Industri Alas Kaki Akan Terdampak Tarif Trump

Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor alas kaki terbesar Indonesia. Penerapan tarif sebesar 32 persen akan langsung memukul industri alas kaki domestik.

03 Apr 2025 14:59 WIB · Ekonomi

Oleh Aguido Adri

JAKARTA, KOMPAS — Penetapan tarif bea masuk sebesar 32 persen oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Indonesia akan berdampak pada industri alas kaki. Amerika Serikat selama ini menjadi pasar besar bagi industri alas kaki sehingga akan menyebabkan penurunan pemesanan dan penyesuaian harga yang bakal memakan waktu minimal enam bulan.

Terhadap penetapan tarif itu, Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko mengatakan, penetapan tarif kepada Indonesia akan berdampak pada industri alas kaki. Tarif 32 persen itu akan menurunkan pemesanan dan penyesuaian harga yang akan memakan waktu minimal enam bulan.

”Artinya enam bulan ke depan, PO (purchasing order) akan mengecil dan bisa mengakibatkan ekspor ke Amerika yang bisa berimbas untuk pengecilan produksi dan mungkin PHK,” ujar Eddy kepada Kompas, Kamis (3/4/2025).

Setelah penetapan tarif tersebut, Eddy melanjutkan, Indonesia ke depan harus lebih cermat memilih pasar baru. Sejumlah pasar potensial yang bisa disasar adalah Eropa dan China. Namun, tantangannya, kondisi daya beli di Eropa sedang menurun, sementara China juga akan membantu industri dalam negerinya dahulu.

Produk jadi sepatu dan sandal wanita di sebuah industri alas kaki OB Shoes di Serua, Depok, Jawa Barat, Jumat (14/3/2025). Hasil produksi industri rumahan ini dipasarkan secara daring dan luring ke butik-butik sepatu di seluruh Indonesia. Dalam seminggu usaha rumahan ini mampu memproduksi 250 pasang sepatu dan sandal. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS)

Sementara itu, pengusaha bertanya-bertanya tentang skema tarif yang tidak proporsional. Terhadap Indonesia, yang mengalami defisit 18 miliar dollar AS, AS menerapkan tarif 32 persen.

Sementara negara lainnya yang memberikan defisit lebih tinggi kepada AS dikenai tarif lebih rendah. India, misalnya, hanya dikenai tarif 26 persen. Padahal, AS mengalami defisit senilai 46 miliar dollar AS dalam perdagangannya dengan India.

Malaysia yang memberikan defisit 25 miliar dollar AS hanya dikenai tarif 24 persen. Jepang juga dikenai 24 persen persen meski memberikan defisit kepada AS sebesar 69 miliar dollar AS.

Begitu pula dengan Korea Selatan. Negara yang memberikan defisit senilai 66 miliar dollar AS kepada Washington itu hanya dikenai tarif 25 persen.

Negara lainnya yang mendapatkan tarif ”kecil” meski memberikan defisit besar kepada AS adalah Uni Eropa dan Swiss. Tarif kepada Indonesia di bawah China, Vietnam, dan Kamboja.

Salah satu anak muda yang turut mengenalkan produkya berupa sepatu dan sandal kulit untuk dipamerkan di Java Supermall, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (22/6/2024). Diselenggarakannya pameran bagi pelaku usaha kecil menengah tersebut untuk membuka pasar dan mempromosikan keunggulan produk mereka. Sebagian pengusaha kelas menengah tersebut juga mulai merambah pasar ekspor untuk beberapa produk kerajinan dan agribisnis. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 22-06-2024

Berdasarkan data BPS, sepanjang 2023 menurut golongan barang nonmigas, secara keseluruhan alas kaki masuk 10 besar dengan kontribusi ekspor tertinggi dengan nilai FOB mencapai 6.436,4 juta dollar AS. Sepanjang 2024, nilai FOB naik menjadi 7.084,4 juta dollar AS. Adapun pada Januari 2025 nilai FOB alas kaki sebesar 626 juta dollar AS.

Pada 2023 kontribusi ekspor industri alas kaki ke AS mencapai 1.920 juta dollar AS dengan total 89,58 juta ton. Pada 2024, nilai ekspor meningkat mencapai 2.393 juta dollar AS dengan total 124,56 ton alas kaki.

Berdasarkan data rinci BPS per Januari 2025, total sepatu olahraga yang diekspor ke AS mencapai 6,14 juta ton dengan nilai FOB mencapai 134,28 juta dollar AS. Alas kaki untuk keperluan sehari-hari sebanyak 3,59 juta ton dengan nilai FOB mencapai 67,08 juta dollar AS. Sepatu teknik lapangan atau keperluan industri sebanyak 272.416 ton senilai 3,4 juta dollar AS.

”Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor alas kaki terbesar Indonesia,” katanya. Eddy berharap pemerintah bisa proaktif berbicara dengan Pemerintah AS untuk membebaskan Indonesia dari tarif besar itu.

infografik Ekspor-Impor Industri TPT dan Alas Kaki Berdasarkan Kode HS

Ketua Dewan Pembina Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Harijanto mengatakan, Pemerintah Indonesia harus mengirim negosiator ke AS supaya Indonesia jangan dikenai tarif resiprokal.

Dampak tarif impor yang lebih tinggi ke Indonesia, ia khawatirkan bisa menyebabkan pemesan pindah ke negara yang tarifnya lebih kecil.

”Kalau alas kaki dikenai tarif, kita makin tidak kompetitif untuk pasar AS. Kalau kita tidak bisa merundingkan lagi secara bilateral, ancamannya industri sepatu bisa bergeser ke India karena lebih murah tarifnya 6 persen dari kita,” tutur Harijanto.

US President Donald Trump holds a signed executive order after delivering remarks on reciprocal tariffs during an event in the Rose Garden entitled "Make America Wealthy Again" at the White House in Washington, DC, on April 2, 2025. Trump geared up to unveil sweeping new "Liberation Day" tariffs in a move that threatens to ignite a devastating global trade war. Key US trading partners including the European Union and Britain said they were preparing their responses to Trump's escalation, as nervous markets fell in Europe and America. (Photo by SAUL LOEB / AFP)

Diberitakan Kompas.id, Kamis (3/4/2025), pada Rabu petang waktu Washington atau Kamis pagi (3/4/2025) waktu Jakarta Presiden AS Donald Trump mengumumkan daftar tarif dasar dan bea masuk kepada banyak mitra dagang negeri itu. Trump menyebut hari pengumuman itu disampaikan sebagai ”Hari Pembebasan”. Indonesia tak luput dari sengatan Hari Pembebasan tersebut.

Dalam daftar yang disampaikan, Indonesia dikenai tarif timbal balik sebesar 32 persen. ”Dalam banyak kasus, terutama dalam hal perdagangan, kawan lebih buruk daripada lawan,” kata Trump di saat mengumumkan kebijakan itu di Gedung Putih. ”Kita menyubsidi banyak negara dan membuat mereka berbisnis dan maju,” ucapnya melanjutkan.

”Mengapa kita melakukan ini? Maksud saya, kapan kita bisa mengatakan kalian harus bekerja untuk diri sendiri…. Kita akhirnya mengutamakan Amerika,” kata Trump.

Menurut dia, defisit perdagangan bukan lagi sekadar masalah ekonomi. Defisit, lanjut Trump, adalah kondisi darurat nasional, sembari mengangkat papan berisi daftar negara dan tarif baru yang dikenakan AS kepada mereka.

”Itu adalah deklarasi kemerdekaan kita,” kata Trump dari Taman Mawar, Gedung Putih.


Kerabat Kerja

Penulis:

Aguido Adri
 | 

Editor:

FX Laksana Agung Saputra
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra