Produk lokal olahraga tak ingin ketinggalan berinovasi. Di Bandung, jenama Duraking menyertakan teknologi kekinian, produsen tetap mengusung misi ramah lingkungan.
16 Des 2024 10:39 WIB · Olahraga
Pasar busana atau apparel olahraga dalam negeri masih menjadi target para produsen lokal sebelum melangkah ke luar negeri. Ketertarikan warga Indonesia yang mencapai ratusan juta terhadap produksi lokal menjadi portofolio terbaik untuk menembus pasar internasional.
Untuk meraih perhatian itu, kemajuan teknologi yang ditanamkan dalam produk hingga mengadakan ajang olahraga pun menjadi jalan keluarnya. Duraking, salah satu produsen apparel olahraga asal Bandung, telah memulainya sejak tahun 2017.
CEO Duraking Billy Linjaya Lesmana menyatakan, kemunculan merek Duraking yang berada dalam naungan PT Pancajaya Sejati bukanlah hal yang instan. Awalnya, Duraking mengembangkan industri alat pancing sejak tahun 2011 berbekal pengalaman industri benang layang-layang milik keluarganya.
Ternyata, Billy melihat peluang yang lebih besar dari produksi busana. Sejak tahun 2017, Duraking mulai fokus masuk ke pasar apparel sejumlah bidang olahraga. Namun, seiring berjalannya waktu, Duraking memilih untuk fokus mengembangkan produk untuk olahraga lari yang hingga kini digandrungi.
Sebelum masuk pasar luar negeri, kami ingin menjadi ’leader’ di pasar lokal. Jika kita sudah dikenal di mana-mana, kami bisa melangkah ke luar negeri dengan portofolio yang baik.
”Beberapa tahun kemudian, kami menyasar niche market (pasar spesifik), fokus untuk produk running saja. Saya melihat olahraga (lari) ini masih sangat diminati dan bisa dilakukan oleh siapa saja,” ujarnya di Bandung, Senin (16/12/2024).
Meskipun memiliki ceruk pasar yang besar, Billy menyadari ada banyak produk kelas dunia yang bersaing di sini. Ternyata, menjadi pentolan di dalam negeri adalah target yang tidak mudah diraih. Bahkan, dia menilai, ketatnya persaingan ini menjadi modal yang bagus untuk menembus pasar dunia.
”Sebelum masuk pasar luar negeri, kami ingin menjadi leader di pasar lokal. Jika kita sudah dikenal di mana-mana, kami bisa melangkah ke luar negeri dengan portofolio yang baik,” ujarnya.
Sejumlah strategi disiapkan untuk bersaing dengan berbagai merek raksasa kelas dunia yang sudah merajai pasar lokal. Menurut Billy, produk yang diberikan harus memiliki keunggulan dibandingkan dengan yang lain.
Setidaknya ada lima teknologi yang disematkan dalam produk mereka, antara lain DK V Pro-Tech, DK Dry Tech, DK Fresh Tech, DK UV ProTech, dan DK Superlight Tech. Setiap teknologi itu memiliki keunggulan yang cocok dengan iklim tropis, seperti Indonesia.
Billy memaparkan, teknologi ini antara lain antivirus yang mengurangi bau badan karena keringat saat menggunakan baju, kain yang lebih cepat kering, sirkulasi yang baik, hingga material yang ringan. Hal ini membuat kualitas Duraking mampu bersaing dengan berbagai produk olahraga lain yang lebih mapan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/16/0c664f881d8649453f7a4c8b6243c240-IMG_2811.JPG)
Namun, teknologi saja tidak cukup. Kepedulian terhadap lingkungan membuat Billy bersama Duraking berinovasi dengan material daur ulang. Dari pakaian yang diproduksi, turut hadir kampanye penggunaan bahan ramah lingkungan.
”Kami ini aware terhadap lingkungan. Jadi, memang sudah saatnya beralih. Memang belum 100 persen, tetapi secara bertahap menambah produk-produk dari bahan recycle (daur ulang). Jika sudah saatnya diterima pasar, kami akan pelan-pelan beralih,” papar Billy.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/16/6da17ad2f08ab0ab2b37326dad939f46-20241205_102733.jpg)
Kampanye lingkungan ini juga turut mewarnai Duraking Run 2025. Ajang lari bertema ”Together We Run” ini menggunakan baju jersei dengan material daur ulang hingga peluncuran produk edisi khusus yang mendukung kegiatan pelestarian lingkungan.
”Saat lomba, kami akan bekerja sama dengan NGO (organisasi non-pemerintah) peduli lingkungan untuk mengolah sampah-sampah yang dihasilkan selama lomba berlangsung. Hasil pengolahan tersebut akan menjadi benang,” papar Billy.
Duraking Run, lanjut Billy, dirancang untuk olahraga yang kompetitif, tetapi tetap inklusif dengan target peserta 3.500 orang. Ajang ini terbagi dalam dua kategori jarak, yakni 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K) dengan kategori peserta putra, putri, dan kelompok.
Konsep ini berbeda dibandingkan dengan Duraking Run 2024 yang identik dengan lari rekreasi. Bahkan, panitia telah mendesain medali finisher untuk para pelari yang berhasil hingga akhir. ”Tujuannya untuk menjangkau pelari dari berbagai kalangan, mulai dari pemula hingga profesional,” ujarnya.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Jabar Hendri Winoto menyambut kegiatan tersebut. Ribuan orang yang datang dari berbagai daerah di Indonesia ini bakal berlari di Kota Bandung sehingga membuat ibu kota Jabar ini diramaikan oleh para pelari.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/11/e641ba3c-7e84-48fa-8f90-91ba932391ec_jpg.jpg)
”Kami sangat mendukung segala kegiatan positif dari berbagai pihak untuk mendukung peningkatan angka partisipasi masyarakat dalam berolahraga,” ujarnya.
Selain itu, ia juga berharap agar produk lokal terus berinovasi sehingga dapat bersaing memberikan yang terbaik sembari tetap memperhatikan masa depan lingkungan lebih baik. Saat itu dilakukan, ke depan, Hendri menyebut, bakal semakin banyak konsumen yang memilih produk lokal mendukung minatnya terus berolahraga.
Tidak hanya mengajak warga berolahraga, ajang lari juga menjadi panggung bagi produk-produk lokal. Teknologi serat kain hingga ramah lingkungan ini bakal diuji oleh para peserta yang juga ingin unjuk gigi dengan berlari dalam kondisi nyaman dan trendi.
Penulis:
Machradin Wahyudi RitongaEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .