Kekerasan yang terjadi di Kampung Karang Manik itu dilatarbelakangi masalah perjudian sabung ayam.
18 Mar 2025 09:53 WIB · Nusantara
BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Indonesia Police Watch (IPW) mendesak agar kasus meninggalnya tiga anggota polisi di Kabupaten Way Kanan, Lampung, diusut tuntas. Para pelaku harus segera ditangkap dan ditindak tegas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso mengatakan, pihaknya sangat prihatin dan berduka cita atas meninggalnya tiga anggota polisi di Lampung saat menggerebek sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, Senin (17/3/2025) pukul 16.50 WIB.
Ketiga polisi yang meninggal ialah Kepala Polsek Negara Batin Inspektur Satu Lusiyanto, anggota Polsek Negara Batin Brigadir Kepala Petrus Apriyanto, dan anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Way Kanan Brigadir Dua Ghalib Surya Ganta.
”IPW mendesak pelaku secepatnya ditangkap dan diproses secara hukum melalui penanganan tim gabungan TNI dan Polri,” kata Sugeng saat dihubungi dari Bandar Lampung, Selasa (18/3/2025).
Apalagi, kata dia, kekerasan yang terjadi di Kampung Karang Manik itu dilatarbelakangi masalah perjudian sabung ayam. Para pelaku diduga menembak dari jarak dekat. Hal itu diketahui karena ketiga korban terluka serius di bagian kepala sehingga perlu didalami melalui uji balistik.
Menurut dia, aparat juga harus mendalami dugaan keterlibatan anggota TNI dalam kasus itu. TNI harus berani menindak anggotanya jika benar terbukti melakukan pelanggaran hukum.
”Bisa dibayangkan polisi yang sedang melaksanakan tugasnya saja bisa menjadi korban kekerasan yang mengakibatkan mati diduga oleh oknum TNI bagaimana bila berurusan adalah warga sipil. Potensi kekerasan akan muncul,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/18/15ab005099bd62b88ee7f7ae9c4ae86e-DSC00599.JPG)
Sugeng menyebut, perjudian melalui sabung ayam sering kali kali masih dibekingi oleh oknum aparat. Padahal, Presiden Prabowo Subianto sudah menegaskan untuk memberantas perjudian di Tanah Air.
Oleh karena itu, ke depan Kepala Polri dan Panglima TNI untuk bersikap tegas fokus memberantas perjudian sabung ayam agar tidak terjadi korban meninggal dunia lagi akibat arogansi aparat yang memegang senjata api.
Kekerasan yang dialami tiga anggota polisi di Lampung ini terjadi bersamaan dengan rencana pembahasan RUU TNI. RUU tersebut memungkinkan penambahan perluasan kewenangan TNI untuk ditugaskan pada 15 lembaga/kementerian.
”Karena itu, IPW mendorong agar para politisi di DPR dan pemerintah untuk cermat dalam pemberian perluasan kewenangan TNI di lembaga kementerian dan memperketat pengawasan dalam RUU TNI tersebut untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kewenangan ke depan,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/18/c0944bf3378ccb83dfefbb31d4864042-DSC00514.JPG)
Sebelumnya diberitakan, tiga polisi dilaporkan meninggal saat menggerebek lokasi judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung, pada Senin (17/3/2025) pukul 16.50 WIB. Ketiga anggota polisi yang tewas itu mengalami luka tembak di bagian kepala yang dilakukan oleh orang tak dikenal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas, Polres Way Kanan menggerebek sabung ayam pada Senin sore. Saat penggerebekan, pemilik sabung ayam melawan sehingga mengakibatkan tiga personel Polri tewas di lokasi.
Karena itu, IPW mendorong agar para politisi di DPR dan pemerintah untuk cermat dalam pemberian perluasan kewenangan TNI di lembaga kementerian dan memperketat pengawasan dalam RUU TNI tersebut untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kewenangan ke depan.
Yuni mengungkapkan, insiden itu bermula saat 17 personel Polri dari Polres Way Kanan mendatangi tempat sabung ayam. Saat tiba di lokasi, anggota kepolisian langsung ditembaki oleh orang tak dikenal sehingga tiga personel gugur dalam tugas.
Saat ini, jenazah tiga polisi yang tewas sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Lampung di Bandar Lampung pada Selasa (18/3/2025) dini hari. Jasad ketiga korban langsung dimasukkan ke kamar mayat instalasi forensik untuk diotopsi.
Penulis:
Vina OktaviaEditor:
Siwi Yunita CahyaningrumPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .