Laga kontra India U-23 memberikan banyak informasi penting untuk Indra Sjafri mengenai kualitas pemain. Perlu melihat lebih jauh pada uji coba kedua untuk validasi.
11 Okt 2025 08:06 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Pemilihan India U-23 sebagai lawan tanding uji coba Indonesia dinilai sangat tepat. Kualitas tim ”Macan Biru” begitu mumpuni untuk menguji kemampuan para pemain Indonesia yang sedang menjalani seleksi. Berkat itu, Indra Sjafri mulai mendapatkan gambaran awal terkait susunan pemain terbaik yang dia cari untuk SEA Games Thailand 2025 pada Desember mendatang.
PSSI mengagendakan dua uji coba bagi tim sepak bola Indonesia U-23 besutan Indra jelang bertempur di Thailand. Dua kali uji coba pada 10 dan 13 Oktober diagendakan melawan India di Stadion Madya. Sehari jelang laga, Indra menilai India punya kualitas yang bagus untuk menguji kemampuan 32 para pemain Indonesia yang tengah menjalani seleksi. Alasannya, India tampil impresif dengan nyaris lolos ke Piala Asia U-23 setelah meraih dua kemenangan dan satu kali kalah.
Kualitas tim India bahkan jauh melampaui perkiraan Indra. Mereka mampu unggul lebih dulu di saat laga baru berjalan 5 menit melalui Suhail Ahmad. Keistimewaan India terletak pada kemampuan mereka mengubah-ubah arah serangan serta transisi kilat dalam bertahan dan menyerang. Dua pemain sayap India, Muhammad Suhail dan Thingujam Korou, konsisten merepotkan bek Indonesia yang kerap terlambat menutup pergerakan mereka.
Suhail yang didapuk sebagai ujung tombak sukses mencetak dua gol. Adapun Indonesia hanya mampu membalas lewat sepakan jarak jauh bek Donny Tri Pamungkas yang pada laga ini ditugaskan bermain lebih menyerang.
”Secara keseluruhan, pertandingan ini cukup bagus untuk tim kita. Di awal memang kami sedikit kaget karena belum tahu betul kualitas India. Tapi, di babak kedua ada perbaikan dari individu maupun tim,” ujar Indra.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2019/10/05/daab5d73-ff4c-4420-a08f-e3e98bf77815_jpg.jpg)
Dalam membentuk tim SEA Games perlu uji coba untuk memvalidasi kualitas pemain yang kami rekrut.
Indra mengakui belum cukup puas dengan cara timnya bermain. Namun, kualitas India membuatnya bisa memberi penilaian yang obyektif kepada para pemain. Menghadapi lawan tangguh memberi keuntungan bagi Indra untuk memantau kemampuan ke-32 pemain yang dia panggil ke pemusatan latihan. Indra pun sudah mendapatkan beberapa catatan terkait performa dari masing-masing pemain.
Kuota pergantian sebanyak 12 kali dimanfaatkan Indra semaksimal mungkin untuk memberi menit bermain yang merata kepada seluruh pemain. Bahkan, kiper Cahya Supriadi pun turut diganti untuk memberi kesempatan melihat kualitas Muhammad Ardiansyah. Bagi Indra, proses latihan dan serangkaian tes saja tidak cukup untuk melihat gambaran besar kekuatan dari tiap pemain.
”Dalam membentuk tim SEA Games perlu uji coba untuk memvalidasi kualitas pemain yang kami rekrut. Terbukti ada beberapa pemain punya catatan positif dan ada yang mungkin akan kami lihat lagi di laga kedua,” ucap Indra.
Dalam daftar pemain melawan India, Indra tidak memasukkan sejumlah pemain diaspora, seperti Dion Markx, Adrian Wibowo, Rafael Struick, dan Ivar Jenner. Struick belum bergabung lantaran masih dalam proses pemulihan cedera. Dion sebelumnya terlihat saat latihan tim, tetapi tidak masuk daftar susunan pemain pada laga melawan India. Adapun PSSI masih berupaya bernegosiasi dengan FC Utrecht untuk mendatangkan Ivar.
Meskipun demikian, Indra tidak akan terpaku pada satu atau dua pemain. Jika klub di mana pemain diaspora bernaung menolak melepas, Indra sudah menyiapkan penggantinya. Maka dari itu, bongkar pasang pemain masih akan sangat dinamis hingga rapat teknis (technical meeting) jelang laga perdana di SEA Games nanti. Pemain yang tidak masuk daftar 32 nama pada pemusatan latihan tetapi terdaftar dalam 50 pemain untuk SEA Games masih berpeluang masuk, tergantung pada kebutuhan tim.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/10/efa4c7d460c8be501d74c8ee7999c05b-FAK_5650.jpg)
Proses yang sangat dinamis itu juga terjadi pada keputusan Indra memilih kapten. Pada uji coba pertama, Kadek Arel mendapat kepercayaan sebagai kapten. Saat menangani tim U-20, Indra memercayakan posisi kapten pada Donny.
Pemilihan kapten cukup kompleks mengingat dia harus berperan sebagai pemimpin di atas lapangan sekaligus menjembatani komunikasi antara pemain dan pelatih. Oleh sebab itu, metode dalam memilih kapten dibuat sangat selektif yang mencakup tes talent DNA dan polling.
Di sisi lain, Kadek Arel menyebut timnya masih dalam proses adaptasi. Performa yang kurang maksimal disebabkan para pemain baru berkumpul dan berlatih bersama sekitar seminggu terakhir. Dalam rentang waktu tersebut, seluruh pemain pun tidak bergabung ke pemusatan latihan secara bersamaan.
”Kita tahu para pemain baru bergabung selama seminggu jelang uji coba melawan India. Tentu (penampilan) ini menjadi evaluasi kami. Kami sangat percaya puncak performa (peak) akan tercapai saat di SEA Games nanti. Setelah ini kami akan evaluasi sebagai persiapan untuk uji coba berikutnya,” kata Kadek.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto