AKSI KORPORASI

Indosat dan Nokia Kembangkan AI-RAN, Jaringan Telekomunikasi Masuk Era Akal Imitasi

Operator telekomunikasi memiliki posisi strategis untuk memimpin penyebaran layanan akal imitasi ke beberapa daerah.

09 Jun 2026 17:41 WIB · Ekonomi & Bisnis

Kompas/Hendra A Setyawan

Oleh Caecilia Mediana

JAKARTA, KOMPAS — Operator telekomunikasi seluler PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) bekerja sama dengan Nokia, perusahaan teknologi dari Finlandia, untuk memodernisasi infrastruktur jaringan telekomunikasi. Langkah modernisasi ini bertujuan menjawab kebutuhan jaringan telekomunikasi yang cepat dan besar untuk menjalankan inovasi akal imitasi.

Pengumuman kerja sama keduanya dilakukan di Jakarta, Selasa (9/6/2026). Nokia, dalam kerja sama itu, bertindak sebagai penyedia perangkat infrastruktur telekomunikasi akses seluler berupa 5G radio access network (RAN) atau perangkat penghubung gawai pengguna (seperti ponsel atau modem) ke jaringan inti telekomunikasi.

Langkah modernisasi infrastruktur jaringan telekomunikasi milik Indosat Ooredoo Hutchison untuk menjawab kebutuhan akses telekomunikasi yang cepat di era inovasi akal imitasi. Dalam konteks ini, Indosat telah memiliki strategi AI-RAN yang mana ini adalah arsitektur bersama untuk menggabungkan konektivitas telekomunikasi dan akal imitasi.

Selain Nokia, Indosat juga bekerja sama dengan Nvidia, produsen cip akal imitasi, untuk merealisasikan strategi AI-RAN.

President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, dalam wawancara terbatas dengan media nasional di Jakarta, Selasa, mengatakan, ketika merger Indosat Ooredoo dan Hutchison Tri Indonesia terjadi pada 2022, banyak pihak meragukan keberhasilannya.

Namun, dalam waktu 12-18 bulan, perusahaan hasil merger, yaitu Indosat Ooredoo Hutchison, ternyata mampu membuktikan bahwa merger tersebut berhasil. Nokia, sebagai mitra penyedia perangkat kebutuhan infrastruktur telekomunikasi, memainkan peran yang sangat penting dalam proses integrasi hingga meningkatkan skala kapabilitas jaringan.

President and CEO Nokia Justin Hotard (kiri ke kanan), President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, dan SVP Telecom NVIDIA Ronnie Vasishta, memberi keterangan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/6/2026). Nokia, Indosat, dan NVIDIA melakukan kerja sama untuk memodernisasi jaringan infrastruktur telekomunikasi AI ready.


KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
09-06-2026

Vikram juga mengklaim, seusai merger, Indosat menjadi salah satu operator telekomunikasi pertama di Indonesia yang secara terbuka memaparkan visi AI dan memperkenalkan strategi AI sebagai arah transformasi perusahaan.

Pilar pertama adalah menjadikan Indosat sebagai AI-native telco. Artinya, kecerdasan buatan tidak hanya menjadi produk yang dijual, tetapi diintegrasikan ke dalam seluruh proses bisnis telekomunikasi.

Pilar kedua adalah Indosat ingin menjadi bagian dari pusat ekosistem akal imitasi. Dalam konteks ini, Nvidia menunjuk Indosat sebagai mitra komputasi akal imitasi di Indonesia dan Asia Tenggara.

”Jika dulu kami berbicara tentang ’Internet untuk Semua’, kini kami berbicara tentang akal imitasi yang bermakna bagi masyarakat. Fokusnya bukan sekadar akal imitasi untuk menghasilkan gambar atau aplikasi hiburan, melainkan membantu dunia usaha, mitra industri, dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang nyata dari teknologi itu,” kata Vikram.

Presiden dan CEO Nokia, Justin Hotard, dalam kesempatan yang sama mengatakan, kolaborasi Nokia dan Indosat didasarkan pada visi bersama untuk membangun jaringan telekomunikasi seluler berkualitas tinggi.

Menurut dia, keunggulan industri telekomunikasi tidak dapat dibangun hanya dengan mengejar biaya terendah, melainkan melalui performa jaringan, keamanan, keandalan layanan, dan kepercayaan pelanggan.

utk ilustrasi outlook ekonomi tulisan MED 27 JAN 2026

Suasana kesibukan petugas memantau kepadatan lalu lintas komunikasi dan data se-Indonesia di pusat pengawasan operasional jaringan (NOC) Indosat Ooredoo Hutchison di Jakarta, Kamis (22/1/2026).  *** Local Caption ***

Karena itu, Nokia mendukung pengembangan berbagai teknologi mutakhir seperti AI-RAN, AI Grid, serta pemanfaatan radio dan infrastruktur jaringan telekomunikasi seluler Indosat yang dirancang untuk mendukung layanan berbasis kecerdasan buatan.

”Kami menilai Indonesia kini menjadi salah satu lokasi penting pengembangan inovasi telekomunikasi global,” katanya.

Senior Vice President of Telecommunications di Nvidia, Ronnie Vasishta, yang turut hadir pada saat bersamaan, menyampaikan, konvergensi antara infrastruktur jaringan telekomunikasi dan akal imitasi yang dikenal sebagai AI-RAN, akan menjadi salah satu transformasi terbesar industri telekomunikasi.

Dalam era akal imitasi, operator telekomunikasi tidak lagi hanya menyediakan jaringan komunikasi, tetapi juga menjadi saluran utama distribusi kecerdasan buatan kepada masyarakat.

Indonesia, kata Ronnie, memiliki kondisi yang ideal untuk pengembangan model tersebut. Dengan populasi yang besar, anak muda berorientasi digital (digital-first), dan wilayah geografis yang luas, kebutuhan akan konektivitas dan komputasi terdistribusi (distributed compute atau AI Grid) menjadi semakin penting.

”Jadi, operator telekomunikasi memiliki posisi strategis untuk memimpin penyebaran layanan akal imitasi ke berbagai daerah,” kata Ronnie.


Kerabat Kerja

Penulis:

Caecilia Mediana
 | 

Editor:

Budi Suwarna
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase