”Perang” taktik sengit akan tersaji di San Siro demi memburu peringkat pertama Liga Italia. Antonio Conte enggan hanyut dalam nostalgia bersama Inter Milan.
09 Nov 2024 21:00 WIB · Olahraga
Oleh Muhammad Ikhsan Mahar - [email protected]
MILAN, SABTU — Penentu capolista alias pemuncak klasemen di pekan ke-12 Liga Italia 2024-2025 akan ditentukan tim pemenang duel udara antara Inter Milan dan Napoli di Stadion San Siro, Senin (11/11/2024) pukul 02.45 WIB. Inter lebih diunggulkan merujuk performa terkini, tetapi Napoli bisa berharap kepada ambisi pembuktian penyerang, Romelu Lukaku.
Jika menang, Napoli tentu akan menambah jarak menjadi empat poin dari Inter, sang juara bertahan. Meskipun masih ada Atalanta, Fiorentina, dan Lazio yang bisa lebih mendekat, menjauh dari Inter tentu lebih disukai ”Si Keledai Kecil”. Adapun Inter bakal mengudeta posisi puncak klasemen melalui kemenangan atas Napoli.
Namun, meraih tiga poin bagi kedua tim ditentukan melalui kecerdikan memanfaatkan detail kecil di dalam pertandingan. Salah satu penentu adalah perebutan bola udara, baik itu dalam memanfaatkan bola mati maupun melalui umpan-umpan silang udara untuk hadirkan kemelut demi memecah kebuntuan.
Di Liga Italia musim ini, Inter adalah tim dengan persentase kemenangan duel udara tertinggi. Mereka memenangi 57,2 persen duel udara merujuk data FBref. Jumlah itu dihitung dalam situasi menyerang dan bertahan.
Di sisi lain, Napoli juga memiliki kecenderungan menang duel udara cukup tinggi. Sebab, tingkat keunggulan duel udara Si Keledai Kecil berada di angka 53,5 persen atau keempat di Italia saat ini. Napoli memiliki Amir Rrahmani yang merupakan salah satu pemain Liga Italia dengan tingkat kemenangan duel udara tertinggi. Dalam 11 laga bermain, Rrahmani memenangi 3,8 duel udara per gim.
Potensi Inter mengejar gol dari duel udara juga terlihat dari tingginya upaya umpan silang mereka di kompetisi domestik. Pemain ”I Nerazzurri” telah melepaskan 251 umpan silang atau setidaknya sebanyak rerata 23 umpan silang per gim tercipta.
Hal itu bisa terlihat dari koneksi asis dan pencetak gol Inter. Dua pemain paling tinggi melakukan kolaborasi gol untuk Inter adalah pemain berposisi bek sayap dengan penyerang atau gelandang tengah. Lautaro Martinez telah mencetak dua gol berkat umpan dari Federico Dimarco, bek sayap kiri. Jumlah gol serupa juga telah dihasilkan gelandang, Davide Frattesi, yang diawali asis dari bek sayap kanan, Matteo Darmian.
Dimarco pun tercatat sebagai pemain Liga Italia paling banyak melepaskan umpan silang. Ia melakukan 2,8 umpan silang sukses per laga. Tanpa memedulikan tingkat kesuksesan, Dimarco sudah melepaskan 93 umpan silang di Liga Italia.
Selain Dimarco dan Darmian, Inter juga memiliki Hakan Calhanoglu yang gemar pula melepaskan umpan silang. Pemain asal Turki itu melakukan 1,6 umpan silang per gim serta empat umpan jauh progresif yang mayoritas menuju kepada penyerang, Marcus Thuram yang sudah memenangi 26 duel udara.
”Kami telah menampilkan di gim melawan Arsenal, kami memiliki banyak pemain bagus di kotak penalti untuk memenangi sundulan,” ujar Martinez tentang keunggulan timnya itu dilansir La Gazzetta dello Sport edisi Sabtu (9/11/2024).
”Kami berkerja dengan baik sejauh ini dan kami memahami detail-detail kecil amat menentukan untuk memberikan hasil positif,” kata Martinez, penyerang asal Argentina.
Sementara itu, Napoli memiliki strategi terstruktur dalam mengeksekusi sepak pojok. Conte menginstruksikan anak asuhannya agar dominan melepaskan tembakan sepak pojok bergaya inswinging yang mengarah ke tiang dekat dan kotak penalti kecil di muka gawang lawan.
Napoli melakukan tipe sepak pojok itu 34 kali. Mereka bahkan sudah melepaskan dua sepak pojok yang langsung mengarah ke gawang. Khvicha Kvaratskhelia, penyerang sayap, adalah eksekutor utama Si Keledai Kecil dalam peluang sepak pojok. Sudah tiga gol dihasilkan Napoli dalam situasi itu.
Kemenangan sama pentingnya bagi Napoli dan Inter. Kami akan menghadapi tim terkuat Italia saat ini.
Untuk melepaskan umpan silang dalam permainan terbuka, Napoli mengandalkan penyerang sayap, Matteo Politano. Pemain berusia 31 tahun itu rata-rata menciptakan 1,5 umpan silang per gim. Sasaran utama dari umpan silang Politano adalah Lukaku.
Menarik pula menyaksikan motivasi besar Lukaku untuk melepaskan ”kemarahannya” terhadap Inter. Setelah membantu Inter meraih scudetto bersama Conte, Lukaku dibuang dan dicap kambing hitam atas kegagalan mereka kalah dari Manchester City di final Liga Champions edisi 2022-2023.
Reuni dengan Conte mengembalikan kebuasan Lukaku. Pemain asal Belgia itu sudah mencetak empat gol dan empat asis untuk Napoli. Itu artinya Lukaku selalu berkontribusi gol dalam delapan gim untuk Napoli di Liga Italia musim ini. Perbandingan satu kontribusi gol per gim serupa dengan penampilan Lukaku bersama Inter ketika juara Italia pada 2020-2021.
”Kemenangan sama pentingnya bagi Napoli dan Inter. Kami akan menghadapi tim terkuat Italia saat ini,” kata Conte.
Ia menambahkan, ”Datang ke San Siro menyajikan perasaan campur aduk untuk saya setelah alami dua tahun luar biasa bersama Inter. Bagaimanapun, saya membawa Napoli menuju San Siro untuk berjuang sampai akhir dan tidak akan mengibarkan bendera putih sebelum masuk ke lapangan.”
Conte mengungkapkan, suasana skuadnya sangat tenang dan semua pemain Napoli menunjukkan komitmen besar untuk bangkit dari kekalahan 0-3 dari Atalanta, akhir pekan lalu. Ia menjanjikan ada peningkatan dari performa Napoli di San Siro.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari