Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengklaim, Israel dan Iran telah menyepakati gencatan senjata. Sejauh ini tidak ada pernyataan dari Israel.
24 Jun 2025 08:46 WIB · Internasional
DUBAI, SELASA — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, Selasa (24/6/2025), menegaskan tidak ada kesepakatan apa pun mengenai gencatan senjata antara Iran dan Israel. Namun, ia menambahkan, jika Israel menghentikan agresi ilegalnya atas Iran, selambat-lambatnya pukul 04.00 waktu Teheran, Iran tidak berniat untuk melanjutkan serangan balasan.
”Keputusan akhir mengenai penghentian operasi militer kami akan dibuat kemudian,” tulis Araqchi dalam sebuah unggahan di X.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Iran dan Israel telah sepakat melakukan gencatan senjata total dan menyeluruh. Pernyataan itu muncul tak lama seusai Iran menyerang Pangkalan Udara AS, Al Udeid, di Qatar pada Senin malam.
Pernyataan terkait gencatan senjata bermula dari unggahan Trump di akun media sosial miliknya, Truth Social. Ia menulis bahwa gencatan senjata bertahap selama 24 jam bakal dimulai pada Selasa tengah malam.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/22/cf9b7472a7ebc5fcaddad3b133db1a7e-US_IRAN_ISRAEL_CONFLICT_TRUMP_130722550.jpg)
”Telah sepenuhnya disepakati oleh dan antara Israel serta Iran bahwa akan ada GENCATAN SENJATA yang Lengkap dan Total," tulis Trump. Gedung Putih mengunggah ulang klaim itu dengan tambahan foto Trump yang memegang topi merah bertuliskan ”Trump benar tentang segalanya” dengan huruf kapital.
Menurut Trump, gencatan senjata itu akan memberi waktu bagi Iran dan Israel untuk mengakhiri dan menyelesaikan misi terakhir mereka. ”Secara resmi, itu akhir perang,” tulis Trump.
Sebagaimana Iran, Israel sejauh ini belum mengakui adanya gencatan senjata tersebut. Pihak militer Israel menolak mengomentari pernyataan Trump, sementara kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak segera menanggapi pesan yang meminta komentar.
Sikap serupa dinyatakan oleh misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Iran.
Merujuk laporan televisi Iran, senyampang Trump mengklaim gencatan senjata, yang terjadi justru Israel melanjutkan serangannya. Dalam sebuah siaran, penyiar acara menyampaikan bahwa bersamaan dengan klaim Trump, Israel mengebom beberapa sasaran di Teheran, Urmia, dan Rasht.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/03/19/17c5dbaa-fab8-47e4-bfd2-4ee420158849_png.png)
Di sisi lain, pada waktu yang tidak jauh berbeda, Iran menyerang Pangkalan Udara AS, Al Udeid, di Qatar. Serangan itu merupakan serangan balasan Iran atas serangan AS pada situs nuklir Fordo, Natanz, dan Isfahan pada Sabtu pekan lalu.
Seorang perwira tinggi Korps Garda Revolusi Iran Mayjen Qatar Shayeq al Hajri mengatakan, Iran menembakkan 19 rudal ke pangkalan itu. Sebagaimana diketahui, Al Udeid merupakan basis bagi Operasi Udara Gabungan AS. Pangkalan itu juga menjadi basis bagi Wing Ekspedisi Udara ke-379, armada udara terbesar di dunia.
Dalam pernyataan kepada publik, Pemerintah Iran melalui siaran televisi mengatakan, serangan itu adalah respons hebat dan sukses melawan agresi Amerika. ”Kami tidak memulai perang atau menginginkannya. Namun, kami tidak akan membiarkan invasi ke Iran yang agung tanpa jawaban,” tulis Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam akun X sebelum serangan dilakukan. (AP/Reuters)
Penulis:
Bonifasius Josie Susilo HEditor:
Nur Hidayati