Penyediaan makan siang gratis di tempat kerja bukan sekadar fasilitas. Itu menjadi cara pemberi kerja mencari bakat terbaik sekaligus memperhatikan karyawan.
01 Nov 2024 12:25 WIB · Internasional
Oleh Helena Fransisca Nababan - [email protected]
Kita mengenal ungkapan ”tidak ada yang namanya makan siang gratis”. Nyatanya, di dalam dunia kerja, ada perusahaan-perusahaan yang justru menyediakan makanan gratis bagi karyawannya.
Salah satu perusahaan tersebut adalah raksasa teknologi Amerika Serikat, Google. Perusahaan ini terkenal dengan kebijakan penyediaan makan siang dan santapan mewah bagi karyawannya. Institusi lain yang menerapkan hal serupa, antara lain, ialah perusahaan jaringan profesional LinkedIn, perusahaan kartu ucapan Hallmark, dan kampus bioteknologi di wilayah selatan San Francisco.
The Economic Times, Rabu (24/10/2024), memaparkan penjelasan CEO Google Sundar Pichai yang menjelaskan kebijakan perusahaan teknologi tersebut. Ia berbicara dalam salah satu acara stasiun televisi Bloomberg bertajuk ”The David Rubenstein Show” pada awal Oktober 2024. Nukilan video wawancara berseliweran di media sosial TikTok baru-baru ini.
Pichai menjelaskan, penyediaan makanan gratis di kantor Google memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar sebagai fasilitas dari kantor. ”Saat tim berkumpul untuk makan, ide-ide cemerlang muncul. Makan bersama mendorong kolaborasi dan inovasi. Hal ini menjadi bagian integral dari budaya Google,” katanya.
Pichai mengenang saat-saat awal bergabung dengan Google. Ia memulai karier sebagai manajer produk pada 2004. Ia ingat beberapa ide paling cemerlang muncul selama makan bersama.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/04/07/c78babd0-ee40-4678-8703-8b91dcb1f735_jpg.jpg)
Apabila penasaran dengan kebijakan Google, kita bisa mengintip lewat TikTok. Melalui video-video pendek, terlihat bagaimana Google menyediakan makanan gratis melalui kafetaria-kafetaria di kantor.
Selain jenis makanan beragam dan jumlah melimpah, para karyawan bisa mendapatkannya dengan cepat. Para karyawan di video pendek terlihat memuji makanan.
Situasi serupa ditemukan di kantor Hallmark. The New York Times pada 23 Januari 2023 melaporkan, JC Hall, sang pendiri perusahaan kartu ucapan, sengaja mendirikan kafetaria di kompleks perusahaan. Di tempat perusahaan berdiri, tepatnya di Kansas City, Negara Bagian Missouri, tidak ada tempat makan lain selain restoran mahal. Hallmark lantas menyediakan makanan bagi karyawan di kafetaria.
JC Hall mendirikan kafetaria yang diberi nama Crown Hall pada 1956. Banyak juru masak dipekerjakan di kafetaria itu. ”Kartu ucapan melambangkan perhatian. Sudah sepantasnya mereka yang membuatnya bekerja dalam kondisi terbaik yang dapat kami sediakan,” kata Hall saat itu.
Crown Hall kemudian menjadi jantung dari kegiatan Hallmark. Kafetaria tersebut menjadi bagian dari budaya perusahaan.
Jennifer A Chatman dari Sekolah Bisnis Haas, Universitas California, Berkeley, menjelaskan, penyediaan makanan oleh perusahaan menjadi salah satu cara merekrut karyawan dan juga mempertahankan karyawan. Untuk beberapa pekerjaan jarak jauh, perusahaan bisa jadi akan menawarkan fasilitas pengiriman makanan atau tunjangan makan siang mingguan yang besar. Hal ini akan sangat dihargai saat inflasi membuat harga makanan naik.
Pichai mengungkapkan, inisiatif ramah karyawan ala Google berdampak positif pada dinamika di tempat kerja. Sebagai raksasa teknologi yang mempekerjakan bakat-bakat terbaik, adanya inisiatif ramah karyawan membuat sekitar 90 persen kandidat pekerjaan menerima tawaran di sana.
Apalagi, selain jamuan makan gratis, Google menawarkan berbagai tunjangan untuk karyawan. Tunjangan itu meliputi asuransi kesehatan yang lengkap dan menyeluruh, opsi kerja jarak jauh yang fleksibel, cuti berbayar, dan program kesehatan.
Paket insentif tersebut menjadikan Google sebagai salah satu tempat kerja paling menarik di industri teknologi. Menurut Pichai, insentif di Google ini menjadikannya salah satu tempat kerja paling diminati.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/08/544981ef-e5bc-41df-a28c-5c45175e6f69_jpg.jpg)
Chatman melanjutkan, selain memberikan manfaat bagi perusahaan, penyediaan makan gratis memiliki manfaat bagi karyawan. ”Makanan gratis menawarkan penghargaan psikologis. Ada nilai simbolis dalam perasaan bahwa Anda diperhatikan oleh perusahaan,” ujarnya.
Majalah Forbes pada 27 Juli 2022 melaporkan hasil survei terhadap 1.000 pekerja dari semua jenis tempat kerja di AS oleh perusahaan katering bisnis, ezCater. Survei digelar pada masa transisi menjelang pandemi Covid-19 mereda. Hasilnya menunjukkan, makan siang gratis adalah salah satu fasilitas yang paling penting bagi karyawan.
Biaya menjadi alasan utama responden menyatakan makan siang gratis memotivasi mereka untuk datang ke kantor. Sebanyak 80 persen responden membeli makan siang setidaknya seminggu sekali dan 43 persen membeli makan siang tiga kali atau lebih per minggu.
Untuk biaya makan, generasi Z (68 persen) dan milenial (59 persen) mengeluarkan rata-rata 11 dollar AS (Rp 172.900) untuk makan siang. Sementara generasi baby boomer (73 persen) mengeluarkan kurang dari 10 dollar AS (Rp 157.200) untuk makan siang.
Hampir setengah dari responden (46 persen) setuju, menghabiskan lebih sedikit uang selama hari kerja adalah hal terbaik. Hal itu berkat makan siang gratis. Dengan biaya makanan yang dibeli di luar rumah yang diperkirakan akan terus meningkat, penyediaan makan gratis akan menjadi keuntungan berharga.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/18/5803b0c2-b7d7-49ae-ab80-2c427919d847_jpg.jpg)
Faktor biaya makan ini juga menjadi pertimbangan para pekerja kelas menengah Indonesia. Di saat perusahaan tidak menyediakan fasilitas makan gratis, mereka memilih memasak dan membawa bekal sendiri ke kantor. Selain makanan yang dibawa lebih sehat, dompet pun aman.
Akan tetapi, Pow Food pada 10 Agustus 2023 menulis, kegiatan menyiapkan makan siang setiap hari bisa membuat tidak nyaman. Pekerja harus membeli bahan, menyiapkan, memasak, dan mengemas makanan sendiri. Tidak jarang staf lebih memilih camilan tidak sehat untuk praktisnya. Atau lebih buruk lagi, mereka memilih melewatkan makan siang.
Padahal, dalam dunia bekerja profesional, yang serba cepat, waktu adalah komoditas berharga. Dengan makan siang gratis di kantor, karyawan tidak perlu repot menyiapkan makanan atau mencari makanan di luar kantor.
Kenyamanan tambahan tersebut memungkinkan karyawan menggunakan waktu istirahat makan siang dengan lebih efektif sehingga punya waktu untuk mengisi ulang tenaga. Mereka bisa kembali fokus bekerja dengan energi baru. Penyediaan makan siang gratis juga akan mendorong kebiasaan makan sehat, terciptanya keseimbangan hidup lebih baik, memupuk budaya tempat kerja lebih positif, serta perasaan diperhatikan membuat kepuasan kerja yang meningkat.
Itu sebabnya, Pichai memandang penyediaan makan siang dan makanan di kantor Google bukan beban finansial karena melihat manfaatnya. Ia memandang kebijakan tersebut sebagai investasi jangka panjang dalam kreativitas dan pembangunan komunitas.
”Makanan gratis untuk semua memicu kreativitas dan menciptakan komunitas,” jelas Pichai.
Penulis:
Helena Fransisca NababanEditor:
Fransisca Romana Ninik W