Indra Sjafri Percaya Diri Tatap SEA Games Thailand 2025

Indra Sjafri, pelatih spesialis medali, dipercaya memimpin ”Garuda Muda” untuk SEA Games 2025. Ia optimistis bisa mengulang prestasi berkat perbaikan kompetisi.

30 Sep 2025 13:29 WIB · Olahraga

Oleh Yulvianus Harjono

JAKARTA, KOMPAS — Indra Sjafri ditunjuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menangani tim sepak bola U-23 Indonesia pada SEA Games Thailand 2025. Pelatih spesialis medali SEA Games itu pun percaya diri bisa menjawab harapan besar PSSI.

Penunjukan Indra Sjafri itu diumumkan PSSI pada Senin (29/9/2025). Indra, yang dibebastugaskan dari jabatan pelatih tim U-23 Indonesia pada 23 Februari lalu, akan memimpin tim ”Garuda Muda” untuk SEA Games 2025 pada Desember.

”Kalau namanya tugas negara, tentu harus dilaksanakan dengan rasa tanggung jawab dan perjuangan maksimal. Dengan pengumumannya hari ini, tentunya kami membangun rangka pertama (skuad),” kata Indra dalam siaran pers PSSI.

Indra akan menyeleksi 50 pemain dalam daftar panjang yang telah diberikan PSSI. Dari 50 nama itu akan dipilih 23 pemain yang akan dibawa ke Thailand pada Desember mendatang. Seleksi itu akan dimulai pada periode jeda internasional, yaitu Jumat (3/10/2025) dengan diikuti 32 pemain.

Dalam daftar pemain yang dipanggil untuk seleksi, terdapat dua pemain muda PSIM Yogyakarta, yaitu Raka Cahyana dan Cahya Supriadi. Hal ini diumumkan PSIM melalui akun resmi Instagram klub itu, Selasa (30/9).

Seperti dilaporkan Kompas.com, Raka dan Cahya menjadi pemain penting dalam skuad PSIM di Liga Super musim ini. Tim promosi itu tampil mengejutkan, menempati peringkat kedua klasemen sementara setelah tujuh laga. Raka, gelandang berusia 22 tahun, selalu tampil sejak menit awal di tujuh laga dan mencetak satu gol. Cahya, kiper muda berusia 22 tahun, hanya absen satu laga dan membukukan dua clean sheet.

Indra yakin timnya nanti bisa berprestasi. Pada edisi sebelumnya, yaitu di Kamboja 2023, Indra membawa Garuda Muda meraih medali emas seusai mengalahkan Thailand, 5-2, lewat perpanjangan waktu di babak final. Dalam perjalanan ke final, Indonesia juga menyingkirkan musuh bebuyutan, yaitu Vietnam, 3-2, pada semifinal.

Pelatih tim U-20 Indonesia, Indra Sjafri memberikan pengarahan kepada anak asuhnya saat melawan Maladewa dalam babak Kualifikasi Piala Asia U-20 2025 Grup F di Stadion Madya, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2024). Tim U-20 Indonesia menang 4-0 atas Maladewa. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 25-9-2024

Capaian saat itu dinilai bersejarah karena mengakhiri 32 tahun penantian Indonesia akan emas sepak bola di SEA Games. Kali terakhir sebelumnya Indonesia meraih emas sepak bola adalah pada 1991 di Manila, Filipina. Saat itu, skuad Indonesia diasuh pelatih ternama asal Uni Soviet, Anatoli Polosin.

Selain medali emas, Indra juga pernah mempersembahkan perak pada edisi 2019 di Filipina. Pada saat itu, Garuda Muda juga mencapai final. Namun, mereka dilibas Vietnam, 0-3, pada laga perebutan medali emas. Adapun pada edisi 2021 di Vietnam, Indonesia kandas dini di semifinal. Saat itu, Garuda Muda diasuh Shin Tae-yong.

Sepanjang sejarah SEA Games, pesta olahraga Asia Tenggara, Indonesia hanya pernah tiga kali meraih medali emas sepak bola pada putra. Koleksi itu jauh tertinggal dibandingkan Thailand (16 emas), Malaysia (6 emas), dan Myanmar (5 emas). Indonesia juga belum pernah meraih emas beruntun. Adapun Thailand, Malaysia, dan Vietnam pernah melakukannya.

Indra optimistis timnya bisa kembali berprestasi. Alasannya, kondisi saat ini dianggapnya lebih ideal dibandingkan saat dirinya membawa Garuda Muda meraih emas di Kamboja. Faktor utamanya adalah peran kompetisi domestik yang kini memberi lebih banyak menit bermain bagi pemain muda.

”Dari 50 pemain, yang ada itu rata-rata mereka hampir 32 pemain bermain di Liga 1 (Liga Super) dan Liga 2. Kualitas liga pun sekarang jauh lebih baik daripada dua tahun yang lalu,” ujar Indra Sjafri dikutip Kompas.com, Selasa (30/9/2025).

Kepala pelatih tim nasional sepak bola Indonesia U-23 Indra Sjafri memberikan pengarahan kepada para pemain saat sesi latihan di Manila, Filipina, Senin (25/11/2019). Tim Indonesia U-23 akan menjalani laga pertama Grup B kontra Thailand dalam ajang SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Selasa (26/11/2019) pukul 15.00 WIB.

”Saya masih ingat saat membangun tim nasional SEA Games tahun 2023 itu, masih ada pemain yang waktu kami kumpulkan satu hari sebelum berangkat. Pemain-pemain yang kami panggil itu malahan tidak bermain secara rutin di liga,” ucapnya kemudian.

Ia pun akan mempertahankan setidaknya sebagian pemain dari skuad Garuda Muda asuhan Gerald Vanenburg. Penampilan mereka di turnamen resmi, seperti Piala AFF U23 2025 dan kualifikasi Piala Asia U-23 2026, menurutnya, menjadi modal tambahan untuk memperkuat fondasi tim. ”Para pemain yang kemarin sudah mendapatkan jam terbang lima kali di pertandingan AFF dan tiga di AFC. Saya bisa meyakinkan mereka menjadi kerangka tim,” ujar Indra.

Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali mengatakan, salah satu dasar penunjukan Indra sebagai pelatih untuk SEA Games 2025 adalah keberhasilan membawa Indonesia meraih medali emas pada SEA Games 2023. Ia berharap Indra mampu mengulangi capaian penting tersebut.

”Kami berharap adanya dukungan dari segala pihak, terutama suporter, dalam perjuangan tim di bawah arahan pelatih Indra Sjafri. SEA Games ini sangat berbeda, baik nuansa maupun atmosfernya. Publik pun sangat berharap betul tentang kembalinya medali emas SEA Games,” ucapnya.

Saat ditanya apakah penunjukan Indra bisa berarti dipecatnya Vanenburg, Zainudin berkata, sang pelatih asal Belanda akan tetap mengemban tugasnya hingga berakhirnya kontrak. ”Gerald dikontrak oleh PSSI, dia pelatih timnas U-23. Jadi, itu tetap,” ucapnya kemudian. (*)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulvianus Harjono
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari