Kane berperan penting dalam kemenangan Inggris atas Kroasia, 4-2. Meski baru menjalani satu laga, ”Tiga Singa” nyaris dipastikan melaju ke fase gugur.
18 Jun 2026 07:52 WIB · Olahraga
Getty Images via AFP
TEXAS, KAMIS — Tim nasional Inggris lulus ujian pertama sekaligus terberat dalam fase penyisihan Grup L Piala Dunia dengan mengatasi Kroasia, 4-2, di Stadion Dallas, Texas, Amerika Serikat, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. Fleksibilitas penyerang sekaligus kapten Inggris, Harry Kane, berkontribusi besar pada kemenangan itu. Dia punya banyak peran yang mampu menarik Inggris masuk ke dalam dunianya.
Kane berkorban banyak di laga itu. Seiring bertambahnya usia, transformasi Kane semakin tidak mudah dipahami. Jika penyerang veteran umumnya lebih senang diam di lini pertahanan lawan, Kane adalah anomalinya.
Transformasi peran Kane dari penyerang tengah menjadi pemain serba bisa bermula dari klubnya, Bayern Muenchen. Pelatih Muenchen Victor Kompany melihat potensi Kane untuk terlibat pada fase build up serangan, alih-alih hanya berdiam diri di depan menunggu peluang.
Dari sana, Pelatih Inggris Thomas Tuchel mendapat inspirasi terkait cara paling efektif mengoptimalkan potensi Kane. Pada laga melawan Kroasia, nyaris seluruh peran mampu dimainkan secara baik olehnya.
Sebagai penyerang, Kane tampil efisien dengan mencetak dua gol dari tiga tembakan tepat sasaran. Pada fase build up, Kane rajin turun untuk memberikan opsi operan bagi bek dan gelandang Inggris.
Kane juga sanggup menjadi bek yang andal. Pada menit-menit terakhir, saat Inggris unggul 4-2, Kane yang turut membantu pertahanan menciptakan satu blok yang menggagalkan sepakan jarak dekat Josko Gvardiol.
Performa solid Kane dalam memainkan banyak peran itu menuai pujian dari mantan penyerang elite dunia, Zlatan Ibrahimovic. Dia menyebut Kane melakukan hal-hal yang biasanya tidak akan dilakukan seorang bintang.
”Kane mencetak dua gol, tetapi yang paling saya sukai adalah dia memblokir tembakan di area berbahaya pada menit-menit terakhir. Ketika Anda melihat pemain top bertahan seperti yang dia lakukan, pengorbanannya itu menunjukkan hasratnya untuk menang,” ujar Ibrahimovic dikutip dari BBC Sport.
Gol pertama Kane dilesakkan dari titik penalti setelah Luka Modric melanggar Noni Madueke. Percobaan eksekusi penalti pertama Kane digagalkan kiper Kroasia, Dominik Livakovic.
Namun, wasit Clement Turpin meminta penalti diulang karena kaki Livakovic lebih dulu meninggalkan garis sebelum Kane menendang. Pada kesempatan kedua, Kane melakukan tugasnya tanpa cela.
Gol kedua Kane tercipta dari skema sepak pojok Declan Rice. Kane tiba-tiba muncul dari belakang dan melompat tanpa disadari bek Kroasia. Kebiasaan turun membantu pertahanan agaknya secara perlahan menyamarkan aura kehadiran Kane di dalam kotak penalti.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/18/e0a55cd9cc5bc3c89cc8d54ec7d9cb26-wires_photo.jpg)
Namun, dua gol itu tidak cukup membuat Inggris tenang. Kroasia mencoba melawan dengan mencetak gol penyeimbang melalui Martin Baturina dan Petar Musa.
Kedua gol penyama kedudukan Kroasia tercipta berkat kecerobohan duet bek tengah Inggris, John Stones dan Enzri Konsa, dalam mengantisipasi pergerakan lawan.
Kane mengatakan, babak pertama, tim bermain cukup baik. Namun, dia sangat kecewa Inggris bisa kebobolan akibat kehilangan fokus.
”Apresiasi untuk pelatih. Dia memberi kami pidato di babak pertama dan mengatakan jika kami kalah, kami kalah dengan cara kami sendiri dan saya pikir kami melihat itu dalam cara kami bermain di babak kedua. Pujian untuk semua orang atas pertandingan pertama turnamen ini,” tutur Kane.
Kiprah Tuchel menjalani laga pertama tidak mudah. Pelatih asal Jerman itu sempat dikritik terhadap pilihan pemain yang ia bawa.
Hubungannya dan Jude Bellingham juga sempat disebut-sebut merenggang. Tuchel tidak memanggil Bellingham ke timnas pada Oktober tahun lalu.
Namun, dia punya intuisinya sendiri sebagai pelatih. Pencoretan Bellingham didasarkan atas performanya yang belum sepenuhnya konsisten setelah lama absen akibat cedera bahu.
Buktinya, Bellingham kini masuk pemain pilihan Tuchel untuk Piala Dunia. Tuchel menilai Bellingham sudah memenuhi syarat bermain untuk Inggris.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/18/b6b738d717878777c959c34909c4e9d0-England_v_Croatia__Group_L_FIFA_World_Cup_2026.jpeg)
Kepercayaan itu kemudian dibayar Bellingham dengan gol ketiga Inggris pada menit-menit awal babak kedua yang kembali membuat Kroasia tertinggal.
Selain pidato di ruang ganti, momentum Tuchel memasukkan pemain juga tergolong tepat. Ia mengutus Marcus Rashford untuk menggantikan Anthony Gordon pada babak kedua.
Rashford memang tidak punya etos menekan sebesar Gordon, tetapi ketenangannya dalam penyelesaian akhir dibutuhkan Inggris. Sementara Gordon cocok dimainkan sejak babak pertama untuk merusak skema build up Kroasia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/18/0e0179e238b7d0839bfd7d76b5ce0187-wires_photo_1_.jpg)
Rashford membuktikan pilihan Tuchel tidak keliru dengan mencetak gol keempat Inggris. Gol tersebut sekaligus mengakhiri perlawanan Kroasia.
”Menurut saya, babak kedua lebih dari sekadar momen-momen gemilang. Tingkat intensitas tanpa bola yang konstan sangat tinggi. Pergantian pemain yang dilakukan pelatih luar biasa. Tekanan datang dari lini depan, tapi, ya, kami berhasil mencapai target,” kata Bellingham.
Merebut tiga poin dari Kroasia memperlebar kans Inggris melaju ke fase gugur. Satu lawan berat mampu mereka hancurkan dengan empat gol.
Pada dua laga berikutnya, Inggris akan menjajal kekuatan Ghana dan Panama. Dua lawan, yang di atas kertas, seharusnya lebih mudah dijinakkan dibandingkan Kroasia.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan