Indonesia Vs Bahrain, dari Rasio Kemenangan hingga Drama Kejutan di Laga Penentu

Rasio kemenangan Bahrain dalam enam pertandingan terakhir melawan Indonesia hanya 50 persen. Namun, Indonesia harus mewaspadai drama kejutan Bahrain di babak kedua.

25 Mar 2025 11:01 WIB · Riset

Oleh Andreas Yoga Prasetyo

Rasio kemenangan Bahrain vs Indonesia

Pertandingan Indonesia vs Bahrain ibarat menjadi laga hidup mati bagi Indonesia. Mendulang poin kemenangan atas Bahrain akan menjaga peluang Indonesia menuju pentas Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Australia.

Jika mengacu pada catatan rekaman pertandingan antara Indonesia dan Bahrain, timnas Garuda memang kerap memberikan perlawanan sengit. Dari enam kali pertemuan terakhir (1988-2024),  timnas Indonesia mampu tiga kali menahan imbang Bahrain dan memetik satu kali kemenangan, yakni pada Piala Asia 2007. Saat itu Tim Garuda berhasil membekuk Bahrain di Stadiun Gelora Bung Karno, Jakarta, dengan skor 2-1.

Meski demikian, Indonesia juga pernah menderita tiga kali kekalahan dari Bahrain. Kekalahan terbesar dialami Indonesia 10-0 saat bertandang ke markas Bahrain pada laga terakhir putaran ketiga Pra-Piala Dunia 2014.  Kekalahan telak Indonesia saat itu bersamaan dengan berlarut-larutnya konflik internal PSSI dan munculnya dualisme liga.

Sebagai dampaknya, timnas Indonesia turun dengan tim yang berbeda setelah sebagian besar pemain senior timnas tampil di Liga Super Indonesia (ISL) yang bergulir di luar kendali PSSI (breakaway). FIFA dan AFC menyatakan para pemain yang berlaga di liga breakaway tidak boleh memperkuat tim nasional (Kompas, 23/12/2011).

Dalam catatan Transfermarkt dan arsip Kompas, tiga kali kemenangan Bahrain atas Indonesia membuat rasio kemenangan Bahrain melawan Indonesia mencapai 50 persen. Rasio ini dihitung dari separuh kemenangan yang berhasil diraih Bahrain dari total enam kali penampilannya melawan Indonesia.

Rasio kemenangan Bahrain ini masih sama jika pertandingan Indonesia vs Bahrain dikerucutkan menjadi empat pertandingan terakhir (2007-2024). Bahrain mampu memenangi dua pertandingan, dari empat laga terakhir melawan Indonesia. Sedangkan Indonesia baru sekali menang atas Bahrain. Satu laga lainnya berakhir imbang.

Namun, angka rasio kemenangan Bahrain ini mengecil jika laga kedua tim dihitung sejak 1980. Kedua tim telah memainkan delapan kali pertandingan. Dari delapan pertandingan tersebut, Indonesia pernah dua kali mengalahkan Bahrain. Sementara Bahrain tiga kali mengalahkan Indonesia. Tiga laga lainnya berakhir imbang. Dengan catatan ini, rasio kemenangan Bahrain atas Indonesia dalam delapan laga terakhir mencapai 37,5 persen.

Tiga perbandingan rasio kemenangan Bahrain ini menunjukkan, peluang Bahrain mengalahkan Indonesia maksimal berada dalam rasio 50 persen. Kondisi ini menggambarkan, Indonesia masih memiliki peluang untuk mendapatkan poin dari pertandingan melawan Bahrain meski secara rasio lebih banyak peluang mencuri poin dari bermain imbang.

Penyerang Indonesia, Ragnar Oratmangoen, berduel untuk berebut bola dengan bek tengah Bahrain, Waleed al-Hayam, pada gim kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (10/10/2024), di Stadion Nasional Bahrain, Riffa. Kedua tim bermain imbang 2-2.

Bahrain Juara Piala Teluk 2024

Di balik peluang yang dimiliki Indonesia, timnas Garuda perlu waspada pada kekuatan Bahrain. Pasalnya, Bahrain baru saja berhasil memenangi Piala Teluk 2024 seusai menekuk Oman di partai final pada 4 Januari 2025. Piala Teluk adalah sebuah kejuaraan yang diikuti negara-negara Arab di Teluk Persia. Dalam ajang ini, Bahrain mampu mengalahkan negara-negara yang menjadi kekuatan sepak bola Asia, seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, dan Oman.

Bahrain juga memiliki peringkat dunia FIFA lebih baik dari Indonesia. Data peringkat FIFA per Desember 2024 menunjukkan, timnas Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-127, sedangkan  Bahrain berada pada posisi ke-81 dunia.

Bahrain juga bakal diperkuat sejumlah pemain berbahaya yang sudah terbukti mencetak gol ke gawang Indonesia. Para  pemain ini adalah penyerang Ismail Abdullatif serta dua pemain gelandang, yakni Mohammed Marhoon dan Sayed Dhiya Saeed. Ismail Abdullatif dan Sayed Dhiya sudah menyarangkan masing-masing empat gol ke gawang Indonesia.

Sementara Mohammed Marhoon sudah mencetak dua gol ke gawang Indonesia. Marhoon juga tampil gemilang di kejuaraan Piala Teluk 2024 dengan mencetak satu gol pada partai final. Selain itu, Bahrain juga merupakan tim yang dikenal kerap memainkan psikologi lawan melalui berbagai drama permainan atau trik, seperti mengulur waktu dan berpura-pura terjatuh.

Jelang laga melawan Indonesia, perang psikologi (psywar) ini bahkan sudah dimulai dari konferensi pers yang dilakukan timnas Bahrain di Jakarta, Senin (24/3/2025). Pelatih Bahrain Dragan Talajic mempertanyakan strategi timnas Indonesia yang selalu menghadirkan pemain keturunan baru.

Infografik riset Perbandingan Kekuatan Timnas Indonesia dan Bahrain

 

Kekuatan Indonesia vs Bahrain pada laga 25 Maret 2025

Pertandingan Indonesia vs Bahrain akan berlangsung pada Selasa (25/3/2025) pukul 20.45 WIB di Stadion Utama GBK Jakarta. Saat berhadapan dengan Bahrain, Indonesia punya sejumlah modal untuk menang. Pertama, Indonesia saat ini memiliki pemain individu yang lebih berkualitas dibandingkan Bahrain. Hal ini tecermin dari besarnya nilai pasar timnas Indonesia dibandingkan dengan Bahrain.

Menurut catatan Transfermarkt, nilai pasar timnas Indonesia setelah bergabungnya sejumlah pemain naturalisasi baru, seperti Ole Romeny dan Emil Audero Mulyadi, mencapai Rp 634,86 miliar. Nilai pasar ini jauh lebih tinggi dibandingkan Bahrain sebesar Rp 169,47 miliar. Nilai pasar Indonesia hampir empat kali lebih tinggi dibandingkan Bahrain.  

Modal kedua yang juga dimiliki Indonesia adalah dukungan penuh suporter timnas karena laga ini akan berlangsung di Jakarta. Indonesia juga memiliki semangat balas dendam seusai gagal meraih kemenangan di kandang Bahrain pada leg pertama 10 Oktober 2024. Saat itu, timnas Indonesia gagal mendulang kemenangan karena gol dari Bahrain terjadi pada menit ke-99 atau masa injury time.

Gol itu tercipta ketika durasi perpanjangan waktu babak kedua telah lebih dari tiga menit dari masa enam menit yang ditentukan. Sebelumnya, Indonesia sudah memimpin dengan skor 2-1. Tambahan gol dari Mohammed Marhoon membuat kedua tim bermain imbang dengan skor akhir 2-2.

Infografik riset Rekam Jejak Pertandingan Indonesia Vs Bahrain

Absennya sejumlah pilar Bahrain juga menjadi catatan yang perlu dimanfaatkan oleh Indonesia. Saat bertandang ke Gelora Bung Karno, Bahrain dipastikan hadir tanpa dua pilar utama di lini belakang, yakni Amine Benaddi dan Hamad Shamsan, akibat cedera dan akumulasi kartu. Kondisi ini tentu menguntungkan bagi Indonesia.

Timnas Indonesia juga akan menjamu Bahrain dengan skuad mahal dan muda. Rata-rata pemain Indonesia (25,5 tahun) lebih muda dari timnas Bahrain (29,8 tahun). Pada pertemuan terakhir pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Bahrain tahun lalu, timnas Indonesia mampu mencetak dua gol dan menahan imbang Bahrain di kandangnya. Pada pertandingan terakhirnya, Bahrain dikalahkan Jepang dengan skor 2-0 pada laga lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Namun, Indonesia harus mencermati kejutan serangan Bahrain pada babak kedua. Penurunan kondisi fisik dan konsentrasi pemain Indonesia pada babak kedua menjadi peluang bagi Bahrain mencetak gol. Catatan statistik menunjukkan dalam lima pertandingan terakhir (Juli 2004-Oktober 2024). Bahrain berhasil mencetak 17 gol ke gawang Indonesia. Sebanyak 10 gol dicetak para pemain Bahrain pada babak kedua.

Tren kejutan Bahrain pada babak kedua juga terjadi dalam lima pertandingan terakhir melawan empat negara di kejuaraan Piala Teluk 2024. Sepanjang 23 Desember 2024-4 Januari 2025, Bahrain berhasil mencetak sembilan gol. Empat gol penentu kemenangan antara lain terjadi pada babak kedua. Inilah drama kejutan Bahrain yang harus diwaspadai Indonesia.

(Litbang Kompas)


Kerabat Kerja

Penulis:

Andreas Yoga Prasetyo
 | 

Editor:

Budiawan Sidik A
 | 

Infografik:

Gunawan Kartapranata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari