Intensitas Hujan di Jabodetabek Diprediksi Masih Tinggi, Operasi Modifikasi Cuaca Ditambah

Merespons banjir di Jabodetabek, pemerintah mengutamakan penanganan penyelamatan masyarakat yang terdampak. Operasi modifikasi cuaca bakal ditambah.

04 Mar 2025 18:21 WIB · Metro

Oleh Iqbal Basyari, Nina Susilo, Kurnia Yunita Rahayu

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah menambah operasi modifikasi cuaca untuk menekan potensi banjir di wilayah Jabodetabek. Modifikasi cuaca dibutuhkan karena intensitas hujan tinggi diprediksi bakal berlangsung selama dua pekan mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk mengatasi banjir yang melanda sebagian wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Rapat diikuti oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten beserta Badan SAR Nasional serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dalam rapat yang berlangsung Senin (4/3/2025) pagi itu disepakati bahwa pemerintah mengutamakan penanganan penyelamatan masyarakat yang terjebak banjir. Evakuasi sudah dilakukan, termasuk menyiapkan lokasi pengungsian untuk warga korban banjir.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/3/2025). Menurut Pratikno, penanganan korban banjir terus dikerjakan sembari modifikasi cuaca.

Di saat bersamaan, pemerintah menambah operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi potensi hujan di kawasan hulu dan hilir. Pasalnya, banjir juga dipengaruhi hujan lebat di kedua wilayah secara bersamaan. Apalagi, BMKG memperkirakan curah hujan tinggi masih akan melanda wilayah Jabodetabek hingga awal pekan kedua Maret.

Operasi modifikasi cuaca ditangani oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BMKG. Pemerintah pusat juga mendorong pemerintah daerah untuk melakukan operasi modifikasi cuaca. Pemprov DKI Jakarta, Jabar, dan Banten dapat meningkatkan operasi modifikasi cuaca agar langkah-langkah pencegahan banjir dapat lebih optimal.

”Banjir ini masalahnya juga ada kiriman dari hulu, juga di hilirnya sendiri juga hujan terus, di daerah kawasan Jabodetabek. Makanya ini harus dikurangi curah, curah hujannya dikurangi,” ujar Pratikno di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/3/2025).

Lebih jauh, lanjut Pratikno, pemerintah pusat juga akan melakukan langkah-langkah pemulihan di wilayah terdampak banjir. Pemulihan difokuskan pada fasilitas umum, seperti jalan, jembatan, dan tempat ibadah mengingat saat ini masuk bulan Ramadhan. Selain itu, pemerintah juga memberikan penanganan ekstra untuk pelayanan kesehatan dan penyediaan makanan bagi masyarakat terdampak.

Warga melewati tembok pembatas pusat perbelanjaan Mega Bekasi Hypermall, Kota Bekasi yang terendam banjir, Selasa (4/3/2025). Ratusan pedagang menalami kerugian akibat banjir tersebut, termasuk juga diler mobil dan sepeda motor yang mengadakan pameran produk di lantai bawah tersebut. Banjir merendam sejumlah titik di Kota Bekasi, Jawa Barat. Mega Bekasi Hypermall termasuk yang terdampak bencana tersebut. Banjir ini terjadi setelah tanggul di wilayah Bekasi jebol, menyebabkan air banjir masuk ke area mall. Beberapa kendaraan yang terparkir di area basement mall juga turut terendam banjir. Kompas/Riza Fathoni (RZF)

Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syafi’i menambahkan, pihaknya mengerahkan personel dari Kantor SAR Jakarta dan Bandung untuk membantu evakuasi warga yang terjebak banjir. Mereka juga memanfaatkan drone untuk memonitor wilayah banjir dan memastikan tak ada lagi masyarakat yang terjebak.

”Sudah ada beberapa lokasi evakuasi di Bogor dan Jakarta yang kami laksanakan evakuasi sesuai dengan yang diminta,” kata Syafi’i.

Banjir bandang terjadi di kawasan Puncak, Minggu, sekitar pukul 20.30 WIB. Sungai Ciliwung meluap dan berdampak terhadap 423 warga di Kampung Pensiunan, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua. Di Tugu Selatan, 119 rumah terendam dan di Bojong Gede 137 rumah terdampak.

Selain di Cisarua, banjir juga terjadi di 8 kecamatan dan 13 desa lain di Kabupaten Bogor. Banjir tercatat ada di Kecamatan Cijeruk, Sukaraja, Megamendung, Sukamakmur, Ciawi, Sukajaya, Leuwisadeng, dan Babakan Madang.

Mobil yang diparkir di pusat perbelanjaan Mega Bekasi Hypermall, Kota Bekasi tenggelam oleh banjir, Selasa (4/3/2025). Ratusan pedagang menalami kerugian akibat banjir tersebut, termasuk juga diler mobil dan sepeda motor yang mengadakan pameran produk di lantai bawah tersebut. Banjir merendam sejumlah titik di Kota Bekasi, Jawa Barat. Mega Bekasi Hypermall termasuk yang terdampak bencana tersebut. Banjir ini terjadi setelah tanggul di wilayah Bekasi jebol, menyebabkan air banjir masuk ke area mall. Beberapa kendaraan yang terparkir di area basement mall juga turut terendam banjir. Kompas/Riza Fathoni (RZF)

Sementara hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Minggu (2/3/2025) malam menyebabkan Sungai Ciliwung meluap. Dampaknya, hingga Senin (3/3/2025) siang, 57 RT di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur kebanjiran setinggi 30 sentimeter hingga 3 meter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta melaporkan, 18 RT terendam di Jakarta Selatan. Rawajati menjadi daerah paling parah dengan banjir setinggi 3 meter. Wilayah lain, yaitu Pejaten Timur, Kebon Baru, Pengadegan, dan Tanjung Barat, kebanjiran dengan ketinggian air 30 sentimeter-1,4 meter.

Banjir juga melanda sebagian wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat. Ribuan makam di Tempat Pemakaman Umum Jatisari terendam. Ketinggian air bahkan mencapai 1 meter.

Luapan Kali Bekasi merendam puluhan mobil di kawasan Grand Galaxy City, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025). Banjir di kawasan tersebut mencapai 80 hingga 120 sentimeter.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pemakaman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota Bekasi Roy Sadaralam mengatakan, banjir mulai menggenangi area makam sekitar pukul 06.00 WIB. Ketinggian air 20 sentimeter hingga 1 meter.

Banjir yang merendam pemakaman di TPU Jatisari merupakan air kiriman dari wilayah Bogor. Banjir kiriman yang merendam pemakaman seperti ini hampir terjadi setiap tahun, terutama ketika kawasan hulu diguyur hujan berintensitas tinggi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iqbal Basyari, Nina Susilo, Kurnia Yunita Rahayu
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro