Investasi Emas, Menarikkah?

Komoditas emas saat ini tengah jadi primadona. Banyak warga berburu emas di tengah harganya yang melambung. Amankah berinvestasi emas di situasi sekarang ini?

14 Apr 2025 07:26 WIB · Ekonomi

Oleh Agnes Theodora, Erika Kurnia, Agustinus Yoga Primantoro, Aguido Adri

Investasi emas telah lama menjadi pilihan populer masyarakat, baik sebagai aset maupun sebagai instrumen jangka panjang. Emas dianggap relatif aman, terutama di tengah ketidakstabilan ekonomi atau inflasi. Namun, seperti halnya instrumen investasi lainnya, emas juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan.

Kelebihan utama emas adalah nilainya yang stabil. Bahkan, emas dikenal sebagai aset safe haven yang nilainya cenderung naik saat kondisi ekonomi global tidak menentu. Selain itu, emas mudah dicairkan karena dapat dijual kapan saja dan di banyak tempat. Emas juga tidak tergerus inflasi secara signifikan.

Namun, investasi emas juga memiliki sejumlah kekurangan. Pertama, emas tidak memberikan pendapatan pasif seperti dividen saham atau bunga obligasi. Kedua, fluktuasi harga emas bisa cukup tajam dalam jangka pendek sehingga kurang cocok bagi investor yang menginginkan keuntungan cepat.

Seperti apa pandangan warga tentang investasi emas? Berikut kutipannya.

Novfila Netty (43), ibu rumah tangga, Jakarta.

Bagi Novfila Netty (43), ibu rumah tangga yang bermukim di Jakarta, emas fisik sudah menjadi andalannya untuk berinvestasi. Menurut dia, keuntungan berinvestasi emas terbilang banyak lantaran harganya yang selalu naik dari tahun ke tahun. Namun, saat ini ia menahan diri untuk tidak membeli emas lantaran harganya sedang melambung tinggi.

”Saya biasanya menunggu harganya bergerak turun lewat sumber yang saya percaya untuk mengecek naik turun harga emas. Sembari itu, saya mengumpulkan uang berlebih untuk membeli emas, minimal 5 gram,” ujarnya, Sabtu (12/4/2025), di Jakarta.

Ari Puji Astuti (35), karyawan swasta, Surabaya

Alasan serupa disampaikan Ari Puji Astuti (35), karyawan swasta di Surabaya, Jawa Timur. Ia mengatakan, investasi emas selalu menguntungkan dengan harganya yang cenderung naik dan bisa bertahan menghadapi inflasi. Apalagi, emas bisa dijadikan modal untuk menghadapi hari tua.

Emas tidak seperti mata uang yang bisa turun nominalnya. Selain itu, harga emas juga stabil terhadap gejolak dunia karena harga emas mengikuti harga emas sedunia.

”Sejauh ini saya berinvestasi di emas batangan. Sebab, jika dijual lagi tidak ada potongan harganya seperti perhiasan yang biasanya dipotong ongkos jasa,” kata Ari.

Ia menambahkan, selain emas, dirinya juga berinvestasi di instrumen lain berupa deposito. Namun, beberapa deposito sudah dicairkan untuk dibelikan emas. Bunga deposito kalah jauh dibandingkan selisih kenaikan harga emas sekarang.

”Saat ini harga emas lagi naik gila-gilaan dan diprediksi sebentar lagi bisa sampai Rp 2 juta per gram. Harga yang fantastis. Tentu saja strategi saya adalah menahan (emas) karena emas termasuk investasi yang cocok untuk jangka panjang, jadi lebih baik ditahan dalam waktu yang lama dulu,” ucapnya.

Agustinus Tri Budi Sunarko (24), pekerja swasta di Jakarta

Agustinus Tri Budi Sunarko (24) atau akrab disapa Koko, pekerja swasta di Jakarta, juga sudah lama memiliki tabungan emas. Baginya, tabungan dalam bentuk emas dapat memberikan manfaat jangka panjang sekaligus memberikan imbal hasil yang pasti.

”Awalnya karena disuruh orangtua agar punya tabungan jangka panjang saja, karena jika bentuknya masih uang di umur yang masih muda dan labil masih sering banyak keinginan buat memakainya (tabungan). Menabung emas juga bakal lebih stabil dan untungnya banyak. Dan, memang benar, sekarang lumayan kelihatan hasilnya,” katanya.

Dalam hal ini, Koko lebih memilih untuk menabung emas dalam bentuk digital. Selain lebih praktis dan fleksibel menempatkan dana, tabungan emas digital dirasanya lebih mudah diakses dan memberikan imbal hasil yang pasti ketimbang instrumen investasi lainnya.

Hingga saat ini, belum tebersit di benak Koko untuk menempatakan investasi dalam instrumen lainnya, seperti saham. Menurut dia, dibutuhkan keterampilan lebih dan pertimbangan matang untuk berinvestasi di pasar saham. Apalagi, pemberitaan belakangan ini memperlihatkan pasar saham yang tidak kondusif.

Margaretha Nainggolan (30), warga Batam, Kepulauan Riau.

Di antara banyaknya pilihan investasi, emas digital menjadi pilihan Margaretha Nainggolan (30), warga Batam, Kepulauan Riau, karena harganya cenderung terus naik, mudah, dan praktis. Dibandingkan investasi lainnya, investasi emas tidak perlu dipantau, kapan harus beli dan kapan harus jual seperti saham.

”Saya tidak berpengalaman investasi saham. Namun, paling tidak saya berpikir emas bisa menjaga nilai tabungan agar tidak tergerus inflasi. Saya bisa beli emas sedikit demi sedikit, tidak harus menunggu punya uang untuk beli 1 gram. Dan, jika butuh menjual pun prosesnya sangat mudah, bisa dicairkan dengan cepat,” ujar perempuan yang akrab disapa Joi itu, Minggu (13/4/2025). 


Kerabat Kerja

Penulis:

Agnes Theodora, Erika Kurnia, Agustinus Yoga Primantoro, Aguido Adri
 | 

Editor:

Aris Prasetyo
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul