DAMPAK PERANG

Iran Memohon Bantuan Medis ke Indonesia

Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menemui Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla guna memohon bantuan medis bagi rakyat Iran terdampak perang.

18 Mar 2026 14:41 WIB · Internasional

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Oleh Stephanus Aranditio

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah Iran melalui Kedutaan Besar di Indonesia memohon kepada Palang Merah Indonesia atau PMI untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan guna menolong rakyat mereka yang terdampak perang melawan Amerika Serikat dan Israel. Saat ini, mereka sangat membutuhkan pertolongan medis.

Permohonan itu disampaikan langsung oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi kepada Ketua Umum PMI Jusuf Kalla yang bertemu di Markas Pusat PMI, Jakarta, Rabu (18/3/2026). Boroujerdi mengatakan, serangan AS-Israel telah menghancurkan infrastruktur sipil dan menimbulkan korban besar, termasuk anak-anak.

”Tentu yang mulia Bapak Jusuf Kalla sangat memahami dengan semangat kemanusiaan yang beliau miliki berkaitan dengan situasi yang terjadi dan selaku pimpinan PMI, beliau telah menyampaikan bahwa akan berupaya untuk membantu pihak kami,” kata Boroujerdi.

Boroujerdi juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini, korban sipil termuda bahkan baru berusia tiga hari, sementara ratusan anak lainnya telah meninggal. Adapun korban perang yang paling tua berusia 88 tahun.

”Sebanyak 250 anak-anak menjadi korban dan masyarakat Iran bahkan tidak bisa merayakan Ramadhan dan Idul Fitri dalam suasana normal,” ucapnya.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla dan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi (kanan) hendak memberi keterangan kepada wartawan usai melakukan pertemuan tertutup di Markas Pusat PMI, Jakarta, Rabu (18/3/2026). Dalam pertemuan tersebut selain membahas situasi terkini perang Iran dengan Israel - AS, Boroujerdi juga meminta bantuan PMI untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan, seperti obat-obatan, bagi masyarakat Iran korban perang.

Oleh karena itu, Dubes Iran juga membuka ruang partisipasi masyarakat Indonesia untuk membantu Iran melalui donasi resmi dan mengumumkan kampanye global untuk menolak perang. Ia berharap dukungan internasional, termasuk dari Indonesia, dapat menekan pihak-pihak yang terlibat konflik agar menghentikan kekerasan.

Quote

Bantuan tidak dikirim langsung dari Indonesia, tetapi melalui negara terdekat, seperti Pakistan dan Turki.

Donasi itu bisa disalurkan melalui nomor rekening yang tercantum melalui media sosial resmi atau laman resmi Kedutaan Besar Iran. Ia mengingatkan jalur donasi hanya melalui nomor rekening yang diumumkan. Tidak ada pengumpulan melalui jalur lain, termasuk perorangan.

”Tentu saja dari segi militer, Iran merupakan negara yang kuat, yang mampu mempertahankan integritas dari negaranya dan dalam perkembangan ini untuk menyambut antusias dari masyarakat Indonesia yang ingin menyampaikan donasinya kepada Iran dan berkontribusi pada saat-saat ini yang sedang dihadapi oleh negara kami,” tutur Boroujerdi.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla atau JK menyambut baik permohonan tersebut dan PMI juga selalu konsisten berkomitmen dalam misi kemanusiaan lintas negara. Solidaritas kemanusiaan tetap harus ditegakkan di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Dalam waktu dekat, PMI memutuskan untuk menyalurkan bantuan berupa obat-obatan dan kebutuhan medis. Namun, bantuan tersebut tidak dikirim langsung dari Indonesia, melainkan melalui negara terdekat seperti Pakistan atau Turki, bekerja sama dengan jaringan Bulan Sabit Merah setempat. Langkah ini diambil agar bantuan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

"Lebih baik beli obat di negara yang terdekat karena dari pengalaman kita, contohnya obat di Pakistan itu harganya setengah dibanding obat di Indonesia," kata JK.

PMI, lanjut JK, juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk rencana pengiriman medis bantuan kepada rakyat Iran ini. JK menegaskan bahwa PMI adalah mitra kemanusiaan yang aktif sekaligus diplomasi kemanusiaan yang menjadi jembatan solidaritas di tengah konflik geopolitik yang kompleks.

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi (kiri) didampingi First Secretary Embassy of the Islamic Republic of Iran Ali Jameh Bozorg (kanan) menemui Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla di Markas Pusat PMI, Jakarta, Rabu (18/3/2026). Dalam pertemuan tersebut selain membahas situasi terkini perang Iran dengan Israel - AS, Boroujerdi juga meminta bantuan PMI untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan, seperti obat-obatan, bagi masyarakat Iran korban perang.

Secara terpisah, pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, menegaskan urgensi respons yang lebih cepat dari Indonesia. Solidaritas yang selama ini terjalin antara Indonesia dan Iran dinilai perlu diwujudkan secara konkret melalui bantuan kemanusiaan.

Di tengah kompleksitas geopolitik, dukungan publik dan konsistensi peran lembaga kemanusiaan diharapkan tidak hanya meringankan penderitaan korban, tetapi juga menjadi tekanan moral bagi pihak-pihak yang bertikai untuk segera menghentikan kekerasan.

”Kita terlambat. Sudah dua minggu perang Iran dibombardir oleh Amerika bersama Israel, tetapi sampai sekarang belum mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Iran dan kita kalah duluan dari Vietnam,” kata Faisal.


Kerabat Kerja

Penulis:

Stephanus Aranditio
 | 

Editor:

Nasrullah Nara
 | 

Penyelaras Bahasa:

Yuliana Karim