arab Saudi akan menjadi momen menegangkan yang dinanti oleh pencinta sepak bola Indonesia. Taktik baru Kluivert terbukti membuat timnas Indonesia mampu mengendalikan permainan dengan menguasai bola lebih banyak saat melawan Taiwan (57 persen) dan Lebanon (81 persen).
Meski demikian, kemampuan menguasai bola ini harus diikuti dengan keberhasilan mencetak gol untuk menghasilkan poin maksimal. Disiplin permainan dan kemampuan mengatasi tekanan psikologis di kandang lawan harus menjadi fokus permainan timnas Indonesia.
Keberhasilan mengalahkan Arab Saudi tidak hanya membuka ruang luas lolos ke Piala Dunia 2026, tetapi juga menghapus catatan minor timnas Indonesia yang lebih banyak kalah saat berhadapan dengan Arab Saudi. (LITBANG KOMPAS)
Penulis:
Andreas Yoga PrasetyoEditor:
Yohan WahyuInfografik:
Dicky IndratnoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji