Iran Guncang Israel lewat Pembobolan Data Nuklir

Israel tidak berkomentar atas dugaan pembobolan data nuklirnya oleh Iran. Israel hanya menangkap dua orang yang diduga jadi pembocor.

08 Jun 2025 09:06 WIB · Internasional

Oleh Elsa Emiria Leba

TEHERAN, MINGGU — Iran merayakan kabar pembobolan data nuklir Israel oleh intelijen Iran. Israel tidak mengomentari kabar itu. Israel hanya menangkap dua orang yang diduga membocorkan data nuklir ke Iran.

Kantor berita Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), Sabtu (7/6/2025), melaporkan, menurut sumber tepercaya, operasi untuk memperoleh dokumen-dokumen tersebut terjadi baru-baru ini. Dokumen-dokumen tersebut telah dibawa keluar dari wilayah Israel menuju tempat aman.

”Meski operasi untuk memperoleh dokumen itu telah dilakukan beberapa waktu lalu, besarnya volume materi dan kebutuhan untuk mengangkutnya dengan aman ke Iran mengharuskan kerahasiaan dari media untuk memastikan dokumen tersebut telah mencapai lokasi yang dilindungi,” bunyi laporan PressTV.

Media Israel, Yedioth Ahronoth dan The Jerusalem Post, juga melaporkan kabar pembobolan itu. Tidak ada komentar pejabat Israel dikutip kedua media itu.

The Jerusalem Post, dalam laporan yang diperbarui pada Minggu (8/6) dini hari, hanya menulis penangkapan Roi Mizrahi (25) dan Almog Attias (25). Badan Keamanan Israel, Shin Bet, menangkap mereka April lalu karena diduga berhubungan dengan intelijen Iran.

Mereka telah didakwa oleh kejaksaan. Mizrahi didakwa melakukan kontak dengan agen asing, membantu musuh di masa perang, serta membawa dan mengangkut senjata. Sementara itu, Attias didakwa melakukan kontak dengan agen asing dan memberikan informasi kepada musuh yang membahayakan keamanan negara.

People visit the site of the remains of an Iranian missile in the Negev desert near Arad on October 3, 2024, in the aftermath of an Iranian missile attack on Israel. Israel vowed to make Iran "pay" for firing a barrage of missiles at its territory, with Tehran warning on October 2 it would launch an even bigger attack it is targeted. (Photo by MENAHEM KAHANA / AFP)

Sementara Yedioth Ahronoth mengutip Raz Zimmt, pakar Iran pada Institute for National Security Studies (INSS) di Tel Aviv University. Ia mengingatkan, pertengahan 2024 ada laporan peretas Iran mencuri data Komisi Tenaga Atom Israel. Data 2014-2023 dicuri dalam peretas itu. ”Mungkin ada kaitan dengan laporan hari ini,” katanya.

Pengungkapan dugaan pembobolan data nuklir Israel itu, menurut Zimmt, bukan ancaman langsung pada Israel. Pengungkapan itu perlu dikaitkan dengan perundingan nuklir Iran-Amerika Serikat dan pertemuan Dewan Gubernur Dewan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Dalam perundingan dengan AS, Iran menuntut Zona Bebas Nuklir Timur Tengah. Mesir juga menuntut hal serupa dan menuding Israel sebagai satu-satunya pemilik nuklir di kawasan. Dalam pertemuan IAEA, isu itu bisa jadi akan kembali diangkat Iran.

Pemeriksaan lama

Sementara media-media Iran tidak mengungkap apa pastinya dokumen yang dicuri Teheran. Hanya disebut intelijen memiliki ribuan dokumen tentang rencana dan fasilitas nuklir Iran.

Dalam beberapa tahun terakhir, agen intelijen Iran meningkatkan upaya untuk merekrut warga Israel sebagai mata-mata dengan imbalan uang. Pada Desember 2024, polisi menangkap hampir 30 warga Israel atas kegiatan spionase untuk Iran.

Klaim terbaru Iran terjadi di tengah peningkatan ketegangan antara Iran dan Israel. Dua negara ini hampir berperang habis-habisan tahun lalu di tengah konflik Gaza dan serangan Israel terhadap kelompok-kelompok yang didukung Iran.

Kebocoran data nuklir Israel turut mengingatkan kembali pada kebocoran data nuklir Iran beberapa tahun silam. Pada 2018, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan, agen Israel telah menyita ”arsip” besar dokumen Iran. Dokumen itu menunjukkan Iran telah melakukan lebih banyak proyek nuklir daripada yang diketahui sebelumnya.

infografik Negara dengan Pemilikan Senjata Nuklir Tahun 2022

Sementara kantor berita Tasnim melaporkan, dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Kazakhstan Murat Nurtleu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan, kegiatan nuklir Iran transparan dan damai untuk kepentingan negara. Teheran telah membuktikan tidak mengejar senjata nuklir atau senjata pemusnah massal.

Pezeshkian menyatakan, Iran siap diperiksa Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Walakin, Teheran tidak akan mengabaikan hak dan pencapaian program nuklirnya dengan cara apa pun. Hak bangsa atas teknologi vital di bidang kesehatan, pertanian, dan inovasi ilmiah adalah hak manusia.

”Iran selalu siap mendengar perkataan yang logis, tetapi tidak akan pernah menyerah pada intimidasi,” ujar Pezeshkian.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan pidato pada peringatan kematian mantan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ruhollah Khomeini, di mausoleum terakhirnya di Teheran, Iran, Selasa (3/6/2025).

Pezeshkian melanjutkan, Iran siap meningkatkan kerja sama untuk berbagai pengalaman dan menggunakan kapasitas bersama dengan semua negara Islam, termasuk Kazakhstan. Sementara itu, Nurtleu mengatakan, Kazakhstan menghormati sikap Iran terkait nuklir.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam Iran dengan serangan bom jika Washington dan Teheran tidak mencapai kesepakatan tentang program nuklir Iran. Namun, Trump memblokir rencana serangan Israel pada fasilitas nuklir Iran pada April 2025 sembari mendorong perundingan.

Sejak 12 April 2025, AS dan Iran melakukan lima putaran perundingan negosiasi tidak langsung. Oman berperan sebagai mediator. (AFP/AP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto