Bagi Israel, kesepakatan AS-Iran soal nuklir akan merugikan gagasan ideologi Zionis Raya yang mendominasi Timur Tengah dari Palestina-Irak.
21 Mei 2025 12:38 WIB · Internasional
WASHINGTON, RABU — Amerika Serikat mendapatkan laporan intelijen terbaru tentang rencana serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran. Rencana itu tetap disiapkan walau Presiden AS Donald Trump menempuh cara damai, yaitu menggelar perundingan dengan Iran membahas program nuklir negara tersebut.
Beberapa sumber pejabat AS menyampaikan informasi tersebut kepada kantor berita CNN. Sebagaimana dikutip Reuters dari CNN, Rabu (21/5/2025), disebutkan jika Israel melancarkan serangan, langkah tersebut akan mementahkan upaya damai yang dikerjakan AS dan mengganggu keamanan Timur Tengah.
”Peluang serangan Israel ke Iran semakin menguat beberapa bulan terakhir,” kata seorang pejabat AS yang mendapat laporan intelijen langsung dan termutakhir.
Dia menambahkan, kemungkinan hasil perundingan AS–Iran, yang diperkirakan tidak menghapuskan kapasitas pengayaan uranium, akan menjadi dalih bagi Israel untuk melancarkan serbuan.
Para pejabat AS belum mendapatkan kepastian apakah Tel Aviv sudah memberikan lampu hijau atas rencana serangan mematikan Israel ke Iran. Namun yang sejauh ini, dalam sejumlah hal semakin banyak ketidaksesuaian antara langkah AS dan Israel.
Eskalasi di Timur Tengah berusaha dihindari AS, terutama setelah Perang Gaza—yang meletus sejak Oktober 2023—kini semakin tidak terkontrol. Israel, dengan dalih hendak menghancurkan Hamas, membabi buta menyerang Jalur Gaza dan menewaskan banyak warga sipil.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/12/6082f2d22de62e0b6792ebd255e183f7-Iran_US_Timeline.jpg)
Seorang pejabat AS mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan laporan intelijen menyeluruh untuk membantu Israel jika Tel Aviv memutuskan menyerang Iran. Dia menambahkan, kecil kemungkinan AS terlibat langsung membantu Israel menyerang fasilitas nuklir Iran.
Diyakini Israel tidak memiliki kapasitas menghancurkan program nuklir Iran. Mereka tetap butuh dukungan AS, termasuk pengisian bahan bakar di udara bagi pesawat tempur Israel, dan jenis bom khusus untuk menembus bunker bawah tanah. Bom itu hanya dimiliki AS.
Adapun intelijen AS pada Februari sudah menyampaikan kemungkinan Israel menyerang fasilitas nuklir Iran pada tahun ini. ”Israel selalu menempuh opsi serangan militer dalam kasus Iran,” kata seorang pejabat AS.
Dari kajian intelijen AS pada Februari 2025, diperkirakan Israel akan menggunakan jet tempur multifungsi ataupun rudal jarak jauh untuk menghantam Iran yang sistem pertahanan udaranya melemah. Akan tetapi, serangan tersebut diperkirakan tidak bisa menghabisi proyek nuklir Iran secara tuntas. ”Ini menjadi ganjalan bagi ambisi Netanyahu,” kata Panikoff.
Pada tahun 1981, Israel melancarkan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Irak di Osirak dengan sandi Operasi Babilon. Selain itu, Israel juga diduga membunuh para ahli nuklir Iran dalam beberapa tahun terakhir. Israel juga keberatan atas rencana kerja sama nuklir untuk tujuan damai AS–Arab Saudi beberapa tahun terakhir.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/04/13/20210413-ADI-Nuklir-Iran-mumed_1618324084_png.png)
Kekhawatiran terhadap kemungkinan tindakan sepihak Israel semakin menguat akibat sinyalemen yang disampaikan para pejabat Israel yang berulang kali menyampaikan secara terbuka kemungkinan melakukan serangan. Sejumlah sumber AS yang berada di lingkaran intelijen menerangkan, dalam hasil penyadapan telekomunikasi dan mobilisasi militer Israel diduga kuat mereka akan segera melancarkan serangan.
Salah satu indikasinya adalah pemindahan amunisi untuk serangan udara–darat dan berakhirnya beberapa latihan serangan udara oleh Angkatan Udara Israel untuk simulasi serangan besar.
Israel juga secara terbuka menekan Iran untuk meninggalkan program nuklir mereka, apa pun alasannya, termasuk program nuklir untuk tujuan damai. Sementara Israel diketahui memiliki persenjataan nuklir di kawasan.
PM Benjamin Netanyahu saat ini mendapat tekanan dari koalisi sayap kanan agar segera bertindak. Pasalnya, jika AS–Iran mencapai kesepakatan damai, itu akan merugikan Israel dan secara politik koalisi Netanyahu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/02/22/0b35e331-e9bd-4b5f-bfc7-1b4f65ed08b6.jpg)
Kelompok ektrem sayap kanan itu berkepentingan menghancurkan semua negara tetangga yang dianggap musuh. Kehancuran Irak, Lebanon, dan Suriah merupakan salah satu keberhasilan bagi ideologi Zionis yang menggadang gagasan Israel Raya dengan wilayah Palestina sampai Sungai Efrat di Irak.
CNN menghubungi Dewan Keamanan Nasional dan Kantor PM Israel untuk meminta tanggapan atas kemungkinan serbuan tersebut. Kedutaan Besar Israel di Washington DC tidak memberikan tanggapan.
Pada saat sama, Presiden Trump juga memberi peringatan terhadap Iran jika perundingan soal nuklir gagal. Trump juga memberikan tenggat waktu bagi upaya diplomatik yang sedang berjalan, yakni 60 hari.
Surat Trump kepada pemimpin besar Iran Ayatollah Ali Khamenei, disampaikan medio Maret 2025. Kini tenggat waktu terlampaui, dan juga 38 hari berlalu dari perundingan putaran satu AS–Iran.
Seorang pejabat Barat yang bertemu dengan Trump awal bulan ini mengatakan, AS akan memberikan jeda waktu beberapa pekan antara perundingan diplomatik dan serangan militer. Sejauh ini Gedung Putih memilih jalan perundingan damai.
Langkah AS tersebut membuat Israel merasa terjepit, kata Jonathan Panikoff, mantan pejabat intelijen AS untuk Timur Tengah. ”Pada akhirnya pembuat keputusan di Israel akan dipengaruhi langkah dan tindakan AS serta kesepakatan apa yang didapat Trump dengan Iran apa pun hasilnya,” kata Panikoff.
Dia memperkirakan, Israel tidak akan sembarangan menyerang tanpa mendapatkan setidaknya persetujuan AS.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/20/9396e3bba3977c0acb87733e8623b011-wires_photo_26_.jpg)
Namun, sumber dari Israel kepada CNN mengatakan, Israel siap melancarkan serangan militer secara mandiri jika hasil perundingan AS–Iran dinilai merugikan Israel.
”Kemungkinan besar serangan dilancarkan Israel agar menggagalkan perundingan AS–Iran. Israel tidak ragu–ragu memunculkan indikasi tersebut secara terbuka dan jalur tertutup dengan AS,” kata sumber tersebut.
Menurut CNN, Iran saat ini dalam posisi militer terlemah dalam beberapa dekade terakhir. Terlebih setelah Israel menghancurkan fasilitas pabrik rudal dan pertahanan udara Iran pada Oktober 2024. Selain itu, sanksi ekonomi yang ditetapkan AS dan Eropa juga membuat rakyat Iran semakin menderita.
Israel juga menghancurkan proksi Iran di Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza. Beberapa pekan lalu, terjadi pula ledakan di sebuah pelabuhan utama Iran di dekat Bandar Abbas yang diduga menghancurkan bahan baku kimia untuk membuat propelan rudal balistik Iran.
Perundingan AS–Iran saat ini buntu karena AS menuntut Iran sama sekali tidak boleh melakukan pengayaan uranium bahkan untuk kadar satu persen sekalipun. Padahal pengayaan uranium harus dilakukan termasuk dalam upaya membangun pembangkit listrik tenaga nuklir.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/18/8169910f5545182f9d74d1228d4b6126-Iran_Saudi_Arabia_129075295.jpg)
Utusan Khusus Trump, Steve Witkoff, yang memimpin delegasi AS kepada media AB akhir pekan lalu mengatakan, AS tidak bisa mengizinkan pengayaan uranium sama sekali. ”Kami menyampaikan usulan yang disampaikan tanpa maksud merendahkan Iran,” kata Witkoff.
Pemimpin Besar Iran, Ali Khamenei, Selasa (20/5/2025), mengatakan tidak berharap banyak dari perundingan AS-Iran. Larangan AS terhadap Iran melakukan pengayaan uranium adalah kesalahan besar.
Iran, menurut Khamenei, melakukan pengayaan uranium sesuai ketentuan badan atom PBB, yaitu IAEA. Iran memiliki hak melakukan pengayaan uranium dan itu dilindungi PBB.
Witkoff mengatakan, putaran lanjutan perundingan diperkirakan berlangsung di Eropa pekan ini. Perundingan awal AS–Iran berlangsung dan dibantu oleh Oman. (Reuters)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari