Adu inovasi produsen mobil di Indonesia International Motor Show atau IIMS 2025 untuk gairahkan kembali industri mobil nasional.
13 Feb 2025 19:16 WIB · Ekonomi
JAKARTA, KOMPAS — Produsen mobil optimistis Indonesia International Motor Show atau IIMS 2025 akan bangkitkan kembali pasar otomotif yang lesu. Mereka beramai-ramai adu Inovasi untuk menarik peminat.
Indonesia International Motor Show (IIMS 2025) kembali digelar di JIEXpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2025). Pergelaran kendaraan itu bakal digelar hingga Minggu 23 Februari 2025 mendatang.
Dari catatan Kompas, setidaknya terdapat 31 jenama mobil dan 25 jenama sepeda motor. Nama-nama produsen mobil, antara lain, Mitsubishi, Daihatsu, Denza, DFSK, GAC AION, Geely, GWM, Honda, Honri, Hyundai, Jaecoo, Jetour, KIA, Mazda, MG, Mitsubishi Motors, Neta, Nissan, BAIC, BMW-MINI, BYD, Chery, Citroen, dan VinFast.
Adapun jenama sepeda motor seperti AHM, Alva, Aprilia, Benda, Benelli, BMW Motorrad, Indomobil E-Motor, Italjet, Kawasaki, Keeway, Keeway EV, Maka Motors, Moto Guzzi, MorBidelli, Pacific Bike, Piaggio, QJ Motor, Polytron, Royal Alloy, Royal Enfield, dan Vespa juga hadir di acara tersebut.
IIMS 2025 kali ini diselenggarakan di tengah lesunya industri otomotif. Pada 2024, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan mobil dari pabrik ke diler hanya 865.723 unit. Jika dibanding 2023, penjualan mencapai 1.005.802 unit. Artinya, penjualan 2024 menurun 13,9 persen.
Melihat pasar yang lesu, setiap produsen mobil dan jenama punya cara masing-masing untuk meningkatkan penjualan dan promosi. IIMS 2025 jadi wadah untuk mengabarkan dan sosialisasi inovasi-inovasi tersebut.
Seperti yang dilakukan VinFast, produsen mobil asal Vietnam, Asia Tenggara. Pada Selasa siang, VinFast mengenalkan mobil baru mereka yang siap dipasarkan tahun ini di Indonesia dengan nama VinFast VF3. Mobil listrik dengan jenis kompak EV itu dijual dengan harga Rp 227 juta per unit.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/02/16/546c3e0a-8c59-48f6-8c90-d51e09e17845_jpg.jpg)
Direktur Penjualan dan Jejaring VinFast Davy Tuilan menjelaskan, mobil listrik dengan panjang 3.190 mm itu merupakan mobil paling laris di Vietnam. Mereka berhasil menjual 27.649 unit dalam 66 jam saat peluncurannya tahun lalu di Vietnam. Kini, saat dibawa ke Indonesia, Davy menyadari pasar otomotif di Indonesia sejak 2024 sedang lesu.
Untuk itu, lanjut Davy, pihaknya menggunakan strategi yang sama seperti di Vietnam, yakni menciptakan ekosistem mobil listrik terlebih dahulu. VinFast bakal menciptakan 30.000 stasiun pengisian baterai di seluruh Indonesia pada akhir 2025. Saat ini, Davy mengklaim sudah memiliki 20.000 stasiun pengisian baterai.
”Kami juga berikan gratis charging hingga Maret 2028 untuk para pembeli VF3. Bayangkan berapa banyak hemat yang bisa didapat,” kata Davy.
Selain VinFast, ada Jaecoo, jenama baru asal China, yang mengenalkan produk baru mereka, Jaecoo J7 dengan mesin penggerak konvensional dan J7 Plug-in Hybrid atau PHEV. Keduanya dijual dengan harga lebih dari Rp 500 juta.
Melihat pasar yang lesu, tiap produsen mobil dan jenama punya cara masing-masing untuk meningkatkan penjualan dan promosi.
Country Director Jaecoo Indonesia Max Zhou dalam paparannya mengungkapkan, pihaknya optimistis Jaecoo mendapat tempat di Indonesia. Ia bahkan cukup percaya diri karena menurut dia perkembangan dan minat pembeli mobil listrik di Indonesia begitu besar.
”Kami gunakan baterai dengan kapasitas mencapai 18,3 kWh dengan jarak tempuh 90 kilometer,” ujar Max.
Lain lagi cara produsen mobil asal Indonesia, Seres E1. Seri mobil listrik yang satu ini memang merupakan keluaran lama, tetapi diperbarui dengan kolaborasi bersama selebritas Gofar Hilman. Namanya menjadi, Seres E1 x Gofar Hilman.
”Gofar membantu kami untuk mendesain kembali (eksterior dan interior) Seres E1. Ini bukan produk baru, melainkan inovasi baru dari produk lama,” ujar CEO PT Sokonindo Automobile (perusahaan produsen Seres) Alexander Barus.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/13/9eac97a0-2a7e-4cab-81eb-22638b310cd5_jpg.jpg)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, di sela-sela pembukaan IIMS 2025, berharap agar industri mobil bangkit kembali. Ia mencatat, pada 2024, IIMS berhasil menjual 19.200 unit kendaraan dengan nilai transaksi Rp 6,7 triliun dan tahun ini diharapkan bisa lebih besar.
Walakin, pemerintah mendukung penuh dan memberi perhatian besar pada industri otomotif nasional. Namun, ia meminta produsen dan perusahaan penjual mobil perlu memperhatikan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk memberdayakan industri dalam negeri.
”Jangan hanya impor, tetapi perlu mendorong penguatan produksi dalam negeri, terutama industri kecil dan menengah. Setelah itu, baru kita menjajaki pasar ekspor,” ungkap Agus.
Agus cukup yakin pergelaran seperti IIMS akan memicu perkembangan industri otomotif di Indonesia. Di momen itu, setiap jenama akan berinovasi untuk meningkatkan industri otomotif dalam negeri.
Penulis:
Dionisius Reynaldo TriwibowoEditor:
Aloysius Budi Kurniawan